Konsep negara ideal (studi komparasi antara Al-Farabi dan Ibnu Sina)

Rohmah, Hidayatur (2015) Konsep negara ideal (studi komparasi antara Al-Farabi dan Ibnu Sina). Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
114111016.pdf - Accepted Version

Download (736kB) | Preview

Abstract

Al-Farabi adalah seorang Filsuf-Politikus yang memiliki konsep kenegaraan, yaitu “Negara Utama(al-Madînah al-Fâdlilah).” Salah satu murid yang selalu mengagumi al-Farabi adalah Ibnu Sina. Ibnu Sina yang mendapat julukan Dokter-Politikus juga mempunyai gagasan kenegaraan yang terkenal dengan nama Negara Adil Makmur (al-Madînah al-Isytirâkiyah). Namun, kedua tokoh ini mempunyai pengalaman yang berbeda. Al-Farabi yang tidak pernah terlibat dalam kancah politik, maka dia tidak terpengaruh dengan sistem pemerintahan pada waktu itu. Berbeda dengan Ibnu Sina yang pernah menjabat sebagai perdana menteri di Hamadzan, mendapat banyak pengalaman tentang sistem pemerintahan. Ibnu Sina juga pernah menjadi penguasa tertinggi, sehingga dia mendapat kesempatan untuk menerapkan konsep kenegaraannya, meskipun dia gagal. Dengan demikian, al-Farabi dan Ibnu Sina adalah dua filsuf besar yang memiliki konsep kenegaraan dengan latar belakang yang berbeda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemikiran al-Farabi dan Ibnu Sina serta menentukan persamaan dan perbedaan konsep negara ideal dari kedua tokoh. Dengan demikian, akan dapat diketahui relevansi konsep al-Madînah al-Fâdlilah dan al-Madînah al-Isytirâkiyah dengan Negara Indonesia. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Pengumpulan data yang digunakan dalam menyusun skripsi ini dengan menggunakan penelitian kepustakaan (library research), sedangkan metode yang digunakan adalah metode dokumentasi. Sumber primer yang digunakan adalah buku yang ditulis oleh al-Farabi, yaitu Ârâ Ahl al-Madînah al-Fâdlilah dan buku yang ditulis oleh Ibnu Sina, yaitu, as-Syifâ. Sumber sekunder penelitian ini berasal dari buku-buku yang membahas tentang konsep kenegaraan al-Farabi dan Ibnu Sina. Metode untuk mengolah data yang sudah terkumpul dalam penelitian ini adalah metode deskriptif-analisis. Hasil dari penelitian konsep negara ideal al-Farabi dan Ibnu Sina memiliki persamaan bahwa negara harus memiliki pemimpin yang adil dan bijaksana serta warga yang memiliki kecerdasan rasio dan spiritual. Perbedaan konsep negara ideal dari kedua tokoh terletak pada jalan yang ditempuh untuk mencapai kebahagiaan. Al-Farabi membicarakan al-Madînah al-Fâdlilah dengan menitikberatkan soal kepala negara kemudian rakyat, sedangkan Ibnu Sina sedikit sekali membicarakan soal kepala negara. Konsep kepemimpinan al-Farabi yang mengedepankan kebajikan dan keutamaan, yaitu Filosof yang berkarakter Nabi dapat menjadi referensi bagi kepemimpinan di Negara Indonesia. Sedangkan, konsep negara adil makmur Ibnu Sina dimulai dari “revolusi ekonomi.” Permasalahan kemiskinan di Indonesia yang tidak kunjung selesai, menjadi PR negara untuk segera mengentaskan rakyat dari garis kemiskinan. Maka dari itu, Indonesia membutuhkan pemimpin yang berani mengambil kebijakan demi kemaslahatan umat.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Negara; Politik Islam
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.27 Islam and social sciences > 297.272 Islam and politics, fundamentalism
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Aqidah Filsafat
Additional Information: Pembimbing: Prof. Ghazali Munir, M.A.; Dra. Yusriyah, M. Ag.
Depositing User: Nur yadi
Date Deposited: 18 Aug 2015 07:52
Last Modified: 18 Aug 2015 07:52
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/4327

Actions (login required)

View Item View Item