Analisis perbandingan risiko kebangkrutan pada bank syariah devisa dan non devisa dengan menggunakan metode Altman Z-Score periode 2010-2012

Abrori, Hilman (2015) Analisis perbandingan risiko kebangkrutan pada bank syariah devisa dan non devisa dengan menggunakan metode Altman Z-Score periode 2010-2012. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
102411063.pdf

Download (2MB) | Preview

Abstract

Kondisi kesulitan keuangan tidak dapat dihindari oleh perusahaan manapun. Terlebih lagi bagi Bank Umum Syariah yang kemunculannya tergolong masih baru di dunia perekonomian di Indonesia. Dengan market share yang masih kecil dan permodalan yang tidak sekuat bank konvensional, tidak menutup kemungkinan bagi Bank Syariah untuk mengalami kesulitan keuangan (financial distress) atau bangkrut. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan seberapa besar risiko kebangkrutan bank syariah devisa dan non devisa. Dalam operasionalnya, bank devisa dituntut untuk sangat berhati-hati dalam mengelola risiko transaksi dalam bentuk valuta asing. Selama krisis 1997 sampai 1999, prosentase bank devisa yang tutup lebih besar daripada bank non devisa. Sebanyak 30 dari 78 atau 33,8% bank devisa yang beroperasi di Indonesia mengalami kebangkrutan atau dinyatakan BBO – bank beku operasi. Sedangkan pada periode yang sama, 21 dari 66 atau 23,7% bank non devisa mengalami kebangkrutan atau dinyatakan BBO. Dari uraian tersebut maka pertanyaan yang timbul adalah apakah bank devisa memiliki risiko kebangkrutan lebih besar dari bank non devisa. Penelitian ini mencoba menerapkan rasio-rasio dalam metode Z-Score Altman untuk perusahaan non-manufacturing dalam melakukan prediksi kebangkrutan dengan menggunakan variabel berupa rasio working capital to total assets, retairned earning to total assets, earning before interest and tax to total assets dan book value of equity to total liabilities. Penelitian ini menggunakan populasi sebanyak 4 bank syariah devisa dan 6 bank syariah non devisa. Data yang digunakan adalah laporan keuangan publikasi pada tahun 2010-2012. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BUSN devisa memiliki risiko kebangkrutan lebih besar daripada BUSN non devisa. Rata-rata Z-score BUSN devisa dalam 3 tahun rentang penelitian selalu lebih kecil daripada rata-rata Z-score pada BUSN non devisa. Pada 2010, BUSN devisa memiliki rata-rata nilai Z-score sebesar 4,467 dengan deviasi standar sebesar 0,8595, lebih kecil daripada rata-rata kelompok BUSN non devisa sebesar 6,712 dengan deviasi standar 2,8314. Pada tahun 2011 BUSN devisa memiliki rata-rata nilai Z 4,384 dengan standar deviasi 0,5400, lebih kecil daripada kelompok BUSN non devisa yang memperoleh rata-rata Z sebesar 5,909 dan standar deviasi 1,5550. Kemudian pada 2012 BUSN devisa mendapatkan rata-rata nilai Z sebesar 4,357 dengan standar deviasi 0,8728. Sedangkan kelompok BUSN non devisa yang mendapatkan rata-rata Z-score sebesar 4,573 dengan standar deviasi 0,4997. Hasil penelitian tersebut memberikan masukan bagi manajemen bank untuk memperhatikan besarnya rasio-rasio keuangan yang ada dalam metode Altman, serta masukan penggunaan metode Altman sebagai alternatif dalam penilaian kondisi keuangan bank bagi pihak-pihak yang berkepentingan.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Additional Information: Pembimbing: H. Much Fauzi, SE., MM.; Heny Yuningrum, SE., M. Si.
Uncontrolled Keywords: Bank syariah devisa; Metode Altman Z-Score; Kebangkrutan
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.27 Islam and social sciences > 297.273 Islam and economics
300 Social sciences > 330 Economics > 332 Financial economics
Divisions: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam > Jurusan Ekonomi Islam
Depositing User: Nur yadi
Date Deposited: 15 Aug 2015 08:41
Last Modified: 15 Aug 2015 08:41
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/4325

Actions (login required)

View Item View Item