Kritik relasi buruh-majikan dalam sistem sekuler-kapitalisme perspektif hadits

Abidin, Achmad Aziz (2015) Kritik relasi buruh-majikan dalam sistem sekuler-kapitalisme perspektif hadits. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
114211012.pdf - Accepted Version

Download (3MB) | Preview

Abstract

Dalam lintasan sejarah, masalah perburuhan (relasi buruh-majikan) senantiasa menjadi topik faktual yang ironis. Hampir setiap kalangan mengakui bahwa buruh berada pada kondisi yang tidak mendapatkan keadilan, khususnya dalam pembayaran upah. Di samping itu, terdapat pula faktor-faktor lain yang membuat kondisi buruh semakin perlu untuk dibela. Dalam tradisi perburuhan yang ada, para buruh sering mendapatkan kekerasan, baik kekerasan yang bersifat mental, ekonomi maupun kekerasan fisik. Buruh semacam ini pada umumnya adalah mereka yang bekerja sebagai buruh migran. Kekerasan-kekerasan dan berbagai aspek lain yang menempatkan buruh pada posisi lemah ini perlu diatasi dengan diberlakukannya sistem kerja Islam sebagaimana yang ada dalam hadits Nabi Saw. Di dalam hadits, Nabi telah mengatur tentang bagaimana bermu‟amalah dengan baik antara buruh dengan majikan. Lain dari pada itu, hadits juga memberikan pengaturan-pengaturan yang di situ berhubungan dengan relasi keduanya. Oleh sebab itu, dalam skripsi ini penulis mencoba mengkritik sistem perburuhan yang ada (sekuler-kapitalisme) berdasarkan nilai-nilai hadits yang memiliki relevansi dengan pembahasan perburuhan. Langkah yang penulis gunakan dalam mengkritik sistem perburuhan tersebut adalah dengan mengumpulkan hadits-hadits perburuhan, lalu mencari pensyarahan hadits-hadits tersebut di dalam kitab-kitab syarah induk maupun di kitab lain yang memuat tentang penjelasan hadits terkait. Dari hasil pensyarahan tersebut, penulis mengkontekstualisasikan nilai-nilai yang dikandungnya terhadap kondisi perburuhan yang berkembang di masyarakat pada saat ini. Adapun yang penulis kritik dalam bagian ini adalah perihal sistem perburuhan itu sendiri dengan memfokuskan pada dua hal: pertama, pada kedudukan keduanya, dan kedua, pada relasi keduanya. Pada aspek kedudukan yaitu tentang posisi buruh dalam sistem tersebut di mana mereka ditempatkan pada posisi subordinatif. Penempatan posisi ini selayaknya tidaklah patut bagi seorang buruh, karena mereka berhak memperoleh haknya secara baik. Sedangkan aspek relasinya yaitu tentang aspek-aspek yang menghubungkan keduanya dalam membentuk persekutuan kerja. Di antara aspek-aspek tersebut ialah sebagai berikut: pertama, kontrak kerja, kedua, waktu libur (istirahat), dan ketiga, upah kerja. Kedua aspek tersebut dikritik dengan hadits, sehingga yang semula dalam sistem sekuler-kapitalisme, buruh ditempatkan pada posisi subordinatif dan dipekerjakan dengan eksploitatif, maka kemudian semua itu digantikan dengan sistem kerja Islam, yaitu sistem kerja yang dalam aplikasinya lebih mengutamakan kepentingan buruh di atas kepentingan yang lain, lebih memperhatikan serta memperdulikan hak-hak buruh dalam bekerja dan yang paling inti adalah tidak berbuat kasar terhadap buruh.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Buruh dan majikan; sekuler; kapitalisme; hadits
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.125 Hadits > 297.1251 Study of Text of Hadith
300 Social sciences > 330 Economics > 331 Labor economics
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Tafsir Hadis
Additional Information: Pembimbing: Dr. Zuhad, MA; Muhtarom, M.Ag.
Depositing User: Nur yadi
Date Deposited: 31 Oct 2015 02:43
Last Modified: 31 Oct 2015 02:43
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/4522

Actions (login required)

View Item View Item