Tinjauan hukum Islam tentang ahli waris beda agama (analisis terhadap Putusan Mahkamah Agung RI nomor 16K/AG/2010)

Hermanto, Miftahul Hakim Bagus (2014) Tinjauan hukum Islam tentang ahli waris beda agama (analisis terhadap Putusan Mahkamah Agung RI nomor 16K/AG/2010). Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
102111034_Coverdll.pdf - Accepted Version

Download (744kB) | Preview
[img]
Preview
Text
102111034_Bab1.pdf - Accepted Version

Download (210kB) | Preview
[img]
Preview
Text
102111034_Bab2.pdf - Accepted Version

Download (611kB) | Preview
[img]
Preview
Text
102111034_Bab3.pdf - Accepted Version

Download (229kB) | Preview
[img]
Preview
Text
102111034_Bab4.pdf - Accepted Version

Download (297kB) | Preview
[img]
Preview
Text
102111034_Bab5.pdf - Accepted Version

Download (55kB) | Preview
[img]
Preview
Text
102111034_Bibliografi.pdf - Bibliography

Download (98kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini didasarkan atas suatu pemikiran bahwa meskipun ada ketentuan yang menyatakan bahwa seorang ahli waris harus beragama Islam dan telah dikuatkan dengan hadis yang menyatakan bahwa tidak adanya hubungan waris mewaris antara seorang muslim dengan non muslim, tetapi pada praktiknya masih ada putusan hakim yang memberikan hak waris kepada seorang ahli waris non muslim. Hal ini sebagaimana Putusan Mahkamah Agung No.16K/AG/2010, yang memberikan hak waris kepada seorang istri yang berbeda agama dengan suaminya. Oleh karena itu, sebagai perumusan masalah yaitu bagaimanakah kedudukan ahli waris beda agama dalam hukum waris Islam? Bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap Putusan Mahkamah Agung No.16K/AG/2010? Metode penelitian skripsi ini menggunakan jenis Penelitian ini kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif karena mengkaji dan menganalisis putusan MA No.16K/AG/2010 ditinjau dari perspektif hukum Islam. Data Primer adalah Putusan Mahkamah Agung RI No.16K/AG/2010. Data Sekunder, yaitu data yang mendukung data primer. Metode pengumpulan data dengan menggunakan studi dokumenter. Metode analisis data menggunakan metode deskriptif analisis. Hasil pembahasan menunjukkan, mayoritas ulama menjelaskan bahwa waris beda agama tidak diperbolehkan, tetapi pada praktiknya masih ada putusan hakim yang memberikan hak waris kepada seorang ahli waris non muslim. Realitasnya tampak pada Putusan Mahkamah Agung No.16K/AG/2010, yang memberikan hak waris kepada seorang istri yang berbeda agama dengan suaminya. Tergugat mendapatkan 1/2 dari harta bersamanya dengan pewaris dan selebihnya diberikan kepada para ahli warisnya. Tetapi dari 1/2 harta pewaris yang menjadi harta warisan pewaris yang diperuntukkan oleh para ahli waris pewaris, terdapat pula 1/4 bagian untuk Tergugat dalam bentuk wasiat wajibah. Padahal dalam Islam sudah jelas ketentuannya bahwa seorang Muslim tidak mewarisi orang kafir dan begitupun sebaliknya. Mencermati putusan Mahkamah Agung di atas, dan mencermati pendapat para ulama serta beberapa hadis di atas menunjukkan adanya perbedaan mendasar antara hukum Islam dengan Putusan Mahkamah Agung. Sebagai rekomendasi: Hakim Pengadilan Agama dan Hakim Pengadilan Tinggi Agama merupakan Penegak Hukum dan keadilan yang menangani perkara ini perlu memahami materi hukum terkait kompetensi pengadilan, terkait hukum antar tata hukum, dan hukum tentang sahnya perkawinan.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Ahli waris beda agama; Hukum kewarisan Islam
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.27 Islam and social sciences > 297.273 Islam and economics
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Ahwal Syakhsiyyah
Additional Information: Pembimbing: Prof. Dr. H. Abdul Hadi, MA.; Novita Dewi Masyithoh, SH., MH.
Depositing User: Nur yadi
Date Deposited: 19 Mar 2015 04:21
Last Modified: 19 Mar 2015 04:21
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/3712

Actions (login required)

View Item View Item