Hubungan dalamnya cinta dengan kerelaan berkorban (studi kasus mahasiswa Fakultas Ushuluddin IAIN Walisongo Semarang tahun akademik 2005-2008)

Arif, Satria Saiful (2009) Hubungan dalamnya cinta dengan kerelaan berkorban (studi kasus mahasiswa Fakultas Ushuluddin IAIN Walisongo Semarang tahun akademik 2005-2008). Undergraduate (S1) thesis, IAIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
4105001.pdf - Accepted Version

Download (684kB) | Preview

Abstract

Judul penelitian ini adalah "Hubungan Dalamnya Cinta dengan Kerelaan Berkorban (Studi Kasus Mahasiswa Fakultas Ushuluddin IAIN Walisongo Semarang Tahun Akademik 2005-2008)". Penulis sengaja mengangkat judul ini dengan alasan cinta mempunyai otoritas yang kuat serta mendominasi seseorang dalam melakukan tindakan pengorbanan, sedangkan seseorang yang melontarkan statement cinta, tanpa adanya pengorbanan, apakah itu disebut sebagai rasa cinta ataukah hanya hamburan kata-kata yang sia-sia yang tidak menunjukan eksistensi cinta yang ada pada dirinya. Sehingga dalam kasus yang semacam ini dapat diketahui siapakah yang masuk dalam dimensi cinta yang sebenarnya, dan proses apa yang terjadi sehingga individu sanggup melakukan pengorbanan cinta. Penulis telah mengobservasi serta mewawancarai mahasiswa Fakultas Ushuluddin IAIN Walisongo Jurusan Aqidah Filsafat angkatan tahun 2005 yang bernama Fanani al Azhar. Penulis telah mengamati, pada dasarnya objek penelitian penulis ini selalu bangun pagi pada jam 09.00 WIB. Akan tetapi ketika dia diminta oleh sang kekasih untuk menghantarkan ataupun menjemputnya pada pukul 06.00 WIB, dia selalu berusaha bangun berlawanan dengan apa yang tidak ia sukai, sehingga tepat pada pukul 06.00 WIB dia harus sudah berada pada tempat kekasih untuk menjemput dan siap menghantarkannya. Dapat diketahui bahwa Fakultas Ushuluddin IAIN Semarang adalah suatu sekolah tinggi Islam yang berbasis relegiusitas dalam pedoman lembaga tersebut, sehingga secara normatif ajaran dan norma-norma yang diterapkan dalam pendidikan formal institut tersebut akan berkaitan dengan norma-norma keagamaan dan menjunjung tinggi moral serta budi pekerti yang luhur. Hal ini secara otomatis akan mempunyai dampak bagi para mahasiswa yang menuntut ilmu di fakultas tersebut dalam menerapkan nilai-nilai keagamaan yang telah mereka dapat dalam kegiatan akademis sehari-hari. Penulis sengaja menjadikan Fakultas Ushuluddin IAIN Semarang sebagai bidikan untuk sebuah penelitian “Hubungan Dalamnya Cinta dengan Kerelaan Berkorban” dalam rangka untuk mengetahui bagaimana pengorbanan individu yang memiliki background religiusitas, berpikir filosofis dan tologis yang masuk dalam dimensi cinta, dan apakah pengorbanan mereka dalam cinta melampaui batas-batas nilai moral serta norma keagamaan yang telah didapatkan. Jenis penelitian ini adalah field research dengan pendekatan yang digunakan seperti guide interveiw, wawancara, observasi, dokumentasi, dan sebagainya, yang penulis analisis dengan menggunakan metode analisis fenomenologi. Adapun masalah yang penulis teliti adalah (1) Bagaimana perasaan cinta mempunyai hubungan dengan perasaan rela berkorban? (2) Bagaimana pengorbanan cinta seseorang yang memiliki background agama dalam kehidupannya? Sedangkan hasil dari penelitian tersebut adalah: Pertama, cinta dan pengorbanan adalah ekspresi dari aktifnya afeksi individu. Sebuah simbol kebebasan yang terbelenggu dalam empirisme yang telah terbentuk, banyak orang yang