Studi analisis pendapat Yusuf Qardawi tentang zakat aset perusahaan

Rachmad, Widya Noor (2014) Studi analisis pendapat Yusuf Qardawi tentang zakat aset perusahaan. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
092311063_Coverdll.pdf - Accepted Version

Download (117kB) | Preview
[img]
Preview
Text
092311063_Bab1.pdf - Accepted Version

Download (496kB) | Preview
[img]
Preview
Text
092311063_Bab2.pdf - Accepted Version

Download (508kB) | Preview
[img]
Preview
Text
092311063_Bab3.pdf - Accepted Version

Download (433kB) | Preview
[img]
Preview
Text
092311063_Bab4.pdf - Accepted Version

Download (357kB) | Preview
[img]
Preview
Text
092311063_Bab5.pdf - Accepted Version

Download (186kB) | Preview
[img]
Preview
Text
092311063_Bibliografi.pdf - Bibliography

Download (130kB) | Preview

Abstract

Harta kekayaan dagang yang dimiliki perusahaan adalah harta kekayaan yang diniatkan untuk mencari keuntungan. Adapun zakat yang harus dikeluarkan oleh perusahaan 2,5% dari keuntungan perusahaan, jika sudah sampai senisab. Dalam hal ini keuntungan yang dikeluarkan zakatnya disamakan dengan zakat uang. Tetapi ada salah satu ulama kontemporer, yaitu Yusuf Qardawi yang mempunyai pemikiran bahwa, zakat tijarah atau perniagaan dalam perusahaan tidak hanya dari keuntungan, tetapi juga dari harta yang dipergunakan untuk menunjang keuntungannya. Pendapat Yusuf Qardawi adalah, memasukkan pabrik dan gedung ke dalam kategori kekayaan yang bertumbuh yang wajib zakat, tetapi tidak menyebutkan ukuran yang berlaku menyeluruh dan prinsip yang berlaku umum yang di dalamnya dapat dimasukkan semua kapital investasi dan menghasilkan yang serupa. Dan dalam hal ini sebagian ulama ada yang berpendapat bahwa hal tersebut tidak wajib zakat. Adapun tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui bagaimana pertimbangan hukum yang dipakai Yusuf Qardawi dalam menentukan penetapan zakat asset perusahaan, (2) untuk mengetahui bagaimana perhitungan zakat asset perusahaan. Metodologi yang digunakan (1) pendekatan yang digunakan adalah normative: normatif analisis yaitu menggambarkan dan menganalisis pendapat Yusuf Qardawi tentang zakat aset perusahaan dengan menggunakan norma-norma dalam fiqh mu’amalah,(2), Data primer yaitu buku Fiqh az-Zakah dan data yang diambil dari karya Yusuf Qardawi yang sesuai mengenai judul di atas sehingga memudahakan penulis untuk menyusun skripsi ini. Dan buku umum yang membahas tentang asset perusahaan. Data skunder yaitu berupa kitab atau buku-buku yang berhubungan terutama adalah pendapat para ahli fikih yang berpendapat sama dengan Yusuf Qardawi, (3) teknik analisis adalah analisis data secara induktif, dilakukan dengan cara berpikir induktif yang diambil dari fenomena khusus yaitu mengambil pendapat Yusuf Qardawi tentang zakat asset perusahaan. Hasil penelitian ini menunjukkan Pertama, harta kekayaan tijarah yang dikeluarkan zakatnya tidak hanya berasal dari keuntungan yang diperoleh, tetapi juga berasal dari barang tijarah sendiri, dalam hal ini terdapat asumsi bahwa harta kekayaan dagang atau asset perusahaan yang diniatkan untuk mencari keuntungan wajib dikeluarkan zakatnya. Kedua, pertimbangan hukum yang dipakai oleh Yusuf Qardawi dalam menetapkan zakat tersebut sudahlah kuat secara landasan hukumnya, karena yang dipakai adalah nash Al-Qur’an, hadis, consensus para sahabat, tabi’in dan ulama salaf, tetapi perhitungan secara rinci zakat asset yang harus dikeluarkan kurang.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Zakat aset perusahaan
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.5 Islamic ethics, practice > 297.54 Zakat (Wakaf, Hibah, Infak, Sedekah, dll.)
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Muamalah
Additional Information: Pembimbing: Drs. H. Muhyidin, M.Ag.; Dr. Mahsun, M.Ag.
Depositing User: Nur yadi
Date Deposited: 25 Mar 2015 09:23
Last Modified: 25 Mar 2015 09:23
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/3757

Actions (login required)

View Item View Item