Peran BP4 dalam menanggulangi kebiasaan kawin cerai di KUA Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik

Lathifah, Ummi (2009) Peran BP4 dalam menanggulangi kebiasaan kawin cerai di KUA Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
052111089 _ Coverdll.pdf - Accepted Version

Download (90kB) | Preview
[img]
Preview
Text
052111089 _ Bab 1.pdf - Accepted Version

Download (77kB) | Preview
[img]
Preview
Text
052111089 _ Bab 2.pdf - Accepted Version

Download (125kB) | Preview
[img]
Preview
Text
052111089 _ Bab 3.pdf - Accepted Version

Download (84kB) | Preview
[img]
Preview
Text
052111089 _ Bab 4.pdf - Accepted Version

Download (77kB) | Preview
[img]
Preview
Text
052111089 _ Bab 5.pdf - Accepted Version

Download (14kB) | Preview
[img]
Preview
Text
052111089 _ Biography.pdf - Bibliography

Download (16kB) | Preview

Abstract

Skripsi dengan judul “Peran BP4 Dalam Menaggulangi Kebiasaan Kawin Cerai di KUA Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik” ini merupakan penelitian lapangan (field research). Permasalahan: a). Faktor-faktor apa saja yang menimbulkan terjadinya kawin cerai di KUA Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik? b). Bagaimana Peran BP4 dalam menaggulangi kebiasaan kawin cerai di KUA Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik? Tujuan penelitian ini untuk: 1). Untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang menimbulkan terjadinya kawin cerai di KUA Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik. 2). Untuk mengetahui bagaimana peran BP4 dalam menanggulangi kebiasan kawin cerai di KUA Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik. Metode yang digunakan adalah dengan Metode Observasi, Interview dan Dokumentasi yang kemudian di analisa dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian: a). Dalam masyarakat Panceng yang bisa dikatakan religius, kawin cerai bukanlah merupakan suatu kebiasaan atau tradisi masyarakat setempat, dan apabila hal itu terjadi itupun bersifat kasuistik. Adapun faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kawin cerai di Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik adalah faktor ekonomi, faktor biologis, tergoda PIL/WIL dan faktor psikologis. Akan tetapi di antara berbagai faktor tersebut, faktor ekonomi lebih mendominasi, faktor ekonomi yang dimaksudkan adalah karena ketika pasangan tersebut melaksanakan pernikahan rata-rata belum adanya persiapan secara matang dalam pekerjaan sebagai penopang perekonomian disaat setelah pernikahan, sehingga dapat mendorong salah satu pihak dari keluarga untuk bekerja supaya tercukupi kebutuhan hidup mereka. Dari sini awal munculnya permasalahan itu ada, karena dalam mencukupi kebutuhan atau mencari pekerjaan biasanya mereka harus keluar daerah atau dalam kata lain merantau ke negara-negara tetangga. Sehingga kadang dari sinilah komunikasi itu mulai kurang terkontrol dan menimbulkan perselisihan dalam sebuah keluarga tersebut. b). Menanggapi kasus kawin cerai yang terjadi di wilayah Kecamatan Panceng, BP4 Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik berusaha semaksimal mungkin membantu dan menyelesaikan kasus-kasus kawin cerai yang terjadi di sana. Salah satu usaha yang telah di lakukan BP4 Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik dalam menyelesaikan kasus kawin cerai tersebut adalah dengan cara memberikan pembinaan dan bimbingan kepada pasangan suami istri yang sedang mengalami perselisian dalam rumah tangga yaitu dengan cara memberikan nasehat-nasehat yang diperlukan sehingga suami istri tersebut tidak jadi bercerai dan dapat menjadi rukun kembali seperti yang di harapkan sehingga dengan begitu akan tercipta kelurga yang bahagia, sejahtera dan kekal menurut agama Islam, hal ini sesuai dengan tujuan BP4 yakni terdapat dalam Aggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga BP4 pasal 5 yang berbunyi: mempertinngi mutu perkawinan dan mewujudkan keluarga (rumah tangga) bahagia sejahtera dan kekal menurut ajaran Islam.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Additional Information: Pembimbing: Drs. H. Musahadi, M. Ag.; Muhammad Shoim, S.Ag, M.H.
Uncontrolled Keywords: Peran BP4; Pernikahan; Perceraian
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.5 Islamic ethics, practice > 297.57 Religious experience, life, practice > 297.577 Marriage and family life
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Ahwal Syakhsiyyah
Depositing User: Agus Sopan Hadi
Date Deposited: 23 Mar 2015 09:13
Last Modified: 23 Mar 2015 09:13
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/3747

Actions (login required)

View Item View Item