Peran akal menurut Muhammad Abduh dalam kitab Tafsir al-Manar

Fitriyanto, Khambali (2015) Peran akal menurut Muhammad Abduh dalam kitab Tafsir al-Manar. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
084211006.pdf - Accepted Version

Download (4MB) | Preview

Abstract

Al-Quran adalah sumber utama ajaran Islam dan merupakan pedoman hidup bagi setiap muslim. Dengan kedudukannya tersebut, maka pemahaman terhadap ayat-ayat al-Quran merupakan sebuah tuntutan bagi umat Islam. Alquran dalam tradisi pemikiran Islam telah melahirkan sederetan teks turunan yang demikian luas dan mengagumkan dan selanjutnya teks turunan tersebut dikenal sebagai literatur tafsir. Sebagai kitab suci yang memiliki posisi yang sangaturgen bagi kehidupan manusia, yang sālih li kulli zamān wa makān, al-Quransenantiasa ditafsirkan dan ditafsirkan ulang serta dikembangkan penafsirannya sesuai dengan perkembangan zaman dengan mempertimbangkan waktu dan kondisi yang sedang terjadi. Disinilah akal mempunyai peranan yang penting untuk memberikan penafsiran terhadap Al-Quran.Dari sinilah muncul tokoh-tokoh pembaharu atau modernisasi Islam seperti Muhammad Abduh.Muhammad Abduh tampil dengan karya tulisnya, termasuk Tafsir Al-Manar. Tafsir Al-Manar merupakan salah satu kitab tafsir populer di kalangan peminat studi Alquran. Dalam penelitian ini, dibahas tentang peran akal dalam penafsiran Al-Quran menurut Muhammad Abduh, konsep akal menurut Muhammad Abduh danAplikasi konsep akal menurut Muhammad Abduh dalam penafsiran Al-Qur’an. Untuk mencapai hasil yang valid dan dapat diterima semua kalangan, maka dilakukan penelitian secara kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Setelah dilakukan penelitian dapat ditarik beberapa landasan dasar peranan akal dalam penafiran Muhammad Abduh,pertama berusaha membebaskan akal pikiran dari belenggu-belenggu taqlid yang menghambat perkembangan pengetahuan agama sebagaimana halnya Salaf al-Ummah yakni memahami langsung dari sumber pokoknya, yakni Al-Quran. Kedua akal itu adalah sebagai alat untuk mengetahui barang yang mungkin ada, alat untuk mencapai suatu barang yang wajib adanya dan akal itu merupakan jalan dalam mencapai suatu ilmu terhadap barang yang mustahil adanya.Ketiga jalan pikiran Abduh ini menghasilkan dua landasan pokok menyangkut pemahaman atau penafsirannya terhadap ayat-ayat Al-Quran, yaitu peranan akal dan peranan kondisi sosial. Menurut Abduh, ada masalah keagamaan yang tidak dapat diyakini kecuali melalui pembuktian logika, sebagaimana diakui bahwa di sisi lain juga ada ajaran-ajaran agama yang sukar dipahami dengan akal namun tidak bertentangan dengan akal.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Additional Information: Pembimbing: Moh. Nor Ichwan, M. Ag.; Ulin Ni’am Masruri, MA.
Uncontrolled Keywords: Akal; Logika; Filsafat Islam
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.122 Al-Quran > 297.1226 Interpretation and Criticism
200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.26 Islam and secular disciplines > 297.261 Islam and philosophy
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Tafsir Hadis
Depositing User: Nur yadi
Date Deposited: 24 Aug 2015 00:30
Last Modified: 24 Aug 2015 00:30
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/4337

Actions (login required)

View Item View Item