Analisis pendapat Imam Syafi'i tentang istri mengajukan firaq terhadap suami yang tidak mampu memberi nafkah

Maisur, Maisur (2009) Analisis pendapat Imam Syafi'i tentang istri mengajukan firaq terhadap suami yang tidak mampu memberi nafkah. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
032111128 - Coverdll.pdf - Accepted Version

Download (56kB) | Preview
[img]
Preview
Text
032111128 - Bab 1.pdf - Accepted Version

Download (85kB) | Preview
[img]
Preview
Text
032111128 - Bab 2.pdf - Accepted Version

Download (122kB) | Preview
[img]
Preview
Text
032111128 - Bab 3.pdf - Accepted Version

Download (125kB) | Preview
[img]
Preview
Text
032111128 - Bab 4.pdf - Accepted Version

Download (112kB) | Preview
[img]
Preview
Text
032111128 - Bab 5.pdf - Accepted Version

Download (9kB) | Preview
[img]
Preview
Text
032111128 - Bibliography.pdf - Bibliography

Download (16kB) | Preview

Abstract

Syari’at mewajibkan suami untuk menafkahi isterinya, karena dengan adanya ikatan perkawinan yang sah itu seorang isteri menjadi terikat semata-mata kepada suaminya, dan tertahan sebagai miliknya. Karena itu ia berhak menikmatinya secara terus-menerus. Isteri wajib taat kepada suami, tinggal di rumahnya, mengatur rumah tangganya, memelihara dan mendidik anak-anaknya. Sebaliknya bagi suami berkewajiban memenuhi kebutuhannya, dan memberi belanja kepadanya, selama ikatan suami isteri masih berjalan, dan isteri tidak durhaka atau karena ada hal-hal lain yang menghalangi penerimaan belanja. Dalam konteksnya dengan kewajiban suami memberi nafkah, masalah yang muncul yaitu bagaimana jika suami tidak sanggup memberi nafkah, apakah dalam situasi seperti itu istri mempunyai hak mengajukan firaq (pisah), dalam hal ini apakah istri berhak untuk pisah meja dan tempat tidur, lebih khususnya lagi, apakah istri berhak untuk menolak ajakan suami tidur bersama dan melakukan layaknya suami istri. Rumusan masalah adalah bagaimana pendapat Imam Syafi'i tentang istri mengajukan firaq terhadap suami yang tidak sanggup memberi nafkah? Bagaimana metode istinbat hukum Imam Syafi'i tentang istri mengajukan firaq terhadap suami yang tidak sanggup memberi nafkah? Dalam menyusun skripsi ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Data Primer, yaitu karya Imam Syafi'i yang berjudul: Al-Umm. Sebagai data sekunder, yaitu literatur lainnya yang relevan dengan judul skripsi ini. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research), sedangkan metode analisisnya adalah metode deskriptif analitis, dan metode komparatif. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa Menurut Imam Syafi'i, apabila seorang suami tidak sanggup memberi nafkah kepada isterinya, maka suami dapat menyuruh isteri untuk memilih (berkhiyar) antara menetap hidup bersama suami atau bercerai. Pernyataan Imam Syafi'i tersebut menunjukkan bahwa apabila seorang suami memiliki usaha yang dapat mendatangkan uang, namun suami tidak memberi nafkah kepada istrinya maka istri dapat mengajukan firaq atau cerai. Pendapat Imam Syafi'i ini dapat dimengerti karena setiap pria yang berani menikah dengan seorang wanita itu menunjukkan bahwa pria tersebut sebagai suami berani menanggung segala resiko, utamanya memberi nafkah. Ketidakmampuan suami memberi nafkah kepada istrinya bisa menimbulkan kehilangan gairah istri melayani suami, dan pada saat yang bersamaan sangat wajar jika istri menolak hubungan suami istri dan tidur bersama. Dalam hubungannya dengan istri mengajukan firaq terhadap suami yang tidak sanggup memberi nafkah, Imam Syafi'i menggunakan metode istinbat hukum berupa qiyas yaitu meng-qiyaskan ketidak sanggupan suami memberi nafkah dengan suami yang impoten, dimana keduanya yaitu ketidak sanggupan suami memberi nafkah dan suami yang impoten memiliki illat (sebab) yang sama yaitu hilangnya kelezatan bagi suami, maksudnya suami tidak berhak menuntut istrinya bersetubuh

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Additional Information: Pembimbing: Drs. H. Abdul Fatah Idris, M.SI.
Uncontrolled Keywords: Nafkah istri; Firaq
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.5 Islamic ethics, practice > 297.57 Religious experience, life, practice > 297.577 Marriage and family life
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Ahwal Syakhsiyyah
Depositing User: Agus Sopan Hadi
Date Deposited: 20 Mar 2015 06:30
Last Modified: 20 Mar 2015 06:30
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/3731

Actions (login required)

View Item View Item