Kesetaraan gender dalam Islam (studi atas pemikiran Nasaruddin Umar dan KH. Husein Muhammad)

Suprianto, Suprianto (2014) Kesetaraan gender dalam Islam (studi atas pemikiran Nasaruddin Umar dan KH. Husein Muhammad). Undergraduate (S1) thesis, IAIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
094111014_coverdll.pdf - Accepted Version

Download (640kB) | Preview
[img]
Preview
Text
094111014_Bab1.pdf - Accepted Version

Download (110kB) | Preview
[img]
Preview
Text
094111014_Bab2.pdf - Accepted Version

Download (100kB) | Preview
[img]
Preview
Text
094111014_Bab3.pdf - Accepted Version

Download (174kB) | Preview
[img]
Preview
Text
094111014_Bab4.pdf - Accepted Version

Download (60kB) | Preview
[img]
Preview
Text
094111014_Bab5.pdf - Accepted Version

Download (20kB) | Preview
[img]
Preview
Text
094111014_Bibliografi.pdf - Bibliography

Download (21kB) | Preview

Abstract

Persoalan antara laki-laki dan perempuan sangat ramai diperbincangkan mulai dari isu-isu perempuan, yang menyangkut hak-hak dasar mereka yang terabaikan, terpinggirkan atau tertindas, oleh sistem yang berlaku dimasyarakat. S peran agama terlibat dalam arus budaya yang bersikap tidak adil terhadap kaum perempuan. Agama dan sistem budaya terjadi tarik menarik yang memberikan kekuatan besar bagi terciptanya subordinasi dan ketertindasan kaum perempuan. ketidakadilan gender telah termanifestasi dalam berbagai bentuk seperti marginalisasi perempuan disektor ekonomi, subordinasi perempuan dalam keputusan politik, pembentukan stereotype atau pelabelan negatif, kekerasan terhadap perempuan, distribusi beban kerja yang tidak adil, serta minimnya sosialisasi ideologi nilai peran gender. Melihat persoalam diatas, kaum feminis tergugah hatinya untuk mencetuskan piranti keislaman berperspektif keadilan gender untuk mendekontruksi teks-teks keagamaan dalam usahanya mewujudkan keadilan dan kesetaraan gender dalam Islam. Kaum feminis Islam yang berpegang dengan al qur’an mencoba melihat kembali penafsiran ayat al qur’an yag memiliki bias gender yang menomorduakan perempuan yang harus dikaji ulang sehingga tidak terjadi kesalah pemaknaan. Penulis mengunakan penelitian kepustakaan (library research), artinya pengumpulan data yang dilakukan dengan bersumber dari buku-buku dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan penulis adalah deskriptif komparatif-analitis. Sehingga penulis dapat menggambarkan secara komprehensif pemikiran Nasaruddin Umar dan K.H. Husein Muhammad mengenai keadilan gender. Perbedaan Pemikiran Nasaruddin Umar dan KH. Husein Muhammad terletak pada metode pendekatan kesetaraan gender. Nasaruddin lebih menggunakan metode model pembacaan kontekstual dengan melakukan pembahasannya pada penafsiran terhadap al-Qur’an dengan menggunakan prespektif keadilan gender dalam mengungkapkan relasi sosial antara laki-laki dan perempuan. Sedangkan Husein Muhammad dikenal sebagai ‘Kiai Feminis” ini mengugkapkan bahwa ada kesenjangan dan ketimpangan antara idealitas agama dan realitas sosial. Husein Muhammad, juga memberikan warna baru dalam fiqh maupun penafsiran yang selama ini bersifat patriarki, menjadi lebih peka terhadap perkembangan zaman dan ramah terhadap perempuan dengan menggunakan analisis gender. Pemikiran keduanya dipengaruhi oleh faktor pendidikan, perjalanan intelektual dan pendekatan yang digunakan.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Kesetaraan Gender dalam Islam
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.5 Islamic ethics, practice > 297.56 Specific moral issues
300 Social sciences > 305 Social groups
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Aqidah Filsafat
Additional Information: Pembimbing: Dra. Hj. Munawaroh Thowaf, M.Ag.; Rokhmah Ulfah, M.Ag.
Depositing User: Nur yadi
Date Deposited: 03 Dec 2014 01:52
Last Modified: 03 Dec 2014 01:52
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/2829

Actions (login required)

View Item View Item