Larangan berlebih-lebihan dalam perspektif hadits

Ni'mah, Aulatun (2014) Larangan berlebih-lebihan dalam perspektif hadits. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
104211062_Coverdll.pdf - Accepted Version

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
104211062_Bab1.pdf - Accepted Version

Download (576kB) | Preview
[img]
Preview
Text
104211062_Bab2.pdf - Accepted Version

Download (709kB) | Preview
[img]
Preview
Text
104211062_Bab3.pdf - Accepted Version

Download (667kB) | Preview
[img]
Preview
Text
104211062_Bab4.pdf - Accepted Version

Download (381kB) | Preview
[img]
Preview
Text
104211062_Bab5.pdf - Accepted Version

Download (203kB) | Preview
[img]
Preview
Text
104211062_Bibiografi.pdf - Bibliography

Download (154kB) | Preview

Abstract

Tidak sedikit orang yang mengabaikan segala hal terkait sikap berlebih-lebihan. Hadits-hadits dari Rasulullah saw jelas memperlihatkan bahwa untuk mengendalikan hawa nafsu manusia dalam hidup bermewah-mewahan, Islam telah melarang menggunakan barang mewah dan memperturutkan keinginan-keinginan yang tidak perlu. Tidak hanya dalam hal membelanjakan harta, tetapi berlebih-lebihan dalam hal makan, minum, berpakaian, berwudhu, sholat, dzikir juga dilarang oleh Allah. Sikap sederhana, sedang atau bersahaja adalah sikap tengah yang sangat dianjurkan oleh Islam. Kebalikannya adalah sikap berlebih-lebihan. Berlebih-lebihan dalam hal apa saja dikecam tidak hanya oleh agama. Dalam beragama pun, kita tidak boleh berlebih-lebihan, melampaui batas. Dari sinilah jelas betapa tuntunan Nabi tersebut merupakan salah satu cara kita agar tidak menjadi orang yang lalai, sehingga akan menghantarkan kita mencapai kebahagiaan di dunia ini. Dari uraian latar belakang tersebut, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Larangan Berlebih-lebihan dalam Perspektif Hadits”. Dengan rumusan masalah, pertama, Apa saja yang dilarang oleh Nabi Muhammad terkait sikap berlebih-lebihan. Kedua, Bagaimana memahami Hadits terkait sikap berlebih-lebihan. Penelitian ini merupakan penelitian ini kepustakaan (library research). Dengan sumber primernya Al-Kutub At-Tis’ah dan Syarhnya. Dalam hal ini tentu penulis menggunakan kitab-kitab pembantu seperti Al-Mu’jam Al-Mufahras Li Alfaz Al-Hadits. Data sekundernya berupa literatur lainnya yang relevan dan yang mendukung dengan judul di atas. Teknis analisis data peneliti ini menggunakan analisis data kualitatif dan tematik. Dengan pendekatan metodologi tersebut, penulis menemukan beberapa penemuan bahwa larangan berlebih-lebihan dalam perspektif hadits mempunyai pemahaman yang jelas. Dimana Nabi melarang umatnya menggunakan harta secara berlebihan, makan berlebihan, berpakaian berlebihan bahkan beribadah secara berlebihan. Larangan berlebih-lebihan dalam hadits diungkapkan dengan berbagai bentuk pengungkapan yang cukup beragam. Antara lain pengungkapan dengan term Israf, Tabdzir, Ghuluw, Bagha,dan ‘Atada. Dari berbagai term tersebut, bentuk-bentuk berlebih-lebihan yaitu boros (dalam hal menggunakan harta), rakus (dalam hal makan), sophaholic (dalam hal belanja) dan nekat yang melampaui batas dll.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Berlebih-lebihan; Sombong; Hadis
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.125 Hadits > 297.1251 Study of Text of Hadith
200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.4 Sufism > 297.45 Sufi ethics
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Tafsir Hadis
Additional Information: Pembimbing: Dr. H.A. Hasan Asy'ari Ulama'i, M. Ag.; Muhtarom, M. Ag.
Depositing User: Nur yadi
Date Deposited: 13 Apr 2015 07:14
Last Modified: 13 Apr 2015 07:14
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/3934

Actions (login required)

View Item View Item