Implementasi quantum teaching dalam pembelajaran PAI kelas X di SMA Negeri 13 Semarang

Anwar, Syaiful (2014) Implementasi quantum teaching dalam pembelajaran PAI kelas X di SMA Negeri 13 Semarang. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
103111132_bab1.pdf - Accepted Version

Download (209kB) | Preview
[img]
Preview
Text
103111132_bab2.pdf - Accepted Version

Download (565kB) | Preview
[img]
Preview
Text
103111132_bab3.pdf - Accepted Version

Download (120kB) | Preview
[img]
Preview
Text
103111132_bab4.pdf - Accepted Version

Download (427kB) | Preview
[img]
Preview
Text
103111132_bab5.pdf - Accepted Version

Download (159kB) | Preview
[img]
Preview
Text
103111132_bibliografi.pdf - Bibliography

Download (241kB) | Preview

Abstract

Skripsi ini membahas pelaksanaan quantum teaching dalam pembelajaran PAI kelas X di SMA Negeri 13 Semarang Kecamatan Mijen Kabupaten Semarang Tahun Ajaran 2014/2015. Kajiannya dilatarbelakangi oleh pembelajaran pendidikan agama Islam yang kompek yang membutuhkan strategi pembelajaran yang efektif, mudah dan menyenangkang. Studi ini dimaksudkan untuk menjawab permasalan: Bagaimana implementasi quantum teaching dalam pembelajaran PAI kelas X di SMA Negeri 13 Semarang? Permasalahan tersebut dibahas melalui studi lapangan yang dilaksanakan di SMA Negeri 13 Semarang Kecamatan Mijen Kabupaten Semarang. Sekolahan tersebut dijadikan sebagai sumber data untuk mendapatkan potret implementasi quantum teaching dalam pembelajaran PAI kelas X di SMA Negeri 13 Semarang. Datanya diperoleh dengan cara observasi, dokumentasi dan wawancara. Semua data dianalisis dengan pendekatan fenomenologi dan analisis deskriptif mengunakan logika induktif, deduktif, dan reflektif. Kajian menunjukan bahwa: Implementasi quantum teaching yang dilaksanakan pada pembelajaran PAI materi tarikh dan kebudayaan Islam bab substansi dan strategi dakwah Nabi Muhammad SAW di Madinah bertujuan untuk mempermudah peserta didik dalam memahami materi pembelajaran dari aspek teoritis ke dalam aspek kognitif dan psikomotorik, terlihat pada proses pembelajaran yang disesuaikan dengan karakter peserta didik sesuai dengan materi “substansi dan strategi dakwah Nabi Muhammad SAW di Madinah,” yang menekankan pada aspek teoritis dakwah Nabi ke dalam aspek kognitif dan psikomotorik akhlak Nabi dalam berdakwah untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Secara pelaksanaannya, implementasi quantum teaching dalam pembelajaran PAI telah memiliki kesesuaian dengan prosedur pelaksanaan quantum teaching. Kesesuaian tersebut terlihat dari langkah-langkah penerapan strategi, sebagai berikut: (1) Guru memulai proses pembelajaran dengan membangun apersepsi dengan menyampaikan manfaat dari pelajaran yang akan dipelajari melalui kisah inspiratif dikaitkan dengan materi ajar, dalam strategi quantum teaching dikenal dengan istilah AMBAK (Apakah Manfaatnya Bagiku?), maksudnya manfaat bagi peserta didik.(2) Pendidik dalam menjelaskan tujuan pembelajaran di ikuti dengan pemberian contoh dalam kehidupan yang nyata, Dalam strategi qunatum teaching, dikenal dengan alami. (3) Dari contoh tersebut, guru memperintahkan peserta didik memecahkan masalah melalui diskusi kelompok yang sebelumya guru telah membagai peserta didik menjadi delapan kelompok, untuk kemudian hasilnya dipersentasikan di depan kelas, (4) Guru dan peserta didik membuat kata kunci, dalam qunatum teaching, dikenal dengan namai. (5) Guru memerintahkan peserta didik untuk mengulangi materi telah mereka pelajari. Dalam strategi quantum teaching dikenal dengan ulangi, (6) Setiap selesai melakukan aktifitas pembelajaran guru selalu memberikan apresiasi pada peserta didik sebagain sebuah penghargaan. Hal tersebut, dalam quantum teaching disebut rayakan, merayakan keberhasilan peserta didik sebagai bentuk penghormatan dalam menyelesaikan tugas atau atas ikut berpertisipasi dalam proses pembelajaran. Media dan guru sangat berperan dalam pembelajaran quantum teaching, media berfungsi untuk menciptakan daya tarik kepada peserta didik dalam proses pembelajaran untuk mengasah pola pikir mereka serta berpikir kreatif dan inovatif dalam penguasaan materi pelajaran, sedangkan peran guru sangat penting untuk menghilangkan kelemahan dalam penerapan quantum teaching. Meskipun secara teoritis memiliki kesesuaian dengan dengan prosedur pelaksanaan strategi quantum teaching, namun jika melihat dari proses praktikum, menurut penulis masih perlu untuk dicermati dalam pola kelompok. Kekurangan tersebut terdapat pada pola pengelompokan yang digunakan oleh guru PAI. Pengelompokan yang dilakukan oleh guru PAI cenderung berdasar pada asas acak (random). Maksudnya adalah dalam menentukan kelompok, guru kurang memperhatikan heterogenitas kemampuan peserta didik. Jika dikaji dalam konteks hubungan kondisi peserta didik dengan pola kelompok, maka guru perlu untuk memperhatikan aspek kemampuan peserta didik saat pengkelompokan.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Quantum Teaching; Metode pembelajaran; Pendidikan Agama Islam
Subjects: 300 Social sciences > 370 Education > 371 School management; special education
Divisions: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Agama Islam
Additional Information: Pembimbing : Dr. H. Abdul Rohman, M. Ag.; H. Mursid, M. Ag.
Depositing User: Nur yadi
Date Deposited: 13 May 2015 09:22
Last Modified: 13 May 2015 09:22
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/4045

Actions (login required)

View Item View Item