Ritual tingkeban dalam perspektif aqidah Islam (studi kasus di Kelurahan Srondol Kulon Kecamatan Banyumanik Kota Semarang)

Fitroh, Nurul (2015) Ritual tingkeban dalam perspektif aqidah Islam (studi kasus di Kelurahan Srondol Kulon Kecamatan Banyumanik Kota Semarang). Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
084111005.pdf - Accepted Version

Download (6MB) | Preview

Abstract

Tradisi merupakan suatu bentuk upacara tradisional yang dilakukan oleh masyarakat dan sudah menjadi budaya yang sulit untuk dihilangkan terutama bagi masyarakat Jawa. Serta melestarikan warisan nenek moyang secara kolektif. Dalam bentuk acara tradisi diantaranya adalah ritual Tingkeban yaitu ritual yang diselenggarakan pada bulan ketujuh masa kehamilan. Adapun maksud dan tujuan pokok dari tradisi ritual tingkeban adalah agar embrio yang ada di dalam kandungan dan ibu yang mengandung senantiasa memperoleh keselamatan. Ritual tingkeban yang setiap daerah maupun kelompok bisa berbeda, hal ini dikarenakan intensitas pengaruh budaya luar antara daerah yang satu dengan daerah yang lain berbeda. Pelaksanaan ritual tingkeban dalam suatu daerah atau kelompok masyarakat, ada yang berdasarkan nilai-nilai ajaran Islam tetapi kebiasaan terhadap penyelenggaraan ritual tingkeban itu tidak berdasarkan pada ketentuan ajaran Islam, walaupun dalam Islam tidak ada larangan terhadap tradisi tersebut. Karena itu, maka permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pandangan Islam tentang tradisi ritual tingkeban di Kelurahan Srondol Kulon. Adapun metode yang penulis gunakan adalah penelitian lapangan dengan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Sumber data yang digunakan adalah para informan baik yang terlibat maupun yang dianggap mengerti tentang tradisi tersebut, yaitu para tokoh masyarakat serta buku-buku yang menunjang dalam penelitian tersebut. Sedangkan metode analisis data dengan menggunakan metode kualitatif dan fenomenologi. Dari hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa pandangan Islam terhadap pelaksanaan tradisi ritual tingkeban di Kelurahan Srondol Kulon dapat saja dilakukan yang penting masyarakat tidak mengimani simbol-simbol yang terkait di dalam tingkeban tersebut. Tingkeban juga merupakan perwujudan rasa syukur kepada Allah SWT sehingga dengan adanya tingkeban ini masyarakat melakukan salah satu perwujudan rasa syukurnya serta bersedekah kepada orang-orang. Selain itu merupakan warisan dari budaya keagamaan nenek moyang sebelum penyebaran Islam sehingga memiliki muatan aqidah kepercayaan yang bertentangan dengan Islam. Dan dalam proses islamisasi perlu ada pemurnian aqidah serta pelaksanaan upacara yang sesuai dengan ajaran Islam. Selain itu tradisi tingkeban juga mempunyai makna filosofis sarana untuk menghormati tradisi, karena menghadiri undangan dalam pelaksanaan tradisi tingkeban berarti ikut melestarikan tradisi masyarakat Jawa khususnya masyarakat Kelurahan Srondol Kulon.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Additional Information: Pembimbing: Drs. Sudarto, M. Hum.; Dra. Yusriyah, M. Ag.
Uncontrolled Keywords: Aqidah Islam; Ritual Tingkeban; Islam dan budaya Jawa
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Aqidah Filsafat
Depositing User: Nur yadi
Date Deposited: 14 Aug 2015 01:45
Last Modified: 14 Aug 2015 01:45
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/4307

Actions (login required)

View Item View Item