Analisis Hisab Tinggi Hilāl Muh. Manshur al-Batawi dalam Kitab Sulam Nayyirain

Faiz, Abd. Karim (2013) Analisis Hisab Tinggi Hilāl Muh. Manshur al-Batawi dalam Kitab Sulam Nayyirain. Masters thesis, IAIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
KarimFaiz_Tesis_Sinopsis.pdf - Accepted Version

Download (640kB) | Preview

Abstract

Kitab Sulam Nayyirain memiliki peran yang penting dalam ilmu falak, kehadirannya menjadi awal dari kemunculan ilmu falak di indonesia pada abad ke 19. Klasifikasi taqrībī akan sistem hisab awal bulan dalam kitab tersebut tidak menjadikannya diacuhkan dan tidak dipelajari bagi kaum pelajar ilmu falak, sampai sekarang kitab tersebut masih memiliki “tempat” bagi pelajar ilmu falak. Kelompok al-Manshuriyah dengan kalender memakai sistem Sulam Nayyirain adalah bukti nyata sampai sekarang akan eksistensi kitab Sulam Nayyirain di Indonesia. Kitab Sulam Nayyirain adalah kitab yang terbagi dalam dua jilid. Jilid pertama berisikan tiga risalah yang bermuatan substansi tentang hisab awal bulan kamariyah, hisab gerhana Bulan dan hisab gerhana Matahari. Adapun jilid kedua berisikan data-data astronomis yang bersumber dari data zeij Ulugh Beyk As-Samarqondy yang menjadi pijakan dan data untuk hisab kitab Sullam Nayyirain. kitab ini menurut sejarah disebut sebagai generasi awal ilmu hisab di Indonesia. Sistem hisab yang diklasifikasikan dalam hisab hakīkī bi at-taqrībī menjadi substansi hisab kitab ini. Penelitian dalam tesis ini akan mengkaji tentang dua hal dalam kitab Sullam Nayyirain. pertama mengkaji algoritma kitab Sulam Nayyirain dengan pendekatan analisis sistem koordinat yang mengacu terhadap astronomi modern. Kedua adalah mengkaji sistem hisab tinggi hilāl Sulam Nayyirain yang menganalisa tentang logika hisab tinggi hilāl dengan mengacu terhadap astronomi modern. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah deskriptif-analitatif dengan menggunakan jenis penelitian kualitatif bertujuan untuk mendiskripsikan dan menganalisis algoritma dan sistem hisab tinggi hilāl dalam kitab Sullam Nayyirain. Adapun hasil penelitian dalam tesis ini berdasarkan fokus kajian yang terumuskan dalam rumusan masalah ialah bahwasanya sistem tata koordinat dalam algoritma hisab tinggi hilāl Sulam Nayyirain secara garis besar menggunakan tata koordinat ekliptika geosentrik, ekuator geosentrik dan horizon, akan tetapi data koordinat dan sistemnya sangat sederhana jika mengacu terhadap astronomi modern (ephemeris). Kedua, bahwasanya hisab tinggi hilāl dalam Sulam Nayyirain menghasilkan perhitungan yang sama dengan statemen dari pengarang kitab, yakni apabila ijtimā’ terjadi sebelum Matahari terbenam maka hilāl dipastikan berada di atas ufuk, begitu pula sebaliknya apabila ijtimā’ terjadi setelah Matahari terbenam maka hilāl dipastikan berada di atas ufuk. ABSTRACT Classik Book of Sulam Nayyirain has an important role in astronomy, his presence be the beginning of the emergence of the science of astronomy in Indonesia in the 19th century. Classification of taqrībī on the newmoon reckoning system in the book does not make it ignored and learned by students of islamic astronomy, until now the book still has a "place" for them. Not only students of islamic astronomy but also al-Manshuriyah group with calendar systems using Sulam Nayyirain is clear evidence of the existence of the book until now in Indonesia. Book of Sulam Nayyirain is a book that is divided into two volumes. The first volume contains three treatises on the substance charged early kamariah reckoning, reckoning reckoning eclipse of the Moon and the Sun. The second volume contains astronomical table are sourced from the zeij Ulugh beyk as-Samarqondy which became the foundation for the computation and refrence system input of Sulam Nayyirain. This book historically referred to as the initial generation of arithmetic in Indonesia. Reckoning system which classified the ultimate reckoning taqrībī at the substance of the book. The research in this thesis will examine about two things in the book Sulam Nayyirain. The first examines the book of Sulam Nayyirain algorithm with analytical approach which refers to the coordinate system of modern astronomy. The second is to examine high-newmoon (hilāl) reckoning system that analyzes of Sulam Nayyirain high computation logic hilal with reference to modern astronomy. The research method used in this research is descriptive-analitatif uses qualitative research aims to describe and analyze algorithms and high-newmoon reckoning system Sulam Nayyirain in the book. The research results in this thesis are formulated based on the focus of study in the formulation of the problem is that the coordinate system of the high-newmoon computation algorithm Sulam Nayyirain outline used geosentrik ecliptic coordinate system, geosentrik equator and the horizon, but the data coordinate system is very simple and if it refers to to modern astronomy (ephemeris). Second, that the high-newmoon computation in Sulam Nayyirain produce the same calculation with the statement of the author of the book, that if ijtimā' (conjungtion) occurs before sunset then hilāl certainly be above the horizon, and vice versa if ijtimā' occurs after sunset the moon is confirmed to be in above the horizon.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Hisab Haqiqi, Hisab Taqribi, Ilmu Falak, Ijtima', Conjunction, Tinggi Hilal, New Moon Height
Subjects: 500 Natural sciences and mathematics > 520 Astronomy and allied sciences > 528 Ephemerides
Divisions: Program Pascasarjana > Program Master (S2)
Depositing User: Miswan Miswan
Date Deposited: 10 Sep 2013 01:53
Last Modified: 10 Sep 2013 01:53
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/38

Actions (login required)

View Item View Item