Analisis pendapat Imam Syafi’i tentang zakat madu

Istiqomah, Istiqomah (2011) Analisis pendapat Imam Syafi’i tentang zakat madu. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
62311028_Coverdll.pdf - Accepted Version

Download (167kB) | Preview
[img]
Preview
Text
62311028_Bab1.pdf - Accepted Version

Download (242kB) | Preview
[img]
Preview
Text
62311028_Bab2.pdf - Accepted Version

Download (236kB) | Preview
[img]
Preview
Text
62311028_Bab3.pdf - Accepted Version

Download (225kB) | Preview
[img]
Preview
Text
62311028_Bab3.pdf - Accepted Version

Download (225kB) | Preview
[img]
Preview
Text
62311028_Bab4.pdf - Accepted Version

Download (282kB) | Preview
[img]
Preview
Text
62311028_Bab5.pdf - Accepted Version

Download (118kB) | Preview
[img]
Preview
Text
62311028_Bibliografi.pdf - Bibliography

Download (16kB) | Preview

Abstract

Madu (cairan yang dihasilkan oleh lebah) dalam kaitannya dengan masalah zakat memunculkan sebuah perdebatan diakalangan para fuqaha, dan apakah madu termasuk objek zakat atau bukan ?, karena dalam al-Qur’an sebagai sumber utama seringkali tidak secara eksplisit memaparkan ketentuan zakat harta kekayaan. Berkaitan dengan hal diatas, penelitian ini bertujuan mengungkap pendapat serta dalil –dalil yang digunakan oleh ulama fiqih di antaranya Imam Syafi’i yang berpendapat mengenai zakat madu yang pertama dalam qaul qadimnya yang menyatakan bahwa madu wajib dikeluarkan zakatnya sedang yang kedua dalam qaul jadidnya menyatakan bahwa madu tidak wajib dikeluarkan zakatnya. Metode penelitian ini menggunakan metode kepustakaan dengan metode Content analitis adalah suatu metode studi dan analisa data secara sistematis dan objektif tentang isi dari sebuah pesan suatu komunikasi, selanjutnya dianalisis dengan metode Deskriptif Analitis yaitu metode deskriptif ini digunakan untuk menggambarkan sifat suatu keadaan yang sementara berjalan pada saat penulisan dilakukan dan memeriksa sebab- sebab dari suatu gejala tertentu. Metode istinbath hukum yang digunakan oleh Imam Syafi’i adalah selain merujuk pada al-Qur’an dan al-Sunnah beliau juga menggunakan qiyas. Dimana dalam qaul qadimnya, beliau berpendapat bahwa madu wajib dikeluarkan zakatnya karena beliau merujuk pada hadits yang telah diriwayatkan oleh Bani Syababah yang mana Rasulullah SAW sendiri mengutus untuk memungut zakat madu sebesar 10%, sedang dalam qaul jadidnya beliau berpendapat bahwa madu tidak wajib dikeluarkan zakatnya karena menurut beliau bahwa madu tidak termasuk obyek zakat yang harus dizakati.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Zakat; Zakat Madu
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.5 Islamic ethics, practice > 297.54 Zakat (Wakaf, Hibah, Infak, Sedekah, dll.)
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Muamalah
Additional Information: Pembimbing: Dra. Hj. Noor Rosyidah, M. S.I.; Moh. Arifin, S.Ag., M.Hum.
Depositing User: Nur yadi
Date Deposited: 23 Dec 2014 06:08
Last Modified: 23 Dec 2014 06:08
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/3126

Actions (login required)

View Item View Item