Pengaruh meditasi dzikir untuk menurunkan kecemasan pada narapidana wanita menjelang masa bebas

Kunarni, Siti (2014) Pengaruh meditasi dzikir untuk menurunkan kecemasan pada narapidana wanita menjelang masa bebas. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
104411043_Coverdll.pdf - Accepted Version

Download (892kB) | Preview
[img]
Preview
Text
104411043_bab1.pdf - Accepted Version

Download (441kB) | Preview
[img]
Preview
Text
104411043_bab2.pdf - Accepted Version

Download (711kB) | Preview
[img]
Preview
Text
104411043_bab3.pdf - Accepted Version

Download (459kB) | Preview
[img]
Preview
Text
104411043_bab4.pdf - Accepted Version

Download (846kB) | Preview
[img]
Preview
Text
104411043_bab5.pdf - Accepted Version

Download (93kB) | Preview
[img]
Preview
Text
104411043_bibliografi.pdf - Bibliography

Download (239kB) | Preview

Abstract

Kecemasan dapat terjadi pada siapa saja termasuk pada warga binaan menjelang bebas di Lapas. Hal ini terkait stigma negatif sebagai mantan narapidana, karena mantan narapidana saat ini masih dipandang negatif oleh masyarakat sehingga menimbulkan kecemasan. Dalam menghadapi berbagai ancaman tersebut, maka manusia berusaha untuk memperoleh ketenangan dengan cara meditasi. Meditasi adalah suatu sistem latihan dengan penuh kesungguhan untuk membersihkan diri, mempertinggi dan memperdalam nilai-nilai kerohanian dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT. Meditasi dalam agama Islam berarti merenungkan diri yang disertai dengan amalan atau bacaan-bacaan dzikir. Meditasi Dzikir adalah menyebut nama Allah secara berulang-ulang serta memusatkan pikiran dan perasaan yang tertuju kepada Allah melalui median dzikir dalam kalimat Tasbih, Thoyyibah, Tahmid, tahlil, Takbir. Dalam penelitian ini, peneliti mengadakan eksperimen berupa pemberian terapi meditasi dzikir untuk menurunkan tingkat kecemasan pada narapidana wanita menjelang bebas. Eksperimen ini menggunakan desain eksperimen kasus tunggal (single case experimental design), dengan tipe A-B-A. Adapun alat ukur yang digunakan adalah skala Beck Anxiety Inventory (BAI). Terapi meditasi dzikir ini diberikan kepada delapan subjek narapidana menjelang bebeas 2014 di Lapas kelas II A wanita Bulu Semarang. Hasilnya terbukti bahwa meditasi dzikir dapat menurunkan kecemasan, hal itu dapat dari subjek SH sebelum perlakuan skornya 43 dan setelah perlakuan skornya 17, subjek PBL sebelum perlakuan skornya 34 dan setelah perlakuan skornya 14, subjek HM sebelum perlakuan skornya 25 dan setelah perlakuan skornya 7, subjek EW sebelum perlakuan skornya 54 dan setelah perlakuan skornya 29, subjek WS sebelum perlakuan skornya 45 dan setelah perlakuan skornya 25, subjek MS sebelum perlakuan skornya 19 dan setelah perlakuan skornya 13, subjek GIM sebelum perlakuan skornya 11 dan setelah perlakuan skornya 10, dan subjek ASN sebelum perlakuan skornya 8 dan setelah perlakuan skornya 10.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Meditasi; Dzikir; Kecemasan; Narapidana Wanita
Subjects: 100 Philosophy and psychology > 150 Psychology > 158 Applied psychology
200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.3 Islamic Worship / Ibadah > 297.38 Rites, prayer
300 Social sciences > 360 Social services; association > 365 Penal and related institutions
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Tasawuf dan Psikoterapi
Additional Information: Pembimbing: Prof. H. Abdullah Hadziq, MA.; Ftriyati, S. Psi., M. Si.
Depositing User: Nur yadi
Date Deposited: 25 Apr 2015 04:20
Last Modified: 25 Apr 2015 04:20
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/3969

Actions (login required)

View Item View Item