Bimbingan keagamaan menggunakan terapi SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique) untuk mengembangkan self control (studi analisis warga binaan di Madrasah Diniyah At-Taubah Lapas Klas 1 Kedungpane Semarang)

Afriansyah, Asep (2014) Bimbingan keagamaan menggunakan terapi SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique) untuk mengembangkan self control (studi analisis warga binaan di Madrasah Diniyah At-Taubah Lapas Klas 1 Kedungpane Semarang). Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
0911111009_Coverdll.pdf - Accepted Version

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
0911111009_Bab1.pdf - Accepted Version

Download (272kB) | Preview
[img]
Preview
Text
0911111009_Bab2.pdf - Accepted Version

Download (554kB) | Preview
[img]
Preview
Text
0911111009_Bab3.pdf - Accepted Version

Download (332kB) | Preview
[img]
Preview
Text
0911111009_Bab4.pdf - Accepted Version

Download (191kB) | Preview
[img]
Preview
Text
0911111009_Bab5.pdf - Accepted Version

Download (163kB) | Preview
[img]
Preview
Text
0911111009_Bibliografi.pdf - Bibliography

Download (70kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Data-data diperoleh dari dua sumber yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari sembilan warga binaan, mentor/pembina, dan Kepala seksi bimbingan kemasyarakatan (Bimkes). Data sekunder berupa buku-buku/ jurnal tentang bimbingan keagamaan, terapi SEFT, self control, dokumentasi bimbingan keagamaan di Lapas Klas 1 Kedungpane Semarang. Pengumpulan data menggunakan beberapa metode, yaitu: wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dikelompokkan dalam satu kategori dan dianalisis secara kualitatif dengan menggunakan metode analisis kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa. Pertama, pelaksanaan bimbingan keagamaan menggunaan terapi SEFT untuk mengembangkan self control (kontrol diri) pada warga binaan di Madrasah Diniyah At-Taubah Lapas Klas I Kedungpane Semarang meliputi beberapa tahap, yaitu: Tahap persiapan, Tahap pelaksanaan, Tahap evaluasi atau penilaian. Kedua faktor penghambat dan pendukung pelaksanaan bimbingan keagamaan menggunakan terapi SEFT untuk menggembangkan self control adalah sebagai berikut: 1). Faktor penghambat, yaitu: terjadinya double jobs pada pembimbing/mentor, warga binaan merasa malas dalam mengikuti kegiatan bimbingan keagamaan, keterbatasan dana dan fasilitas, adanya benturan waktu antara jam besuk dan kegiatan bimbingan keagamaan; 2). Faktor Pendukung, yaitu: keikhlasan dan kesabaran pembimbing, adanya dukungan dan motivasi dari keluarga, warga binaan dan lembaga pemasyarakatan.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Bimbingan Keagamaan; Terapi SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique); Self Control; Lembaga pemasyarakatan
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.3 Islamic Worship / Ibadah > 297.39 Other Practices (Incl. Halal Food, Syirik, Munafiq)
200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.5 Islamic ethics, practice > 297.56 Specific moral issues
300 Social sciences > 360 Social services; association > 365 Penal and related institutions
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Bimbingan dan Penyuluhan Islam
Additional Information: Pembimbing: Dr. H. Abu Rohmad, M.Ag.; Hj. Widayat Mintarsih, M.Pd.
Depositing User: Nur yadi
Date Deposited: 06 Feb 2015 10:28
Last Modified: 06 Feb 2015 10:28
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/3436

Actions (login required)

View Item View Item