Studi teks terhadap makna aforisme syair ikan tongkol Hamzah Fansuri

Kumalasari, Nita (2014) Studi teks terhadap makna aforisme syair ikan tongkol Hamzah Fansuri. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
104111008_Coverdll.pdf - Accepted Version

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
104111008_Bab1.pdf - Accepted Version

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
104111008_Bab2.pdf - Accepted Version

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
104111008_Bab3.pdf - Accepted Version

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
104111008_Bab4.pdf - Accepted Version

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
104111008_Bab5.pdf - Accepted Version

Download (987kB) | Preview
[img]
Preview
Text
104111008_Bibliografi.pdf - Bibliography

Download (177kB) | Preview

Abstract

Islam benar-benar menganggap aspek ke Tuhanan sebagai keindahan, yang secara alami berasal dan mengandung inti ajaran Islam. Maka, bukanlah suatu kebetulan apabila karya-karya sufi, baik puisi maupun prosa merupakan karya agung dalam kualitas dan keindahan. Syair merupakan puisi lama yang mengalami perubahan sehingga menjadi khas Melayu. Penyair yang berperan besar dalam membentuk syair khas Melayu adalah Hamzah Fansuri dengan salah satu karya syair-nya yaitu Ikan Tongkol, yang mana syair Ikan Tongkol Hamzah Fansuri ini mempunyai makna berbeda dari makna aslinya, karena syair ini merupakan sebuah tamsilan. Pada dasarnya, setiap manusia dilahirkan dengan kemampuan untuk mengenal Tuhan dan tidak dapat menghindari-Nya. Potensi semacam itu di dalam Islam disebut fitrah. Hubungan ontologi Tuhan dan alam merupakan sebuah peristiwa munculnya alam semesta yang serba ganda ini dari Tuhan Yang Maha Esa, melalui teori Nūr Muḥammad. Dan secara fitrah manusia memiliki naluri kepercayaan kepada Tuhan yang mejadi causa prima di alam semesta ini. Dari latar belakang di atas, memunculkan masalah yang ingin diketahui oleh penulis yaitu tentang apa makna aforisme syair Ikan Tongkol Hamzah Fansuri dan bagaimana signifikansi syair Ikan Tongkol Hamzah Fansuri terhadap ontologi wujud. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode kualitatif studi dokumen. Dimana penulis mengkaji dokumen yang mendukung untuk penelitian dengan cara membaca, mengolah, menelaah dan mendeskripsikan isi data. Studi dokumen ini digunakan untuk mempelajari makna aforisme yang ada kaitannya dengan Nūr Muḥammad dan eksistensi Tuhan. Maka analisis data yang digunakan dalam penelitan ini adalah semiotik, yang mana kajian ini merupakan bentuk tamsilan, merupakan sebuah tanda dalam karya sastra yaitu dunia dalam kata yang dapat dipandang sebagai sarana komunikasi antara pembaca dan pengarangnya. Karya sastra bukan merupakan sarana komunikasi biasa. Oleh karena itu, karya sastra dapat dipandang sebagai gejala semiotik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: dalam syair Ikan Tongkol Hamzah Fansuri terdapat tamsilan yang penulis kaji mengenai Nūr Muḥammad dan eksistensi Tuhan. Sebagaimana yang telah diketahui bahwa Nūr Muḥammad tidak persis identik dengan pribadi Nabi Muhammad SAW. Nūr Muḥammad sesungguhnya bukanlah persona manusia yang lebih dikenal sebagai nabi dan rasul terakhir. Namun tak bisa dipisahkan dengan Nabi Muhammad sebagai person, karena representasi dan atau insān kamīl adalah pribadi Muhammad yang penuh pesona. Manusia sesungguhnya adalah representasi insān kamīl. Oleh karena itu, manusia dikenal sebagai makhluk mikrokosmos. Sebab, manusia merupakan miniatur alam makrokosmos. Sedangkan Żāt Allah dengan wujūd-Nya merupakan satu kesatuan. Wujūd sekalian alam adalah wujūd Allah, semua dari Allah akan kembali kepada-Nya. Ontologi Wujūd itulah Eksistensi Tuhan.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Syair; Hamzah Fansuri; Sufi
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.26 Islam and secular disciplines > 297.267 Islam and arts
200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.4 Sufism
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Aqidah Filsafat
Additional Information: Pembimbing: Dr. H. M. In’amuzzahidin, M. Ag.; Tsuwaibah, M. Ag.
Depositing User: Nur yadi
Date Deposited: 06 Apr 2015 03:48
Last Modified: 06 Apr 2015 03:48
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/3858

Actions (login required)

View Item View Item