Tinjauan hukum pidana Islam terhadap pembuktian dengan visum et repertum dalam tindak pidana perkosaan

Fitria, Neli (2014) Tinjauan hukum pidana Islam terhadap pembuktian dengan visum et repertum dalam tindak pidana perkosaan. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
102211026_Coverdll.pdf - Accepted Version

Download (307kB) | Preview
[img]
Preview
Text
102211026_Bab1.pdf - Accepted Version

Download (272kB) | Preview
[img]
Preview
Text
102211026_Bab2.pdf - Accepted Version

Download (397kB) | Preview
[img]
Preview
Text
102211026_Bab3.pdf - Accepted Version

Download (373kB) | Preview
[img]
Preview
Text
102211026_Bab4.pdf - Accepted Version

Download (301kB) | Preview
[img]
Preview
Text
102211026_Bab5.pdf - Accepted Version

Download (114kB) | Preview
[img]
Preview
Text
102211026_Bibliografi.pdf - Bibliography

Download (93kB) | Preview

Abstract

Pembuktian merupakan tahap yang paling menentukan dalam suatu proses persidangan karena pada tahap pembuktian akan ditentukan terbukti atau tidaknya seseorang terdakwa melakukan perbuatan pidana sebagaimana yang telah didakwakan oleh penuntut umum. Keberhasilan aparat penegak hukum di dalam menentukan kebenaran dan keadilan itu tergantung bagaimana cara mendapatkan barang bukti yang memperkuat sangkaan terhadap orang yang diduga sebagai kejahatan tindak pidana. Dalam hukum Islam terdiri atas pengakuan, saksi, sumpah, qorinah (tanda-tanda) dan pengetahuan hakim. Dalam hukum islam tidak menerangkan adanya visum et repertum sebagai alat bukti dalam tindak pidana perkosaan karena dalam hukum islam tindak pidana perkosaan termasuk dalam perbuatan zina. Pembuktian dalam perbuatan zina adalah apabila ada empat orang saksi yang melihat secara langsung perbuatan tersebut, pengakuan dan qorinah. Sedangkan teknologi kedokteran pada zaman modern menuntut jawaban yang cepat dan tepat, terutama oleh hukum islam yang selalu sesuai disetiap ruang dan waktu dan bagaimana tinjauan hukum islam terhadap pembuktian yang menggunakan visum et repertum sebagai alat bukti dalam tindak pidana perkosaan dan Hukum Islam sendiri memperbolehkan pembuktian dengan visum et repertum selama itu untuk kepentingan penegakan keadilan demi terciptanyta kemaslahatan dalam masyarakat dan kekuatan pembuktian dengan visum et reprtum sendiri sama dengan kekuatan pembuktian dengan empat orang saksi dalam tindak pidana perkosaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: Sebagai salah satu bahan rujukan bagi aparat penegak hukum, kalangan akademisi serta masyarakat tentang pentingnya alat bukti dalam tindak pidana perkosaan yang dapat mempercepat proses pengungkapan tindak pidana perkosaan khususnya pembuktian dengan menggunakan visum et repertum, Sebagai sumbangan pemikiran dalam upaya memperkaya wawasan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan pembuktian tindak pidana perkosaan menggunakan visum et repertum. Skripsi ini merupakan hasil penelitian pustaka(library research) dengan menggunakan metode pendekatan kualitatif. Data yang diperoleh adalah dengan pengumpulan buku-buku mengenai visum et repertum serta buku-buku menurut hukum Islam.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Hukum pidana Islam; Pembuktian visum et repertum; Tindak pidana perkosaan
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.27 Islam and social sciences > 297.272 Islam and politics, fundamentalism
300 Social sciences > 340 Law > 345 Criminal law
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Jinayah Siyasah
Additional Information: Pembimbing: Drs. H. Miftah AF., M. Ag.; Prof. Dr. H. Abdul Hadi, M. Ag.
Depositing User: Nur yadi
Date Deposited: 31 Mar 2015 06:53
Last Modified: 31 Mar 2015 06:53
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/3819

Actions (login required)

View Item View Item