Peranan Akal dan Qalb dalam Pendidikan Akhlaq (Studi Pemikiran Al-Ghazali)

Khafidhi, Khafidhi (2013) Peranan Akal dan Qalb dalam Pendidikan Akhlaq (Studi Pemikiran Al-Ghazali). Masters thesis, IAIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
Khafidhi_Tesis_Sinopsis.pdf - Accepted Version

Download (236kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Khafidhi_Tesis_Bab1.pdf - Accepted Version

Download (73kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Khafidhi_Tesis_Bab5.pdf - Accepted Version

Download (28kB) | Preview

Abstract

Tesis yang berjudul “Peranan Akal dan Qalb dalam Pendidikan Akhlaq (Studi Pemikiran Al-Ghazali)” bertujuan untuk menginterpretasikan konsepsi al-Ghazali tentang potensi akal dan qalb perannya terhadap pendidikan akhlaq. Dalam rangka mencari tujuan tersebut peneliti mengumpulkan dan memadukan beberapa data yang sudah terkumpul berdasarkan proses penggambaran, pemaparan dan hasil interpretasi pemikiran al-Ghazali kemudian dianalisis dengan metode deskriptif analisis, dengan pendekatan filosofis sehingga menghasilkan wacana yang kaya dan reflektif yang sangat perlu untuk mengisi khazanah wacana intelektual. Al-Ghazali memadang akal dan qalb dari dua tinjauan yaitu fisik dan psikis, yang keduanya mempunyai wilayah sendiri-sendiri dalam aktualisasinya. Proses kerja akal lebih mengedepankan sisi realita empiris dan mengetahui secara terbatas. Dalam hal ini bukan berarti al-Ghazali menganggap remeh akal yang berupa fisik, karena di satu sisi akal fisik juga berperan menangkap dunia fenomena alam. sedangkan qalb berperan mengetahui hal-hal yang bersifat abstrak dan metafisik. Dalam hal ini al-Ghazali lebih menitik beratkan perhatiannya pada sisi pasikisnya atau ruhaniyahnya karena menurutnya keberadaan ruhaniyyah menjadi bagian paling vital dalam merubah dan membangun tatanan perilaku manusia. Hal ini karena ketika kedua potensi tersebut hanya dipandang dari aspek fisiknya saja merupakan permasalahan yang terkait erat dengan dunia medis dan mudah untuk diobati. Al-Ghazali juga memposisikan kedua potensi tersebut pada tempat yang tinggi dalam perannya membentuk perilaku yang baik. Peranan akal sebagai yang merancang dan menentukan sedangkan hati sebagai pemutus apakah akan dilakukan atau tidak. Menurut Al-Ghazali, puncak kesempurnaan manusia ialah seimbangnya peran akal dan hati dalam membina ruh manusia. Jadi sasaran inti dari pendidikan adalah kesempurnaan akhlaq manusia dengan cara membina ruhnya. Sedangkan komponen pendukung sempurnanya insan ialah keseimbangan antara daya pikir (akal) dan daya rasa (qalb). Al-Ghazali memberikan tamsil dengan menjelaskan orang yang menggunakan akalnya yang berlebih-lebihan tentu akan akal-akalan, sedang yang 'menganggurkannya' akan bodoh. Artinya harus seimbang dalam aktualisasinya. Jadi pendidikan dikatakan sukses membidik sasaran sekiranya mampu mencetak manusia yang berakhlaq al-karimah Akal dan qalb kedua merupakan potensi inner potensial yang berperan dalam ranah humanistik, baik yang berupa daya kognisi, persepsi, dan lainnya dalam upaya membentuk tatanan akhlaq yang baik. Yang menjadi penting untuk diperhatikan adalah terbentuknya tatanan akhlaq yang baik didasari dengan adanya empat daya yang dimiliki oleh manusia, yaitu kekuatan akal atau ilmu, kekuatan ghadhab, kekuatan syahwat, dan kekuatan adil. Keempat kekuatan tersebut akan memunculkan esensi yang berupa hikmah, syaja’ah, ‘iffah dan ‘adl. Kekuatan adillah yang mempunyai peran untuk mentralisir semua daya tersebut yang nantinya akan memunculkan perilaku yang baik. Adapun konsep akhlaq yang dipaparkan oleh al-ghazali pada dasarnya lebih terarah pada sisi ruhaniyah, meskipun ada dua esensi yang secara lafdhiyahnya berbeda, yaitu khalqu (lahiriyyah) dan khuluq (bathiniyyah) namun pada tataran teoritis dan praktis keduanya tidak bisa bekerja sendiri-sendiri.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Akal dan Qalb, Pendidikan Akhlak, Brain and Heart, Islamic Ethic, Moral Education
Subjects: 100 Philosophy and psychology > 170 Ethics (Moral philosophy) > 179 Other ethical norms
200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.5 Islamic ethics, practice > 297.56 Specific moral issues
Divisions: Program Pascasarjana > Program Master (S2)
Depositing User: Miswan Miswan
Date Deposited: 09 Sep 2013 05:41
Last Modified: 09 Sep 2013 05:41
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/33

Actions (login required)

View Item View Item