Pola kepemimpinan kepala sekolah di SDIT Cahaya Bangsa Mijen Semarang

Septaningrum, Noor (2015) Pola kepemimpinan kepala sekolah di SDIT Cahaya Bangsa Mijen Semarang. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
103311028.pdf - Accepted Version

Download (4MB) | Preview

Abstract

Keberhasilan suatu lembaga pendidikan sangat tergantung pada peran seorang pemimpin, yang kemudian lazim disebut kepala sekolah. Kepala sekolah harus mampu membawa lembaganya ke arah tercapainya tujuan yang telah ditetapkan dan mampu melihat adanya perubahan serta mampu melihat masa depan dalam kehidupan globalisasi yang lebih baik. Keberhasilan dalam Kepemimpinan Pendidikan juga dipengaruhi oleh Pola kepemimpinan kepala sekolah. Tujuan penelitian ini adalah dalam rangka mengungkap Pola Kepemimpinan Kepala Sekolah dan upaya kepala sekolah dalam mewujudkan visi dan misi sekolah di SDIT Cahaya Bangsa. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dan menggunakan tehnik pengumpulan data secara wawancara mendalam, observasi atau pengamatan langsung maupun tak langsung dan dengan dokumentasi baik tertulis maupun gambar. Tehnik analisis yang dgunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pertama Kepemimpinan kepala sekolah di SDIT Cahaya Bangsa adalah pola kepemimpinan transformasional. Kepala sekolah bertindak sebagai agen perubahan dan sebagai katalisator, yaitu memberi peran mengubah sistem ke arah yang lebih baik. Kepala sekolah berusaha meningkatkan sumber daya manusia yang ada, memberikan reaksi yang menimbulkan semangat dan daya kerja cepat semaksimal mungkin, selalu tampil sebagai pelopor dan pembawa agen perubahan. Kepala sekolah mengubah budaya dan strategi-strategi sebuah organisasi serta memformulasikan sebuah visi dengan mengembangkan komitmen terhadapnya. contohnya yaitu kepala sekolah mengubah konsep rapat menjadi lebih disiplin dan semua guru mendapat giliran menyampaikan kultum, selain itu adanya penambahan hari kerja guru maupun staf yaitu hari sabtu. Jadi, meskipun siswa libur semua guru dan staf harus tetap berangkat. Hari sabtu digunakan sebagai sarana guru untuk mempersiapkan pembelajaran satu minggu ke depan, sehinnga setiap guru maupun staf dapat mempersiapkan tugasnya dengan baik untuk kinerja kedepannya. Kedua, Upaya kepala sekolah dalam mewujudkan visi dan misi sekolah dilakukan melalui dua cara yaitu internal dan eksternal. Internal, yaitu mengenalkan visi dan misi sekolah kepada lingkungan sekolah, merumuskan rencana kegiatan sekolah sesuai dengan tujuan yang diharapkan lembaga, merealisasikan visi dan misi ke dalam tindakan nyata.dan mengevaluasi kegiatan yang telah terlaksana jika tidak sesuai dengan tujuan. Semua itu di wujudkan bersama dengan kerja tim yang solid dan kompak. Eksternal, yaitu mengenalkan visi misi kepada wali murid dan masyarakat sekitar melalui kegiatan-kegiatan besar yang diadakan di sekolah seperti seminar parenting, open house SDIT Cahaya Bangsa, qurban, dll. Selain mengenalkan visi dan misi, kepala sekolah juga menjelaskan hal-hal terkait visi misi dan meminta kerjasama berbagai pihak untuk bersama mewujudkan visi dan misi sekolah. usaha lain yaitu, kepala sekolah memasang tulisan visi, misi dan tujuan di dinding sekolah sebagai sarana agar stakeholder lebih memahami arti dari visi dan misi sekolah sehingga apa yang dicita-citakan sekolah dapat tercapai nantinya.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Kepala Sekolah; Pola kepemimpinan; Manajemen sekolah
Subjects: 300 Social sciences > 370 Education > 371 School management; special education > 371.2 Administrasi sekolah, administrasi pendidikan
Divisions: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > Kependidikan Islam
Additional Information: Pembimbing: Drs. H. Wahyudi, M. Pd.; Dr. Ikhrom, M. Ag.
Depositing User: Nur yadi
Date Deposited: 31 Oct 2015 04:42
Last Modified: 31 Oct 2015 04:42
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/4547

Actions (login required)

View Item View Item