Efektivitas model pembelajaran Student Facilitator and Explaining (SFE) dengan media berbasis kearifan lokal terhadap hasil belajar IPA kurikulum 2013 materi spermatophyta peserta didik kelas VII SMP PGRI 1 Demak

Ulfah, Astutik (2014) Efektivitas model pembelajaran Student Facilitator and Explaining (SFE) dengan media berbasis kearifan lokal terhadap hasil belajar IPA kurikulum 2013 materi spermatophyta peserta didik kelas VII SMP PGRI 1 Demak. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
103811003_Coverdll.pdf - Accepted Version

Download (347kB) | Preview
[img]
Preview
Text
103811003_Bab1.pdf - Accepted Version

Download (157kB) | Preview
[img]
Preview
Text
103811003_Bab2.pdf - Accepted Version

Download (382kB) | Preview
[img]
Preview
Text
103811003_Bab3.pdf - Accepted Version

Download (240kB) | Preview
[img]
Preview
Text
103811003_Bab4.pdf - Accepted Version

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
103811003_Bab5.pdf - Accepted Version

Download (8kB) | Preview
[img]
Preview
Text
103811003_Bibliografi.pdf - Bibliography

Download (67kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran Student Facilitator And Explaining (SFE) dengan media berbasis kearifan lokal terhadap hasil belajar IPA Kurikulum 2013 materi Spermatophyta peserta didik kelas VII SMP PGRI 1 Demak. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif jenis pra eksperimen dan berdesain one shot case study, yang dilaksanakan di SMP PGRI 1 Demak. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas VII SMP PGRI 1 Demak, yang terdiri dari kelas VIIA dan VIIB. Sampel dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas VII SMP PGRI 1 Demak. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian adalah sampel penuh atau jenuh. Semua kelas VII diberi perlakuan berupa pembelajaran IPA sub tema klasifikasi tumbuhan dengan menggunakan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining (SFE) berbasis kearifan lokal. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi, metode observasi dan metode tes. Metode dokumentasi didapat nama - nama dan hasil belajar peserta didik. Metode observasi digunakan untuk mengamati proses pembelajaran dari aspek spiritual, aspek sosial dan aspek praktik/psikomotorik. Metode tes digunakan untuk memperoleh nilai hasil belajar pada aspek pengetahuan. Data yang obyektif terlebih dahulu dilakukan uji coba instrumen meliputi pengujian validitas, reliabilitas, daya beda dan tingkat kesukaran yang dilakukan peneliti di MTs. NU Demak. Data hasil penelitian yang telah terkumpul, dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik. Berdasarkan penelitian di SMP PGRI 1 Demak dapat diperoleh bahwa pada aspek spiritual Kompetensi Dasar pada KI-1 nilai rata-rata X = 78,86 (B) hasil nilai tersebut sudah melampaui atau lebih dari kriteria ketuntasan minimum (KKM). Indikator yang paling unggul dan sudah terlihat dilakukan peserta didik adalah berdoa sebelum dan sesudah kegiatan pembelajaran dan menjawab salam saat mendengarkan ucapan salam. Aspek sosial pada Kompetensi Dasar pada KI-2 diperoleh nilai rata-rata X = 82,56 (A) hasil nilai tersebut sudah melampaui atau lebih dari kriteria ketuntasan minimum (KKM). Indikator yang paling unggul dan sudah terlihat dilakukan peserta didik adalah masuk kelas tepat waktu, mengerjakan/mengumpulkan tugas sesuai dengan waktu yang ditentukan, melaksanakan tugas individu dengan baik, menghormati pendapat teman, aktif dalam kerja kelompok dan kesediaan melakukan tugas sesuai kesepakatan. Aspek pengetahuan pada Kompetensi Dasar pada KI-3 diperoleh nilai rata-rata X = 77,86 (B) artinya rata-rata peserta didik sudah dapat memahami pengetahuan Angiospermae (tumbuhan biji tertutup). Pembelajaran berbasis kearifan lokal dengan media tumbuhan Jambu Delima dan Belimbing dapat mempermudah mengamati, mengkategorikan jenis tumbuhan dalam klasifikasi tumbuhan. Aspek sosial pada Kompetensi Dasar pada KI-4 diperoleh nilai rata-rata X = 78,45 (B) hasil nilai tersebut sudah melampaui atau lebih dari kriteria ketuntasan minimum (KKM). Indikator yang paling unggul dan sudah terlihat dilakukan peserta didik adalah mampu menyiapkan alat dan bahan praktik, mendeskripsikan pengamatan dan melakukan praktik. Uji hipotesis peneliti ini menggunakan uji t pihak kanan. Berdasarkan perhitungan uji t dengan taraf signifikansi = 5% diperoleh thitung = 7,208, sedangkan ttabel = 1,684. Karena thitung > ttabel berarti rata-rata hasil belajar peserta didik yang diberi perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining berbasis kearifan lokal lebih besar dari pada KKM. Berdasarkan data yang diperoleh rata-rata nilai tes akhir kelas eksperimen = 79,4773 sedangkan KKM yang ditentukan dari sekolah adalah 70, sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Student Facilitator And Explaining (SFE) dengan media berbasis kearifan lokal efektiv terhadap hasil belajar IPA Kurikulum 2013 pada materi Spermatophyta (Tumbuhan Berbiji) di kelas VII SMP PGRI 1 Demak.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Model pembelajaran; Student Facilitator and Explaining (SFE); Hasil belajar; Spermatophyta; IPA
Subjects: 300 Social sciences > 370 Education > 371 School management; special education
500 Natural sciences and mathematics > 570 Life sciences
Divisions: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > Tadris > Tadris Biologi
Additional Information: Pembimbing: Siti Mukhlishoh Setyawati, M. Si.; Dr. Lift Anis Ma’shumah, M. Ag.
Depositing User: Nur yadi
Date Deposited: 07 Apr 2015 09:28
Last Modified: 07 Apr 2015 09:28
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/3901

Actions (login required)

View Item View Item