Model pembelajaran fisika di madrasah berbasis riset (kasus di Madrasah Aliyah Negeri 2 Kudus)

Fadllan, Andi (2014) Model pembelajaran fisika di madrasah berbasis riset (kasus di Madrasah Aliyah Negeri 2 Kudus). Research report (Laporan penelitian). LP2M IAIN Walisongo, Semarang. (Submitted)

[img]
Preview
Text
Andi_Fadlan-Madrasah_berbasis_riset.pdf - Submitted Version

Download (1MB) | Preview

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui proses pembelajaran fisika di MAN 2 Kudus sebagai Madrasah berbasis Riset (MBR), model-model pembelajaran fisika yang diterapkan, dan dampak penerapannya bagi siswa. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fakta masih rendahnya kuantitas dan kualitas hasil penelitian oleh bangsa Indonesia. Hal ini disebabkan karena minimnya jam terbang peneliti akibat berbagai faktor, salah satunya kegiatan meneliti yang baru dimulai di perguruan tinggi. Karenanya, budaya riset perlu diperkenalkan lebih awal kepada siswa di sekolah/madrasah menengah, khususnya di tingkat SLTA. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Data penelitian diperoleh melalui teknik observasi, wawancara mendalam (in-depth interview), Focus Group Discussion (FGD) dan dokumentasi dengan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, yang meliputi tiga jalur analisis, yaitu data reduction (reduksi data), data display (penyajian data), dan conclusion drawing/ verification (penarikan kesimpulan) Berdasarkan penelitian dan analisis data yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa, 1) pembelajaran fisika di MAN 2 Kudus dapat dikategorikan menjadi dua, yakni pembelajaran pada kelas BCS Sains dan kelas reguler. Pembelajaran Fisika pada kelas BCS Sains lebih variatif. Sedangkan pembelajaran fisika di kelas reguler secara umum masih bersifat konvensial, yakni diawali dengan uraian materi/konsep, penjelasan contoh soal, dan dilanjutkan dengan latihan soal-soal, 2) Guna mewujudkan diri sebagai Madrasah Berbasis Riset (MBR), model pembelajaran fisika yang dilaksanakan pada kelas BCS Sains bervariatif, yakni meliputi inquiry learning, problem based learning, project based learning, dan group investigation, 3) Diterapkannya model pembelajaran fisika yang variatif memberikan dampak bagi siswa MAN 2 Kudus, di antaranya siswa merasakan adanya percepatan dalam serapan pengetahuan khususnya bidang sains dan teknologi terkini, berkembangnya cara berpikir kritis dan analitis, tumbuhnya sikap egaliter dan saling menghargai di antara siswa dan kepekaan terhadap masalah-masalah di lingkungan sekitar. Selain itu siswa menjadi semakin menikmati proses pembelajaran yang telah dilakukan, tidak menganggap fisika sebagai mata pelajaran yang sulit dan menakutkan.

[error in script]
Item Type: Monograph (Research report (Laporan penelitian))
Uncontrolled Keywords: Pembelajaran fisika; Madrasah Aliyah
Subjects: 300 Social sciences > 370 Education > 371 School management; special education
500 Natural sciences and mathematics > 530 Physics
Divisions: Laporan Penelitian (Research Reports)
Depositing User: Miswan Miswan
Date Deposited: 09 Apr 2015 08:55
Last Modified: 09 Apr 2015 08:55
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/3938

Actions (login required)

View Item View Item