Urgensi Konsep Distansi Menurut Paul Ricoeur bagi Metode Kontemporer Tafsir Al-Qur’an

Haidar, Hamdan Habib (2012) Urgensi Konsep Distansi Menurut Paul Ricoeur bagi Metode Kontemporer Tafsir Al-Qur’an. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
084211015_Coverdll.pdf - Accepted Version

Download (347kB) | Preview
[img]
Preview
Text
084211015_Bab1.pdf - Accepted Version

Download (68kB) | Preview
[img]
Preview
Text
084211015_Bab2.pdf - Accepted Version

Download (95kB) | Preview
[img]
Preview
Text
084211015_Bab3.pdf - Accepted Version

Download (125kB) | Preview
[img]
Preview
Text
084211015_Bab4.pdf - Accepted Version

Download (212kB) | Preview
[img]
Preview
Text
084211015_Bab5.pdf - Accepted Version

Download (25kB) | Preview
[img]
Preview
Text
084211015_Bibliografi.pdf - Bibliography

Download (18kB) | Preview

Abstract

Suatu penelitian mengenai temuan “distansi” setelah proses penyelaman ke dalam hermeneutika Paul Ricoeur. Permasalahan dalam penelitian ini adalah apa urgensi konsep distansi bagi metode kontemporer tafsir Al-Qur’an? Untuk memperoleh data terkait dengan penelitian, digunakan teknik-teknik pengumpulan data kualitatif yang meliputi teknik dokumentasi. Hasil perolehan data kemudian dianalisis dengan landasan teknik deskriptif kualitatif di mana hasil analisa akan dipaparkan secara menyeluruh sebagai satu kesatuan dan tidak dipisah-pisahkan. Dalam kajian tafsir tahap persiapan sebelum tindak penafsiran adalah penting. Sebagai tindakan subjektifitas, upaya ini dilakukan untuk menghindari kekeliruan dan kesamaran pada tahap penafsiran. Dengan maksud mendapatkan urgensi bagi khazanah metodologi tafsir kontemporer. Pelacakan distansi dalam metode tafsir mengarahkan pada unsur sebagai berikit: 1. Pengambilan-jarak dari pengarang, yang dimaksud dengan tujuan teks dapat dibaca (ditafsirkan) secara luas, sesuai dengan tujuan tafsir kontekstual, di mana sebagian pemikir tafsir kontemporer merekomendasikan agar Al-Qur’an dapat ditafsirkan secara temporal. 2. Pengambilan-jarak dunia dari karya tertentu, lagi-lagi sesuai dengan tujuan tafsir kontekstual yang melihat sisi penurunan Al-Qur’an, memberikan kesempatan bagi setiap penafsir untuk dapat menafsirkan dengan melalui tanda-tanda yang muncul pada historis penurunan atau yang nampak pada ayat-ayat Al-Qur’an itu sendiri. Term ini menganjurkan mufassir untuk mengetahui aspek turunnya Al-Qur’an, kemudian ditafsirkan dengan sesuatu yang kontekstual. 3. Pengambilan-jarak dalam dunia teks, menuntut untuk menafsirkan secara objektif dan mampu untuk memilih mana yang lebih baik tafsirannya dengan yang bukan. 4. Pengambilan-jarak dari dirinya sendiri, merupakan aspek yang fundamental sebagai seorang mufassir, adalah orang yang mampu menghindari kehendak nafsunya. Syarat ini sangat sesuai dengan syarat yang telah di mufakatkan sebagian banyak ulama’ tafsir, yakni menghindari hawa nafsu. Sebagai hasil penelitian ini didapat kesimpulan berupa sintesis yang memberikan statement bahwa urgensi distansi yang ditawarkan Ricoeur mengarah kepada tafsir kontekstual. Maka teori ini tergolong pada metode tafsir kontemporer. Selain itu, urgensi yang didapat adalah, ketika memperbincangkan kapasitas seorang mufassir. Jika seorang awam yang hendak menafsirkan Al-Qur’an, tidak mampu menguasai distansi dalam dirinya sendiri, maka hendaknya mengikuti (itba’) kepada mufassir ataupun tokoh yang lebih berkompeten dalam bidang tafsir Al-Qur’an.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Tafsir Al-Qur’an; Konsep Distansi; Hermeunetika al-Qur'an
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.122 Al-Quran > 297.1226 Interpretation and Criticism
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Tafsir Hadis
Depositing User: Nur yadi
Date Deposited: 28 Nov 2013 03:12
Last Modified: 28 Nov 2013 03:12
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/292

Actions (login required)

View Item View Item