Analisis pemikiran Ibnu Hazm tentang konsep keadilan dalam poligami

Aulawi, Muhammad Zunal (2015) Analisis pemikiran Ibnu Hazm tentang konsep keadilan dalam poligami. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
102111045.pdf

Download (3MB) | Preview

Abstract

Poligami merupakan salah satu persoalan kontroversial yang perdebatannya melahirkan berbagai pendapat, terutama pada konsep keadilan sebagai syarat utama dalam poligami. Sebagian ulama memaknai keadilan poligami hanya dalam aspek materi saja (kuantitatif), namun ada juga yang memaknai keadilan poligami mencakup keadilan materi dan immateri (kuantitatif dan kualitatif). Adapun permasalahan yang dibahas adalah bagaimana pendapat Ibnu Hazm tentang konsep keadilan dalam poligami dan bagaimana istinbath hukum Ibnu Hazm tentang konsep keadilan dalam poligami. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan (library research) sumber data penelitian ini terdiri atas data primer dan skunder. Adapun analisis yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan metode content analysis (analisis isi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep keadilan yang ditekankan Ibnu Hazm dalam poligami sesuai dengan prinsip Islam yang sangat mengutamakan keadilan yaitu tidak adanya pembedaan antara isteri yang satu dengan isteri yang lainnya. Ibnu Hazm menggunakan dasar hukum surat an-Nisa’ ayat 3, 34,129 dan al-Baqarah ayat 139 serta hadits yang diriwayat dari Ahmad bin Suaib, beliau memandang al-Sunnah sebagai hujjah yang ketetapannya diambil dari al-Qur’an dan memandang kedudukan al-Qur’an dan al-Sunnah sebagai jalan yang menyampaikan umat manusia ke syari’at Islam adalah satu, karena keduanya merupakan wahyu Allah swt. Ibnu Hazm selalu melihat dari sisi zhahir-nya, hal tersebut membawa kepada pemahaman bahwa seluruh perintah Allah dan rasul-Nya menimbulkan hukum wajib dan larangan-larangannya menimbulkan hukum keharaman kecuali adanya hal yang menunjukkan pengecualian, dengan demikian orang tidak boleh mengatakan bahwa sesuatu adalah haram atau halal kecuali berdasarkan nash yang shahih. Keadilan poligami menurut Ibnu Hazm adalah adil dalam bidang materi saja (kuatitatif), bukan termasuk dalam bidang immaterial (kualitatif). Penulis setuju dengan pendapat Ibnu Hazm, akan tetapi menurut penulis, akan lebih ideal lagi jika konsep keadilannya seperti yang tercantum dalam al-Qur’an, yaitu keadilan yang hakiki, di mana seseorang memiliki hak yang sama atas kebebasan, yaitu bebas dari diskriminasi dan bebas dari ketidakadilan. Keadilan yang sebenar-benarnya keadilan. Islam memerintahkan berbuat adil dan ihsan, yaitu adil yang berkemanusiaan, adil yang berkualitas paling baik. Menurut penulis syarat keadilan yang dimaksud dalam al-Qur’an surat an-Nisa’ ayat 3 adalah keadilan yang bersifat kualitatif dan kuantitatif. Apabila diperhatikan secara cermat, surat an-Nisa’ ayat 129 justru merupakan peringatan Allah s.w.t. akan pentingnya nilai keadilan yang bersifat kualitatif.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Additional Information: Pembimbing: Prof. Dr. Mujibatun, M. Ag.; Achmad Syifaul Anam, SHI., MH.
Uncontrolled Keywords: Poligami
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.5 Islamic ethics, practice > 297.57 Religious experience, life, practice > 297.577 Marriage and family life
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Ahwal Syakhsiyyah
Depositing User: Nur yadi
Date Deposited: 05 Aug 2015 00:25
Last Modified: 05 Aug 2015 00:25
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/4276

Actions (login required)

View Item View Item