Pemikiran K.H. Abdurrahman Wahid tentang dakwah tanpa kekerasan

Mustakharoh, Fajriatul (2014) Pemikiran K.H. Abdurrahman Wahid tentang dakwah tanpa kekerasan. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
101211052_Coverdll.pdf - Accepted Version

Download (260kB) | Preview
[img]
Preview
Text
101211052_Bab1.pdf - Accepted Version

Download (272kB) | Preview
[img]
Preview
Text
101211052_Bab1.pdf - Accepted Version

Download (272kB) | Preview
[img]
Preview
Text
101211052_Bab2.pdf - Accepted Version

Download (229kB) | Preview
[img]
Preview
Text
101211052_Bab3.pdf - Accepted Version

Download (235kB) | Preview
[img]
Preview
Text
101211052_Bab4.pdf - Accepted Version

Download (187kB) | Preview
[img]
Preview
Text
101211052_Bab5.pdf - Accepted Version

Download (54kB) | Preview
[img]
Preview
Text
101211052_Bibliografi.pdf - Bibliography

Download (103kB) | Preview

Abstract

Penelitian yang berjudul Pemikiran K.H. Abdurrahman Wahid tentang Dakwah tanpa Kekerasan. Dilatarbelakangi dengan adanya kondisi Indonesia yang memiliki bermacam-macam faham di dalam agama Islam yang sering memicu sebuah konflik, sehingga tercetuslah pemikiran Gus Dur sebagai tokoh pluralisme dengan jalan damai memecahkan sebuah konflik yang terjadi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang memfokuskan diri pada studi kepustakaan (library research) dan membahas tentang dakwah tanpa kekerasan yang dikonsepkan oleh Gus Dur untuk pengembangan dakwah Islam di tengah masyarakat yang beragam seperti Indonesia. Adapun tujuannya adalah: untuk mengetahui pemikiran K.H. Abdurrahman Wahid tentang dakwah tanpa kekerasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dakwah tanpa kekerasan yang dikonsepkan oleh K.H. Abdurrahman Wahid adalah hidup bersama untuk saling menghargai paham dan pendapat orang lain, meliputi suku bangsa, keyakinan beragama, dan lain-lain. Dalam menghargai hak dan pendapat orang lain merupakan tasamuh (toleransi) antar umat manusia yang akan menciptakan kedamaian dunia, memangkas sekat-sekat pemisah untuk saling berinteraksi dengan damai. Selain itu, bentuk humanisme dimana umat muslim seharusnya melindungi keberagamaan faham agama lain untuk menunjukkan kebesaran Islam yang cinta damai. Gus Dur memasyarakatkan Islam di tengah pluralitas bangsa Indonesia yang diadaptasikan dalam bentuk akulturasi budaya. Kondisi masyarakat Indonesia sangat membutuhkan toleransi yang tinggi dalam segala sisi kehidupan, termasuk juga dalam melakukan dakwah. Apalagi dalam kehidupan keagamaan saat ini, prasangka terhadap sesama umat beragama dan antar umat beragama masih ada. Penyampaian Islam tidak bisa dilakukan dengan pemaksaan karena kandungan isi dalam berdakwah tidak bisa diterima dengan penuh kesadaran.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Metode dakwah; Dakwah tanpa kekerasan
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.7 Propagation of Islam > 297.74 Dakwah
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Komunikasi dan Penyiaran Islam
Additional Information: Pembimbing: Drs. H. Najahan Musyafak, M.A.; Drs. H. Ahmad Anas, M.Ag.
Depositing User: Nur yadi
Date Deposited: 17 Feb 2015 08:45
Last Modified: 17 Feb 2015 08:45
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/3510

Actions (login required)

View Item View Item