Kenabian Muhammad dalam Pandangan John Wansbrough (Studi Analisis Pemahaman John Wansbrough terhadap Ayat-Ayat Kenabian Muhammad)

Yuniarti, Yuniarti (2012) Kenabian Muhammad dalam Pandangan John Wansbrough (Studi Analisis Pemahaman John Wansbrough terhadap Ayat-Ayat Kenabian Muhammad). Undergraduate (S1) thesis, IAIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
084211026_Coverdll.pdf - Accepted Version

Download (691kB) | Preview
[img]
Preview
Text
084211026_Bab1.pdf - Accepted Version

Download (110kB) | Preview
[img]
Preview
Text
084211026_Bab2.pdf - Accepted Version

Download (171kB) | Preview
[img]
Preview
Text
084211026_Bab3.pdf - Accepted Version

Download (66kB) | Preview
[img]
Preview
Text
084211026_Bab4.pdf - Accepted Version

Download (189kB) | Preview
[img]
Preview
Text
084211026_Bab5.pdf - Accepted Version

Download (27kB) | Preview
[img]
Preview
Text
084211026_Bibliografi.pdf - Bibliography

Download (25kB) | Preview

Abstract

Dalam al-Quran terdapat ayat-ayat yang menjelaskan tentang Nabi Muhammad, Allah menyatakan secara gamblang betapa penting kedudukan Nabi di tengah seluruh ciptaan-Nya. Diantaranya dalam QS. al-Hadid ayat 25 yang artinya: "Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata, dan telah kami turunkan bersama mereka kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat menegakkan keadilan." Selain itu juga dalam QS. al-Ahzab ayat 45-46 yang artinya: "Wahai Nabi, sesungguhnya Kami mengutusmu untuk jadi saksi dan pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan. Dan bahwa setiap kaum akan diutus seorang rasul untuk membimbing umat manusia,". Sebagaimana tertera dalam QS. Yunus: 47 yang artinya: "tiap-tiap umat mempunyai rasul, maka apabila telah datang rasul mereka, diberikanlah keputusan antara mereka dengan adil dan mereka sedikitpun tidak dianiaya. " Pada tataran tersebut, tidak ada yang meragukan bahwa Nabi adalah tokoh penting dalam Islam sebagai pembawa wahyu Tuhan. yang telah ditegaskan, bahwa secara normatif Allah SWT mengutus para nabi dan para utusan sebagai pemberi kabar gembira dan pembawa berita ancaman. Ini sebagai jalan untuk mendapatkan "petunjuk" dan bendera keutamaan dari Tuhan, menunjukan umat kepada kebahagiaan, menyelamatkan manusia dari cengkeraman syirik dan keberhalaan, menuntun manusia ke derajat yang lebih tinggi, dan tentu saja mencari metode yang pas untuk membangun masyarakat yang sejahtera dan humanis, nabi dan rasul "diturunkan" Allah, tentu saja memiliki peran yang tidak biasa, sebagaimana manusia-manusia yang lain, tetapi memiliki tanggung jawab besar untuk melakukan revolusi-revolusi yang berguna bagi umat manusia. Dan yang menjadi pokok masalah bagaimana pemikiran John Wansbrough mengenai ayat-ayat kenabian Muhammad serta apa yang menjadi latar belakang John Wansbrough dalam mengkaji ayat-ayat kenabian Muhammad ditinjau dari kaedah-kaedah penafsiran al-Quran . Metode penelitian Skripsi ini bercorak library research, dalam arti semua sumber datanya berasal dari bahan-bahan tertulis yang berkaitan dengan topik yang dibahas. Untuk memudahkan pelacakan isi yang berkaitan dengan kenabian Muhammad menurut John Wansbrough penulis buku Qur'anic Studies dan The Sectarian Millieu serta buku-buku yang berkaitan dengan peembahasan di atas sebagai buku pegangan dalam menulis Skripsi ini, sedangkan dalam menganalisis data, peneliti menggunakan metode Analisis isi dan Hermeneutik. Hasil pembahasan menunjukan bahwa dalam pandangan John Wansbrough kenabian Muhammad adalah sebuah imitasi dari kenabian Nabi Musa dan kenabian Muhammad itu adalah menunjukan kerendahan beliau dibanding dengan nabi-nabi sebelumnya menurut John Wansbrough dalam QS. Al-Baqoroh: 37, 124, 253, QS. an-Nisa: 164, 171, dan QS. al-A'rof: 143, an-Naml: 8-12 itu semua menunjukan kelebihan nabi-nabi sebelumnya. Dan berbagai pandangan negatif yang dilontarkan John Wansbrough atas kenabian Muhammad termasuk al-Quran yang diterima Nabi Muhammad adalah ayat-ayat setan. Padahal dalam al-Quran sudah sangat jelas menunjukan bahwa Nabi adalah seorang utusan dari Allah untuk seluruh umat manusia dan dia bukan imitasi dari Nabi Musa namun sebagai penerus dan pelengkap para nabi sebelumnya. Dan dari semua keistimewaan para nabi sebelumnya Nabi Muhammad juga lebih di istemeweakan karena beliau mendapatkan Mu'jizat yang sangat agung dari kalam Allah sendiri yaitu al-Quran. Jadi dari sini kita tahu bahwa penafsiran John Wansbrough itu sangat menyeleweng dari kaedah penafsiran al-Quran dan dari rukun iman yang kita percaya selama ini.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Kenabian Muhammad; Ayat-ayat Kenabian
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.122 Al-Quran > 297.1229 Individual Suras and Groups of Suras
200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.6 Islamic history > 297.63 Muhammad the Prophet
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Tafsir Hadis
Depositing User: Nur yadi
Date Deposited: 28 Nov 2013 03:48
Last Modified: 28 Nov 2013 03:48
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/298

Actions (login required)

View Item View Item