Kesaksian manusia kepada Tuhan (studi analisis penafsiran Quraish Shihab terhadap Q.S. al-A’rāf ayat 172 dalam Tafsir al-Miṣbāḥ)

Muayyad, Shobikul (2015) Kesaksian manusia kepada Tuhan (studi analisis penafsiran Quraish Shihab terhadap Q.S. al-A’rāf ayat 172 dalam Tafsir al-Miṣbāḥ). Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
114211083.pdf - Accepted Version

Download (545kB) | Preview

Abstract

Manusia adalah makhluq beriman (QS. Al-A’raf ayat 172). Tidak ada satu pun manusia yang lahir di dunia ini tanpa membawa fitrah/potensi ketuhanan. Namun, karena potensi yang dimiliki manusia sangat lemah, dan cenderung membelot ke jalan yang salah, maka manusia membutuhkan agama yang benar untuk menguatkan fitrah yang telah dimilikinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penafsiran Quraish Shihab terhadap Qs. Al-A’raf ayat 172 tentang kesaksian manusia, serta pengaruh mufassir terdahulu terhadap penafsiran Quraish Shihab saat ini, dan bagaimana mengimplementasikan penafsiran Quraish Shihab tentang kesaksian manusia dalam kehidupan beragama. Penelitian ini bersifat library research (penelitian kepustakaan). Data yang digunakan untuk melengkapi data-data valid skripsi ini berasal dari bahan-bahan tertulis. Sumber data primer yang penulis gunakan ialah Tafsir Al-Miṣbāḥ, Wawasan Alqur’an, Membumikan Alqur’an dan Alqur’an dan terjemahnya yang diterbitkan oleh Kemenag. Sedangkan data sekunder yang penulis gunakan ialah Tafsir Al-Biqa’i, Tafsir Al- Ṭabāriy, Tafsir Al-Maraghy, Tafsir Al-Manar dan yang lainnya. Dalam penelitian ini, metode deskriptif digunakan untuk mneganalisis data. Metode ini digunakan untuk menganalisa data dengan menggunakan pembahasan yang beranjak dari pemikiran yang bersifat umum kemudian disimpulkan dalam penegertian khusus (deduksi) dan beranjak dari hal-hal khusus kepada yang bersifat umum (induksi). Selain itu, metode kontekstual digunakan sebagai bentuk penjabaran dari metode tafsir tahlili. Hasil penelitian membuktikan bahwa, Quraish Shihab memberi penafsiran bahwa yang dimaksud Qs. Al-A’raf ayat 172 merupakan bentuk persaksian yang dilakukan oleh setiap manusia yang lahir di dunia melalui potensi yang telah dimilikinya sejak lahir. Penafsiran semacam ini, sesungguhnya dipengaruhi oleh beberapa mufasir sebelumnya, di antaranya Al-Biqa’i, Thabathaba’I, Rasyid Ridha dan Al-Maraghy. Namun, dalam tafsirnya, Quraish Shihab tidak mencantumkan referensi yang jelas terkait kutipan yang telah diambilnya, meskipun ada sebagian penafsiran yang murni pendapat pribadinya. Lebih jauh, dari hasil analisis penafsiran Quraish Shihab, potensi yang dimiliki manusia sangat lemah, oleh karena itu, harus diimplementasikan dengan cara mengucapkan dua kalimat syahadat sebagai bukti bahwa manusia bersaksi kepada Allah. Dan konsekuensi dari kesaksian itu ialah senantiasa beribadah kepada Allah sebagai ritus yang harus dilakukan oleh orang beriman.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Tauhid; Tafsir al-Miṣbāḥ; Tuhan
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.122 Al-Quran > 297.1229 Individual Suras and Groups of Suras
200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.21 God and spiritual beings > 297.211 God / Allah
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Tafsir Hadis
Additional Information: Pembimbing: Mundhir, M. Ag.; M. Nor Ichwan, M. Ag.
Depositing User: Nur yadi
Date Deposited: 09 Sep 2015 09:30
Last Modified: 16 Sep 2015 07:24
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/4457

Actions (login required)

View Item View Item