Peran guru (rumpun mata pelajaran Pendidikan Agama Islam) dalam mengatasi masalah bullying (study kasus siswa MA NU 01 Banyuputih)

Nugroho NP, Nugroho NP (2014) Peran guru (rumpun mata pelajaran Pendidikan Agama Islam) dalam mengatasi masalah bullying (study kasus siswa MA NU 01 Banyuputih). Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
093111088_coverdll.pdf - Accepted Version

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
093111088_bab1.pdf - Accepted Version

Download (223kB) | Preview
[img]
Preview
Text
093111088_bab2.pdf - Accepted Version

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
093111088_bab3.pdf - Accepted Version

Download (167kB) | Preview
[img]
Preview
Text
093111088_bab4.pdf - Accepted Version

Download (363kB) | Preview
[img]
Preview
Text
093111088_bab5.pdf - Accepted Version

Download (165kB) | Preview
[img]
Preview
Text
093111088_bibliografi.pdf - Bibliography

Download (113kB) | Preview

Abstract

Dalam masa sekolah yang dilalui remaja, tidak semuanya berjalan dengan lancar, kadang disekolah para remaja banyak mengalami permasalahan, baik dalam hal akademik maupun permasalahan dengan teman-teman sebaya. Permasalahan dengan teman sebaya antara lain: mengolok-olok teman yang lain, ataupun melakukan kekerasan terhadap teman yang dianggap lemah. Hampir setiap anak mungkin pernah mengalami satu bentuk perlakuan yang tidak menyenangkan dari anak yang lebih tua atau lebih kuat. Bullying dalam sekolah mempunyai macam kemasan seperti: kontak fisik langsung, kontak verbal langsung, perilaku nonverbal langsung, perilaku nonverbal tidak langsung, dan pelecehan seksual. Hal tersebut diatas, mengenai kekerasan pelajar bisa saja terjadi di lembaga pendidikan islam seperti Madrasah Aliyah Nahdlotul Ulama’ (MA NU) 01 Banyuputih, meskipun fenomena yang ada tidak menampakkan proses bully secara jelas. Nyatanya, mayoritas siswa belum begitu mengetahui tindakan yang telah dilakukan, mereka belum sadar bahwa selama ini mereka melakukan tindak atau menjadi korban bully, seperti kata-kata kasar antar teman, penghinaan, memanggil nama dengan sebutan yang tidak semestinya, dan lain-lain. Fenomena bullying yang terjadi di MA NU 01 Banyuputih tidak dapat terlihat jelas, namun setelah dipahami lebih lanjut dengan pendekatan dan pengamatan kekerasan dapat dilihat. Baik yang kekerasan fisik maupun non fisik. Kekerasan fisik antar siswa MA NU 01 Banyuputih dapat dikatakan sedikit bahkan tidak ada. Berbeda dengan kekerasan non fisik, hal tersebut masih ada meskipun jumlah atau kadarnya tidak banyak dan berat. Bullying non fisik yang terjadi di MA NU 01 Banyuputih antara lain, mengejek dan menghina antar teman. Namun secara sepihak juga siswa-siswa madrasah tersebut tidak dapat disalahkan sepenuhnya. Banyak dari mereka yang melakukan tindakan tersebut kurang memahami dampak yang ditimbulkan. Mereka berasumsikan bahwa bercanda merupakan dasar yang mereka gunakan, namun tidak sedikit yang berawal dari candaan menimbulkan masalah yang besar. Untuk mengatasi masalah bullying menjadi peran guru, jadi dalam menjalankan perannya guru harus mempunyai cara untuk menyelesaikannya. Peran tersebut antara lain dengan menjalankannya program bimbingan dan pengarahan. Seperti guru MA NU 01 Banyuputih misalnya, mereka mempunyai cara dengan melakukan langkah pencegahan seperti bimbingan dan pengarahan yang dilakukan saat KBM, juga langkah penyembuhan yang dilakukan dikantor. Selain itu juga guru MA NU memberikan hukuman-hukuman yang cukup bagus dalam menunjang pendidikannya seperti menghafal surat-surat Qur’an, hadits, Asma’ulhusna, tahlil, dan lain-lain. Selain itu juga mempunyai hukuman yang memberatkan yang bertujuan memberikan efek jera pada pelaku. Disisi lain yang tidak bisa ditinggalkan oleh guru adalah melakukan pengawasan terhadap anak didiknya. Fenomena yang terjadi di MA NU 01 Banyuputih menjelaskan bahwa Madrasah mempunyai siswa-siswi yang menjadi agen-agen pengawasan yang dibimbing oleh guru MA NU 01 Banyuputih, melakukan pengawasan melelui sosial media, dan menjalankan program kebijakan kepala madrasah dalam guru piket harian melakukan pengawasan, pengarahan, dan bimbingan. Beberapa cara tersebut digunakan oleh guru-guru rumpun mata pelajaran PAI, yang diharapkan mampu melindungi murid-muridnya dari belenggu bullying. Berdasarkan beberapa macam-macam cara guru rumpun mapel PAI dan madrasah dalam mengatasi masalah bullying yang belum dijumpai adalah mengenai school bullying di MA NU 01 Banyuputih, pendidikan bullying dirasa akan sangat membekali peserta didik dalam pengetahuannya mengenai kekerasan baik sebab dan akibatnya yang ditimbulkan. School bullying harus dilakukan sedini mungkin dari pihak sekolah, disampaikan pada saat penerimaan siswa baru yang dikemas dalam MOPDIK siswa. Dengan membahas bullying dari segi agama, sosial, psikologi, dan umum, itu akan menjadi tambahan keilmuan siswa sehingga hal itu akan menjadi kontrol awal ketika mereka akan menjadi pelaku bullying.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Pendidikan Agama Islam; Bullying
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.7 Propagation of Islam > 297.77 Islamic religious education
300 Social sciences > 370 Education > 371 School management; special education
Divisions: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Agama Islam
Additional Information: Pembimbing: Ahmad Munthohar, M. Ag.; Dr. Ikhrom, M. Ag.
Depositing User: Nur yadi
Date Deposited: 29 Apr 2015 09:52
Last Modified: 29 Apr 2015 09:52
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/4005

Actions (login required)

View Item View Item