Memaafkan sebagai upaya psikoterapi (makna dan proses memaafkan menurut perspektif korban)

Salama, Nadiatus (2012) Memaafkan sebagai upaya psikoterapi (makna dan proses memaafkan menurut perspektif korban). Research report (Laporan penelitian). LP2M IAIN Walisongo, Semarang.

[img]
Preview
Text
Nadia-Memaafkan_2012.pdf - Submitted Version

Download (348kB) | Preview

Abstract

Peristiwa buruk yang pernah terjadi dalam kehidupan seseorang bisa menjadi catatan sejarah yang hitam. Luka psikologis itu kadang dirasakan perih ketika diungkap kembali. Namun, memaafkan bisa menjadi kunci menuju kebahagiaan dan kedamaian. Memberi maaf bisa berarti menutup luka. Memaafkan sesungguhnya bertujuan untuk menyembuhkan diri sendiri dan memberi kesempatan kepada orang lain untuk membangun hubungan yang lebih indah, bahagia, dan harmonis. Sebaliknya, sikap tidak mau memaafkan bukan saja bisa menjadi pemicu tumbuhnya kemarahan, kebencian, dan dendam yang tak berkesudahan, namun juga menyebabkan timbulnya sakit secara fisik maupun mental. Penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan studi kasus ini membahas tentang makna memaafkan sebagai salah satu strategi yang dilakukan dalam resolusi konflik. Tujuan penelitian ini adalah: (1) khususnya dalam bidang psikoterapi, penelitian ini menggambarkan psikodinamika memaafkan dari perspektif korban, dan (2) guna menggali pengertian yang lebih luas tentang memaafkan untuk mengetahui proses, motivasi, dan manfaat memaafkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tahapan memaafkan pada korban KDRT bisa mengalami feedback loops dan feed-forward loops, melompat-lompat tidak beraturan, atau bahkan juga kembali menjalani tahapan yang telah dialami sebelumnya yang disertai dengan perubahan sikap. Motivasi korban untuk mau memaafkan pelaku didasarkan pada manfaat dari memaafkan itu sendiri, yaitu belajar untuk ikhlas. Korban merasa perlu memaafkan untuk melepaskan rasa marah, benci, dendam dan sakit hati. Dorongan untuk memaafkan juga muncul karena korban masih dibutuhkan anak dan adik-adiknya, selain itu, adanya dukungan dari lingkungan terdekatnya. Dorongan untuk memaafkan juga muncul atas dasar pemahaman pada ajaran agama yang dianutnya. Memaafkan dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan psikologis seseorang serta memperbaiki hubungan interpersonal. Melalui memaafkan korban berharap kehidupannya makin bahagia di masa mendatang.

[error in script]
Item Type: Monograph (Research report (Laporan penelitian))
Uncontrolled Keywords: Psikoterapi; Memaafkan
Subjects: 100 Philosophy and psychology > 150 Psychology > 158 Applied psychology
Divisions: Laporan Penelitian (Research Reports)
Depositing User: Miswan Miswan
Date Deposited: 20 Apr 2015 08:02
Last Modified: 20 Apr 2015 08:02
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/3993

Actions (login required)

View Item View Item