Pemberitaan dugaan kasus korupsi Suryadharma Ali dalam surat kabar Harian Kompas dan Sindo (analisis framing)

Anam, Achmad Khoirul (2015) Pemberitaan dugaan kasus korupsi Suryadharma Ali dalam surat kabar Harian Kompas dan Sindo (analisis framing). Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
081211002.pdf - Accepted Version

Download (2MB) | Preview

Abstract

Pemberitaan Kasus Korupsi Suryadharma Ali Dalam Surat Kabar Harian Kompas dan Sindo (Analisis Framing), Skripsi, Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang 2015. Latar belakang masalah penelitian ini berangkat dari perintah bagi umat islam untuk selekif ketika datang sebuah berita, agar tidak tersesat dalam kepentingan yang merugikan. Penelitian ini bertujuan untuk mencari bagaimana konstruksi berita kasus korupsi penyelenggaraan haji di Kementerian Agama tahun anggaran 2012-2013 terkait dana pemondokan, katering, dan transportasi yang dilakukan oleh Suryadharma Ali, dalam pemberitaan Surat Kabar Harian Kompas dan Surat Kabar Harian Sindo. Kesimpulan dari penelitian ini adalah intensitas pemberitaan kasus tersebut, Koran Sindo lebih sedikit mengeluarkan berita dibanding dengan Kompas. Konstruksi yang berbeda terlihat jelas dalam setiap pemberitaan dan fakta-fakta yang ditampilkan dalam berita. Framing (bingkai) kedua media Kompas dan Koran Sindo dari beberapa berita yang diteliti, menunjukkan arah kecenderungan dan konstruksi fakta yang berbeda. Kompas mengkonstruksikan berita, kaintannya dalam kasus korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun anggaran 2012/2013. Suryadharma Ali adalah tersangka kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji 2012/2013, SDA harus segera melepaskan jabatannya sebagai Menteri Agama guna untuk memperlancar proses hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Suryadharma masih sebagai Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) meskipun statusnya menjadi tersangka dugaan kasus korupsi, suryadharma ali ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Kompas dalam mengonstuksikan berita sebagaimana yang dilihat dari struktur retorik selalu memberikan penekanan dalam setiap beritanya, baik itu dalam kata “Suryadharma Terkejut”, “Suryadharma Belum Mau Lepas Jabatan”, “Suryadharma Ali Tetap Ketua Umum PPP”. Maupun berbentuk foto berita yang menunjukkan ekspresi marah Suryadharma saat ditahan KPK. Berbeda dengan Kompas, Koran Sindo mengkonstruksikan pemberitaan yang seolah menunjukkan bahwa Suryadharma Ali (SDA) bukan satu-satunya tersangka kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2010-2013. SDA belum pasti bersalah, karena pemberitaan Sindo hanya berhenti pada proses Praperadilan dan pemberitaan penahanan SDA oleh KPK tidak dimunculkan. Struktur retorik, Koran Sindo lebih sering menggunakan kata yang mendukung SDA, seperti pada judul “SDA tuntut KPK Rp1 triliun” yang menjelaskan bahwa penetapan SDA sebagai tersangka karena unsur politik karena telah mendukung Calon Presiden Prabowo-Hatta pada Pemilu 2014, serta tidak memiliki bukti yang kuat

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Pemberitaan surat kabar; Kasus korupsi; Analisis framing
Subjects: 000 Computer science, information, general works > 070 News media, journalism, publishing
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Komunikasi dan Penyiaran Islam
Additional Information: Pembimbing: Ahmad Faqih, S. Ag., M. Si.; Dr. Ilyas Supena, M. Ag.
Depositing User: Nur yadi
Date Deposited: 01 Sep 2015 04:37
Last Modified: 01 Sep 2015 04:37
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/4539

Actions (login required)

View Item View Item