Penyelenggaraan Kursus Calon Pengantin (SUSCATIN) oleh KUA di kecamatan Pagedongan kabupaten Banjarnegara (studi kasus di KUA kecamatan Pagedongan kabupaten Banjarnegara)

Chalida, Diah Maziatu (2010) Penyelenggaraan Kursus Calon Pengantin (SUSCATIN) oleh KUA di kecamatan Pagedongan kabupaten Banjarnegara (studi kasus di KUA kecamatan Pagedongan kabupaten Banjarnegara). Undergraduate (S1) thesis, IAIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
042111147_Coverdll.pdf - Accepted Version

Download (241kB) | Preview
[img]
Preview
Text
042111147_Bab1.pdf - Accepted Version

Download (103kB) | Preview
[img]
Preview
Text
042111147_Bab2.pdf - Accepted Version

Download (103kB) | Preview
[img]
Preview
Text
042111147_Bab3.pdf - Accepted Version

Download (113kB) | Preview
[img]
Preview
Text
042111147_Bab4.pdf - Accepted Version

Download (168kB) | Preview
[img]
Preview
Text
042111147_Bab5.pdf - Accepted Version

Download (15kB) | Preview
[img]
Preview
Text
042111147_Bibliografi.pdf - Bibliography

Download (17kB) | Preview

Abstract

Permasalahan keluarga yang terjadi dimasyarakat menyebabkan Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Agama berinisiatif melaksanakan program suscatin, program ini diharapkan mampu untuk meningkatkan kualitas keluarga yang baik. Tingginya angka perceraian, terutama pada usia pernikahan kurang dari 5 tahun dan banyaknya kasus kekerasan dalam rumah tangga merupakan sebab dikeluarkannya Keputusan Menteri Agama dan juga Surat Edaran dari Dirjen Bimas Islam. Peraturan tersebut mengamanatkan bahwa pengetahuan tentang pekawinan haruslah diberikan sedini mungkin, sejak sebelum berlangsungnya perkawinan, yaitu melalui kursus calon pengantin (suscatin). Program ini dimasukkan kedalam salah satu proses dan prosedur perkawinan dan wajib diikuti oleh calon pengantin yang mau menikah. Materi pelajaran yang diberikan meliputi 7 aspek, yaitu ; tata cara dan prosedur perkawinan, pengetahuan agama, peraturan perundang-undangan dibidang perkawinan dan keluarga, kesehatan dan reproduksi, manajemen keluarga, psikologi perkawinan dan keluarga serta hak dan kewajiban suami istri. Kursus calon pengantin ini dilaksanakan setiap 3 bulan sekali dengan waktu pelajaran selama 1 hari (24 jam), adapun narasumbernya adalah dari berbagai pihak antara lain ; KUA, Pengadilan Agama, BKKBN, Puskesmas, BP4, PKK dan kadang dihadirkan pula dari para praktisi lainnya. Penyusunan skripsi ini, menggunakan jenis penelitian lapangan (field research). Data primer, yaitu hasil wawancara dan dokumen yang relevan dengan tema skripsi, sedangkan data sekunder , yaitu literatur lainnya yang relevan dengan judul skripsi ini. Metode analisisnya adalah deskriptif analitis berdasarkan data langsung dari subyek penelitian. Oleh karena itu pengumpulan dan analisis data dilakukan secara bersamaan, bukan terpisah sebagaimana penelitian kuantitatif. Setelah dilakukan penelitian tersebut, maka diambil kesimpulan bahwa pelaksanaan kursus calon pengantin oleh KUA di Kecamatan Pagedongan sangat tepat dan penting mengingat masih banyaknya calon pengantin yang belum paham arti sebuah perkawinan, sehingga kekurang pahamannya mengakibatkan masih banyaknya perceraian dan KDRT, dan telah sesuai dengan payung hukum yang ada.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Kursus Calon Pengantin; Kantor Urusan Agama (KUA)
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.5 Islamic ethics, practice > 297.57 Religious experience, life, practice > 297.577 Marriage and family life
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Ahwal Syakhsiyyah
Additional Information: Pembimbing: M. Arifin, S.Ag., M.Hum.
Depositing User: Nur yadi
Date Deposited: 19 Dec 2014 04:38
Last Modified: 19 Dec 2014 04:38
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/3077

Actions (login required)

View Item View Item