Konsep wahdat al-wujūd Ibn `Arabī dan manunggaling kawulo lan gusti Ranggawarsita (studi komparatif)

Hasanah, Uswatun (2015) Konsep wahdat al-wujūd Ibn `Arabī dan manunggaling kawulo lan gusti Ranggawarsita (studi komparatif). Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
104111012.pdf - Accepted Version

Download (2MB) | Preview

Abstract

Salah satu persoalan utama yang selalu ramai diperbincangkan dan menjadi perdebatan sepanjang zaman adalah masalah ketuhanan. Kendati telah lama memicu polemik dan kontroversi tetap saja masalah ketuhanan tidak akan lepas dari dimensi filsafat dan dimensi kehidupan manusia. Masalah ketuhanan terkait erat dengan alam dan manusia, sebagai hubungan antara Sang pencipta dan ciptaan-Nya. Alam dan manusia adalah hasil karya Tuhan, Wahdah al-Wujûd merupakan suatu pandangan yang menyatakan hubungan antara sang pencipta dan ciptaan-Nya (kesatuan wujud antara al-haqq dengan al-khalq). AdalahIbn ‘Arabî dan Ranggawarsita dua tokoh besar Islam yang juga dalam perjalanan intelektualnya mengkaji masalah kesatuan wujud. Ibn ‘Arabî dengan latar belakang Suni dan pengaruh guru-gurunya yang mana pemikirannya malah cenderung ke Syi’ah, Ia diyakini sebagai tokoh yang mendirikan doktrin tentang Wahdah al-Wujûd. Ranggawarsita adalah tokoh yang hidup jauh setelah Ibn ‘Arabî, sufi yang juga mengembangkan konsep tentang kesatuan wujud, dalam kaca mata Islam kejawen, akan terasa berbeda ketika ajaran-ajaran murni sudah berbaur dengan kearifan local, Ibn ‘Arabî sufi yang membawa konsep Wahdah al-Wujûd secara murni dan Ranggawarsita yang membahasakan Wahdah al-Wujûd dalam warna kejawen. Penelitian ini selain bertujuan untuk mengetahui bagaimana konsep Wahdāt al-Wujūd Ibn`Arabī dan Manunggaling Kawulo lan Gusti, Ranggawarsita, juga untuk mengetahui persamaan dan perbedaan keduanya. Penelitian ini merupakan penelitian Kualitatif (Library Research).Sumber data diperoleh dari sumber data primer dan sumber data sekunder.Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan penggabungan metode deskritif kritis, kualitatif, komparatif dan analisis.Berpangkal dari filsafat wujud sebelum Ibn ‘Arabî dan Ranggawarsita, dua tokoh sentral ini yang menjadi obyek penelitian oleh penulis karena kekritisannya dan keseriusannya dalam mendalami masalah kesatuan wujud (hubungan antara al-haqq dengan al-khalq). Selain itu keduanya juga seorang tokoh yang kaya akan ilmu pengetahuan. Wujud dalam pandangan Ibn ‘Arabî adalah Satu, hanya ada satu wujud hakiki yaitu Tuhan, segala sesuatu selain Tuhan tidak ada pada dirinya sendiri.Ia ada hanya sebatas memanifestasikan wujud Tuhan. Alam adalah tempat penampakan diri Tuhan dan manusia sempurna adalahtempat penampakan diri Tuhan yang paling sempurna. Tajalli al-haqq merupakan ajaran sentral Ibn ‘Arabî, wujud alam tidak lain adalah wujud pinjaman yang berasal dari Tuhan. Ranggawarsita menjelaskan bahwa ketika masih dalam keadaan kosong, belum ada sesuatu yang ada hanyalah “Aku”. Tuhan adalah zat Yang Maha Suci dan Maha Kuasa, manusia adalah rasa Tuhan dan Tuhan adalah rasa manusia, kesatuan antara Tuhan dan manusia ibarat cermin dan orang yang bercermin. Perbedaan Ibn ‘Arabî dan Ranggawarsitayaitu; melihat dari kurun waktu yang terpaut jauh dan tempat yang berbeda pula, di dalam konsepIbn ‘Arabî bahwa kesatuan wujud masih murni dan belum tercampur dengan paham Hindu-Buddha, juga tidak dibutuhkan semacam rumusan kata-kata magis guna mengumpulkan hamba dengan Tuhan. Sedangkan dalam Ranggawarsita konsep manunggaling kawulo lan gusti sudah tersinkretik dengan ajaran kejawen, Hindu dan Buddha, juga dibutuhkan kata-kata yang berdaya magis untuk mengumpulkan hamba dengan Tuhan. Persamaan Ibn ‘Arabî dan Ranggawarsitayaitu: Tuhan adalah Pencipta alam semesta, sumber dari segala yang ada, semuanya berasal dari Tuhan.Alam adalah tajalli Tuhan, keduanya memiliki persamaan bahwa Tuhan mempunyai sifat transenden dan juga immanent.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Additional Information: Pembimbing: Drs. H. Sudarto, M. Hum.; Tsuwaibah, M. Ag.
Uncontrolled Keywords: Wahdat Al-Wujūd; Manunggaling Kawulo Gusti; Aqaid dan Imu Kalam
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.21 God and spiritual beings
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Aqidah Filsafat
Depositing User: Nur yadi
Date Deposited: 14 Aug 2015 01:47
Last Modified: 14 Aug 2015 01:47
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/4308

Actions (login required)

View Item View Item