Konsep keadilan dalam Serat Kalatidha karya Raden Ngabehi Ranggawarsita

Kholidah, Nikmatul (2014) Konsep keadilan dalam Serat Kalatidha karya Raden Ngabehi Ranggawarsita. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
104111007_coverdll.pdf - Accepted Version

Download (479kB) | Preview
[img]
Preview
Text
104111007_Bab1.pdf - Accepted Version

Download (112kB) | Preview
[img]
Preview
Text
104111007_Bab2.pdf - Accepted Version

Download (154kB) | Preview
[img]
Preview
Text
104111007_Bab3.pdf - Accepted Version

Download (155kB) | Preview
[img]
Preview
Text
104111007_Bab4.pdf - Accepted Version

Download (75kB) | Preview
[img]
Preview
Text
104111007_Bab5.pdf - Accepted Version

Download (12kB) | Preview
[img]
Preview
Text
104111007_Bibliografi.pdf - Bibliography

Download (15kB) | Preview

Abstract

Keadilan merupakan salah satu ajaran pokok Islam yang terlupakan dalam hidup dan kehidupan. Keadilan merupakan salah satu ajaran Islam yang banyak dilupakan oleh para pemeluk Islam sendiri. Keadilan dalam budaya atau etika Jawa menempati sendi penting dalam interaksi sosial, hal itu terlihat dalam ungkapan ‘aja mban cindhe mban siladan’ maksudnya (jangan berlaku pilih kasih/ membeda-bedakan), norma sosial tersebut sebagai tuntutan sosial terutama bagi seseorang yang menempati posisi sebagai pemimpin, baik pemimpin keluarga, masyarakat, negara atau pemerintahan. Keadilan menjadi suatu hal yang langka ditemukan pada masa sekarang. Maka dari itu penulis mencoba memberikan gambaran sedikit tentang keadilan dalam prinsip etika menurut Raden Ngabehi Ranggawarsita. Raden Ngabehi Ranggawarsita menunjukkan suatu perhatian tehadap standar keadilan yang mengandung nilai-nilai Islam dan budaya Jawa. Raden Ngabehi Ranggawarsita mengatakan bahwa keadilan hanya dapat terwujud jika setiap individu menjauhkan diri dari sifat pamrih pribadi. Keadilan tidak akan tercipta jika hati seseorang masih diliputi rasa pamrih, karena sifat pamrih pada diri seseorang dapat mendorong seseorang melakukan perbuatan fitnah demi kepentingan pribadi yang dapat dikategorikan sebagai tindakan kolusi yang menutup ruang bagi terciptanya keadilan. Pada umumnya, rasa pamrih pribadi akan menjerumuskan seseorang pada kejahatan yang justru menggagalkan cita-cita luhur yang diupayakannya. R. Ng. Ranggawarsita juga mengatakan bahwa pemimpin harus menegakkan nilai-nilai keadilan untuk semua kelompok, golongan dan lapisan agar tercipta kedamaian di bumi ini dan juga seluruh dunia. Keadilan merupakan prasarat utama bagi terwujudnya kebahagiaan dan kedamaian dunia. Untuk mewujudkan keadilan harus didasari dengan keimanan dan ketaqwaan karena iman dan taqwa itulah yang akan membimbing seseorang untuk mampu berbuat adil. Iman dan takwa adalah obor penerang yang mampu membimbing jiwa manusia kepada kebenaran dan keadilan. Hal ini penting karena diharapkan setiap pemimpin negara tersebut memiliki sifat adil sehingga mengedepankan kepentingan masyarakat dan agama di atas kepentingan pribadi dan golongan. Keadilan merupakan sendi kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat, oleh karena itu jika prinsip keadilan ini ditegakkan, niscaya akan terwujudlah kesejahteraan dan kemakmuran. Seperti itulah gambaran singkat tentang keadilan dalam prinsip etika menurut Raden Ngabehi Ranggawarsita.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Keadilan
Subjects: 100 Philosophy and psychology > 170 Ethics (Moral philosophy) > 172 Political ethics
200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.01 Philosophy and Theory of Islam
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Aqidah Filsafat
Additional Information: Pembimbing: Prof. Dr. Hj. Sri Suhandjati ; Bahron Anshori, M.Ag.
Depositing User: Nur yadi
Date Deposited: 05 Dec 2014 09:36
Last Modified: 05 Dec 2014 09:36
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/2854

Actions (login required)

View Item View Item