Konsep pendidikan Islam dalam surat Al-Shaffat ayat 102-107

Ghozali, Ghozali (2014) Konsep pendidikan Islam dalam surat Al-Shaffat ayat 102-107. Undergraduate (S1) thesis, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan: Pendidikan Agama Islam.

[img]
Preview
Text
093111049.pdf - Accepted Version

Download (2MB) | Preview

Abstract

Skripsi ini membahas konsep pendidikan Islam menurut al-Qur’an surah al-Shaffat ayat 102-107. Kajiannya dilatarbelakangi oleh realita yang menunjukkan kekaburan dalam pelaksanaan pendidikan Islam yang masih terjadi, khususnya di Indonesia. Studi ini dimaksudkan untuk menjawab permasalahan: (1) Apa Konsep Pendidikan Islam? (2) Bagaimana Konsep Pendidikan Islam dalam Perspektif Surat al-Shaffat Ayat 102-107? Permasalahan tersebut dibahas melalui studi kepustakaan yang datanya diperoleh dari al-Qur’an dan tafsir-tafsirnya serta dari berbagai buku yang terkait dengan konsep pendidikan Islam. Semua data penelitian dianalisis dengan metode Tahlili, yaitu penelitian yang berupaya menganalisis secara kronologis dan memaparkan berbagai aspek yang terkandung dalam ayat-ayat al-Quran sebagaimana tercantum dalam mushaf, kemudian segi yang dianggap perlu diuraikan bermula dari kosakata, asbab al-nuzul, munasabah, dan kandungan ayat. Kajian ini menunjukkan bahwa: (1) Konsep pendidikan Islam adalah rangkaian kegiatan untuk merealisasi manusia muslim yang beriman, bertaqwa, dan berilmu pengetahuan, sesuai dengan pesan-pesan ilahi dengan sikap dan kepribadian bulat menyerahkan diri kepada-Nya dalam segala aspek kehidupan untuk mencari keridhaan-Nya. (2) Dalam perspektif surat al-Shaffat ayat 102-107, pendidikan Islam memiliki beberapa ide dalam pelaksanaannya, diantaranya: a) Tujuan pendidikan untuk humanisasi yaitu pendidikan yang berisi nilai-nilai keutamaan atau kebajikan yang dapat mengangkat derajat kemuliaan manusia. b) Materi pendidikan keimanan. Menanamkan keimanan dalam pendidikan merupakan prioritas pertama dan utama, agar melahirkan sikap dan tingkah laku yang terpuji dalam kehidupan sehari-hari sebagai amal shaleh. c) Kompetensi pendidik berupa sikap demokratis. Sikap demokratis merupakan kearifan bagi pendidik yang profesional, kearifan tersebut berupa mempertimbangkan sikap mental dan kejiwaan anak didik sehingga sang pendidik selalu yakin dengan keberhasilan yang dilakukan. d) Metode yang diterapkan berupa dialogis. Cara dialog akan melatih berargumentasi, kesabaran dan ketangguhan sehingga akan ditemukan kesamaan persepsi tentang visi dan misi pendidikan, serta terbangun interaksi pendidikan yang harmonis. e) Reward, merupakan hal penting dalam memberikan inspirasi sehingga peserta didik tidak hanya mendapatkan ilmu dan kesadaran darinya, akan tetapi lebih jauh dalam mentransfer nilai-nilai luhur darinya.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Pendidikan Islam; Surat Al-Shaffat
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.122 Al-Quran > 297.1229 Individual Suras and Groups of Suras
200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.7 Propagation of Islam > 297.77 Islamic religious education
Divisions: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Agama Islam
Additional Information: Pembimbing: Prof. Dr. H. M. Erfan Soebahar, M. Ag.; H. Amin Farih, M. Ag.
Depositing User: Nur yadi
Date Deposited: 07 Nov 2015 03:41
Last Modified: 07 Nov 2015 03:41
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/4657

Actions (login required)

View Item View Item