Doa menurut Mu’tazilah (study analisis)

Ahnafuddin, Muhammad (2011) Doa menurut Mu’tazilah (study analisis). Undergraduate (S1) thesis, IAIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
64111001_Coverdll.pdf - Accepted Version

Download (784kB) | Preview
[img]
Preview
Text
64111001_BAB I.pdf - Accepted Version

Download (103kB) | Preview
[img]
Preview
Text
64111001_BAB II.pdf - Accepted Version

Download (124kB) | Preview
[img]
Preview
Text
64111001_BAB III.pdf - Accepted Version

Download (94kB) | Preview
[img]
Preview
Text
64111001_BAB IV.pdf - Accepted Version

Download (102kB) | Preview
[img]
Preview
Text
64111001_BAB V.pdf - Accepted Version

Download (18kB) | Preview
[img]
Preview
Text
64111001_Bibliografi.pdf - Bibliography

Download (5kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini mencoba untuk mendeskripsikan doa menurut kaum Mu’tazilah dengan menggunakan metode library reseach (penelitian pustaka) dengan analisis isi dan deskripsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Bagaimana konsep doa menurut mu’tazilah? 2) Apa peranan doa bagi kaum Mu’tazilah? Hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah: 1. Doa menurut mu’tazilah adalah pengungkapkan hasrat dalam diri manusia mengenai harapan dan keinginan yang disampaikan langsung kepada diri manusia sendiri maupun kepada Allah SWT. 2. Doa adalah sarana jembatan kesadaran diri manusia sebagai hamba dan kesadaran manusia akan kekuasaan Allah SWT., yang berwujud pola komunikasi sebagai bentuk media memberitahukan hasrat hidup sebagai manusia. Dimensi ini dilakukan dengan langsung secara verbal (lisan), dan sunnatullah sebagai manusia. Hal ini dapat diketahui dari uraian mu’tazilah yang masih mempercayai wahyu (al-quran). Wahyu berperan sebagai pemberi informasi dan konfirmasi. Memperkuat apa yang telah diketahui manusia melalui akal. 3. Doa mempunyai peranan yang sangat penting menurut mu’tazilah. Manusia memiliki segala daya yang telah diciptakan Tuhan untuk berbuat. Kaum mu’tazilah memposisikan usaha sebagai suatu hal yang dikerjakan oleh manusia, tanpa perlu campur tangan Tuhan. Namun, dengan adanya sebentuk pengharapan manusia atas apa yang diinginkan, merupakan bukti bahwa secara implisit manusia berharap akan sesuatu, dan hal itu merupakan indikator yang kuat bahwa doa merupakan suatu hal yang penting bagi kehidupan. Dari analisa atas doktrin-diktrin yang diajarkan Mu’tazilah seperti; kehendak bebas manusia, keadilan Tuhan, dan hubungannya dengan sunatullah, maka secara implisit memberikan pengertian bahwa doa masih berguna bagi kaum mu’tazilah. Berlandaskan argumentasi rasional dijelaskan bahwa doa merupakan bentuk energi yang paling kuat yang bisa dihasilkan oleh manusia. Kekuatan ini nyata seperti halnya daya tarik bumi (law of attraction). Adapun peranan doa menurut mu’tazilah tersebut dapat juga dilihat dari 2 aspek/sisi: a) Sisi Psikologis Secara psikologis, dengan berdoa, diri manusia akan selalu terarahkan pada apa yang diharapkannya. Hal tersebut dapat kita pahami dengan tiga langkah. Petama, Meminta (berdoa), kedua adalah menjawab (mengkabulkan) dan ketiga adalah menerima, di mana manusia harus memposisikan diri agar sejalan dengan apa yang mereka minta. b) Sisi Hukum Alam (Sunnatullah) Doa yang diungkapkan kepada Allah SWT. bukan hal-hal yang bertentangan dengan sunnatullah. Kaum mu’tazilah percaya pada hukum alam atau sunnah Allah yang menganut perjalanan kosmos dan dengan demikian menganut paham determinisme. Seperti semua hukum alam, ada kesempurnaan total dalam hukum tersebut. Manusia mencipta hidup mereka. Apapun yang manusia tanam, akan mereka tuai. Pikiran-pikiran (harapan/doa) manusia adalah benih, dan panen yang akan mereka petik akan bergantung pada benih yang mereka tanam. Apa yang sedang manusia pikirkan saat ini merupakan penciptaan masa depan mereka. Manusia menciptakan hidup mereka dengan pikiran-pikiran mereka. Karena manusia selalu berfikir, manusia selalu mencipta. Apa yang paling manusia pikirkan (dominan) atau fokuskan adalah apa yang akan muncul dalam hidup mereka.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Doa; Mu’tazilah
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.3 Islamic Worship / Ibadah > 297.38 Rites, prayer
200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.8 Islamic sects > 297.83 Other sects
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Aqidah Filsafat
Additional Information: Pembimbing: Drs. H. M. Nasuha, M.SI.; Dra. Yusriyah, M.Ag.
Depositing User: Nur yadi
Date Deposited: 12 Dec 2014 07:30
Last Modified: 12 Dec 2014 07:30
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/2969

Actions (login required)

View Item View Item