Tinjauan Hukum Islam terhadap Pasal 55 KUHP tentang Menyuruhlakukan Tindak Pidana

Kiswandhi, Kiswandhi (2012) Tinjauan Hukum Islam terhadap Pasal 55 KUHP tentang Menyuruhlakukan Tindak Pidana. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
062211020_Coverdll.pdf - Accepted Version

Download (766kB) | Preview
[img]
Preview
Text
062211020_Bab1.pdf - Accepted Version

Download (93kB) | Preview
[img]
Preview
Text
062211020_Bab2.pdf - Accepted Version

Download (144kB) | Preview
[img]
Preview
Text
062211020_Bab3.pdf - Accepted Version

Download (90kB) | Preview
[img]
Preview
Text
062211020_Bab4.pdf - Accepted Version

Download (56kB) | Preview
[img]
Preview
Text
062211020_Bab5.pdf - Accepted Version

Download (10kB) | Preview
[img]
Preview
Text
062211020_Bibliografi.pdf - Bibliography

Download (13kB) | Preview

Abstract

Pembunuhan adalah perbuatan seseorang terhadap orang lain yang mengakibatkan hilangnya nyawa, baik perbuatan tersebut dilakukan dengan sengaja maupun tidak sengaja. Dalam surah Al-Baqarah ayat 178 dijelaskan hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu Qishas berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh, orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba, dan wanita dengan wanita. Adakala terjadinya tindak pidana disebabkan dua hal yaitu dari kehendak diri sendiri atau karena paksaan orang lain yang membuat orang melakukan suatu tindak pidana. Dimana orang yang menyurhlakukan berdalih agar tidak dikenai jeratan hukum. KUHP tampaknya tidak mampu mengantisipasi berulangnya tindak kejahatan pembunuhan dan memberikan efek jera. Sehingga menarik bagi penulis untuk melakukan penelitian terhadap fenomena ini. Bagaimana analisis hukum pidana Islam tentang menyuruh lakukan tindak pidana pembunuhan dalam pasal 55 KUHP, dan sanksi menyuruhlakukan tindak pidana pembunuhan dalam hukum pidana islam. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan menjadikan bahan pustaka sebagai sumber utama. Data primer sebagai sumber data yang menjadi acuan pokok dalam penelitian ini yaitu Kitab Undang-Undang Hukum Pidana ( KUHP), Data sekunder diperoleh dari fiqih jinayah, at- Tasy’ri al-Jinai al-Islami, Muqaranan bilqanun al-Wad’i. buku-buku, majalah, surat kabar yang membahas mengenai pokok masalah dalam penenlitian ini. Analisis dilakukan dengan metode content analysis bersamaan dengan penyajian data berdasarkan pendekatan penelitian, dengan metode diskriptif-analitik. Hasil penelitian menunjukkan pertama,bahwa setiap orang yang bersepakat dengan orang lain untuk melakukan suatu perbuatan yang dapat dijatuhi hukuman atasnya.Jika perbuatan pelaku tidak langsung bisa dipandang sebagai pelaku langsung, seperti pelaku langsung itu hanya sekadar alat yang digerakkan oleh pelaku tidak langsung, ia dijatuhi hukuman hudud atau qishas karena ia dikategorikan sebagai pelaku langsung, bukan sebagai pelaku tidak langsung. hukuman pelaku tidak langsung bisa lebih berat, sama berat atau lebih ringan daripada hukuman pelaku langsung, berdasarkan pertimbangan masing-masing pelaku, baik keadaanya maupun perbuatannya,Sedangkan menurut KUHP pasal 55 pelaku yang menyuruhlakukan, yang turut serta melakukan dan penganjur dipidana sebagai pembuat sesuatu perbuatan pidana

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Pasal 55 KUHP; Menyuruhlakukan Tindak Pidana
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.14 Religious Ceremonial Laws and Decisions
300 Social sciences > 340 Law > 345 Criminal law
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Jinayah Siyasah
Depositing User: Muhammad Qomarudin
Date Deposited: 28 Nov 2013 08:29
Last Modified: 28 Nov 2013 08:29
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/320

Actions (login required)

View Item View Item