melakukan sesuatu semata-mata karena tuntutan dan keterpaksaan, walaupun hal tersebut adalah pilihan mereka yang seakan-akan bukan tuntutan serta keterpaksaan. Motivasi-motivasi yang manusia bangun berdasarkan kebutuhan-kebutuhan yang harus dipenuhi, manusia tak menyadari motivasinya terbentuk dari sebuah tuntutan keadaan. Sedangkan cinta adalah sebuah kebebasan yang manusia raih. Cinta berdiri sendiri tanpa tuntutan dan paksaan, sehingga kekuatannya begitu dahsyat. Pengorbanan cinta dapat dijelaskan secara rasional, karena pengorbanan termasuk cara untuk menumbuhkan cinta orang lain. Pengorbanan merupakan salah satu bahasa cinta untuk sebuah perjuangan agar yang dicintai merasa bahagia, setelah yang dicintai merasa bahagia maka di dalam hatinya akan timbul rasa nyaman dan gembira bila bersama dengan orang yang membahagiakanya, sehingga dengan rasa kebahagiaan yang selalu hadir dapat menumbuhkan rasa kecanduan ingin selalu bahagia, dikarenakan potensi manusia adalah inginmerasakan kebahagiaan, sedangkan kebahagiaan tersebut bisa hadir jika bersama dengan orang yang membahagiakan, dengan tujuan agar selau mendapat kebahagiaan dan kegembiraan, sehingga timbulah rasa cinta terhadap orang yang membahagiakan tersebut, ahirnya cinta orang yang mencintai menumbuhkan cinta orang yang dicintai dengan pengorbanan-pengorbanan yang telah dilakukan. Kedua, Sedikit ataupun banyak, pada kenyataannya keilmuan agama seperti yang ada di Fakultas Ushuluddin mengambil bagian yang cukup penting untuk menentukan langkah seseorang, hal tersebut biasanya dapat mempengaruhi prilaku dalam kehidupan sehari-hari. Pengorbanan yang didasari oleh rasa cinta termasuk prilaku. Prilaku tersebut termotivasi oleh adanya cinta yang tumbuh dihati manusia, begitu juga dasar keilmuan serta pengetahuan yang dimiliki oleh seseorang mempunyai posisi yang cukup penting untuk mempertimbangkan langkah yang akan dilakukan dalam mengerjakan suatu hal termasuk pengorbanan cinta. Fakultas Ushuluddin berkompeten untuk mencetak generasi-generasi pemikir Islam, sehingga dengan keilmuan akademis yang ada pada fakultas tersebut, sedikit banyak mampu mengendalikan prilaku remaja yang biasanya bertentangan dengan nilai-nilai sosial kemasyarakatan, hususnya dalam segi pengorbanan cinta. Akan tetapi pada dasarnya, bagi manusia pada umumnya, hanya dengan mengetahui keilmuan agama dan filsafat tidak bisa membuat manusia 100% menjadi makhluk yang bebas akan kesalahan dan dosa, karena manusia diciptakan dengan membawa potensi keburukan dan kebaikan, sehingga dalam Fakultas Ushuluddin ini ditemukan beberapa mahasiswa yang masih mementingkan kepentingan pribadi dan kesenanganya daripada tanggungjawab yang mereka miliki. Seperti asik berkomunikasi dengan kekasihnya lewat hp saat pelajaran sedang berlangsung, meninggalkan kegiatanya dan memilih bersama sang kekasih, sehingga kurang mempedulikan tanggungjawabnya sebagai seorang mahasiswa.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Cinta; Kerelaan Berkorban
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.4 Sufism > 297.41 Sufi theology
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Tasawuf dan Psikoterapi
Additional Information: Pembimbing: Sulaiman Al Kumayi, M. Ag.; Fitriyati, M. Si.
Depositing User: Agus Sopan Hadi
Date Deposited: 08 Dec 2015 05:16
Last Modified: 08 Dec 2015 05:16
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/4829

Actions (login required)

View Item View Item