Pelaksanaan bimbingan keagamaan dalam melatih kedisiplinan anak hiperaktif di RA Al-Muna Semarang

Ainunnaziroh, Ainunnaziroh (2015) Pelaksanaan bimbingan keagamaan dalam melatih kedisiplinan anak hiperaktif di RA Al-Muna Semarang. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
081111016.pdf - Accepted Version

Download (2MB) | Preview

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh anak merupakan individu yang berbeda dengan orang dewasa, baik secara fisik maupun psikologis. Sementara anak cenderung di dominasi oleh pola pikir yang bersifat egosentrik, maka orang dewasa sudah mampu berpikir empati dan sosial. Sebagai perumusan masalah: bagaimana pelaksanaan bimbingan keagamaan dalam melatih kedisiplinan anak hiperaktif di RA Al-Muna Semarang? Bagaimana faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan bimbingan keagamaan dalam melatih kedisiplinan anak hiperaktif di RA Al-Muna Semarang? Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (penelitian kancah/ field reseach) dengan pendekatan penelitian kualitatif. Data primer adalah data tentang pelaksanaan bimbingan keagamaan yang dilakukan oleh Guru Al Muna Semarang tentang perilaku anak hiperaktif. Data Sekunder yaitu seluruh data yang terkait dengan pelaksanaan bimbingan keagamaan yang ada di Al-Muna serta letak geografis.dan keadaan yang ada di Al-Muna Semarang. Teknik pengumpulan data dengan Observasi, teknik dokumen dan Interview/wawancara. Dalam menyusun skripsi ini, peneliti menggunakan metode analisa deskriptif. Hasil pembahasan menunjukkan 1. Pelaksanaan bimbingan keagamaan dalam melatih kedisiplinan anak hiperaktif di RA Al Muna Semarang meliputi: a). Materi, materi yang ada dalam bimbingan keagamaan di RA Al Muna Semarang yaitu meliputi: aspek aqidah, aspek akhlak dan aspek ibadah. b). Metode, metode yang digunakan dalam bimbingan keagamaan dalam melatih kedisiplinan meliputi: metode bercerita, metode pembiasaan atau latihan, metode bermain, metode demonstrasi, dan metode teladan. c) Mengkondisikan agar anak bisa tenang saat pelaksanaan bimbingan keagamaan. d) Melatif kefokusan anak dalam setiap aktifitas bimbingan keagamaan. e) Anak-anak dilatih menjalankan apapun sesuai aturan. f) Memberikan teguran kepada anak hiperaktif ketika lepas kontrol. g).Memberikan pujian saat anak melakukan sesuatu dengan benar. h) Serta memberikan hukuman berupa pelaksanaan ibadah ketika anak hiperaktif tidak bisa tenang. 2. Faktor yang mendukung dan menghambat proses bimbingan keagamaan untuk menerapkan perilaku disiplin pada anak hiperaktif di Al Muna Semarang berasal dari beberapa faktor. Faktor yang mendukung antara lain berasal dari guru, kepala sekolah, anak, orang tua, sarana dan prasarana serta lingkungan. Seorang anak yang hiperaktif yang mendapat dukungan, motivasi dan diberikan fasilitas akan mampu mengubah kepribadiannya menjadi anak yang bisa bersikap disiplin. Karena anak akan merasa nyaman, bebas, dan dapat berkreasi sesuai dengan yang di inginkan dalam proses bimbingan. Peran pengasuh dan orang tua sangat membantu untuk mengembangkan pribadi disiplin pada anak hiperaktif.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Bimbingan keagamaan; Kedisiplinan anak; Anak hiperaktif
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.7 Propagation of Islam > 297.77 Islamic religious education
300 Social sciences > 370 Education > 372 Elementary education > 372.2 Pendidikan dasar (Play gorup, TK, SD)
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Bimbingan dan Penyuluhan Islam
Additional Information: Pembimbing: Dr. H. Solihan, M. Ag.; Yuli Nurkhasanah, M. Hum.
Depositing User: Nur yadi
Date Deposited: 23 Dec 2015 09:23
Last Modified: 23 Dec 2015 09:23
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/4779

Actions (login required)

View Item View Item