Ayat-ayat tawassul dalam perspektif Muhammad bin Abdul Wahhab

Badriyah, Lailatul (2009) Ayat-ayat tawassul dalam perspektif Muhammad bin Abdul Wahhab. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
4105016.pdf - Accepted Version

Download (537kB) | Preview

Abstract

Pemahaman tawassul sebagaimana yang dipahami oleh umat Islam selama ini adalah bahwa tawassul adalah berdoa kepada Allah melalui suatu perantara, baik perantara tersebut berupa amal baik kita ataupun melalui orang sholeh yang kita anggap mempunyai posisi lebih dekat kepada Allah. Jadi tawassul merupakan pintu dan perantara doa untuk menuju Allah SWT. Tawassul di dalam Islam, memang merupakan sesuatu yang diperintahkan oleh al-Qur’an, hal ini bisa dirujuk kepada al-Qur’an surat al-Maidah ayat 35 dan surat al-Isra’ ayat 57, yang menjelaskan tentang perintah untuk mencari jalan (wasilah) yang bisa mendekatkan diri kepada Allah SWT. Tidak pernah ada perselisihan di kalangan umat Islam tentang disyariatkannya tawassul kepada Allah SWT dengan amal saleh. Maka orang yang berpuasa, mendirikan shalat, membaca al-Qur’an, berarti ia tawassul. Dengan puasanya, shalatnya, bacaan al-Qur’an atau sedekahnya. Bahkan tawassul lebih optimis untuk diterima dan tercapainya tujuan. Dalam hadis disebutkan mengenai tiga orang yang terkurung dalam gua orang pertama bertawassul dengan amal baktinya kepada kedua orang tuanya. Orang kedua bertawassul dengan sikapnya menjauhi prilaku keji, padahal waktu itu kesempatan sudah terbuka lebar baginya. Orang ketiga bertawassul dengan kejujurannya dengan memelihara harta orang lain dengan sempurna. Maka Allah SWT kemudian berkenan dan melapangkan kesulitan yang mereka alami. Masalah yang masih diperselisihkan adalah bertawassul bukan dengan amal orang yang bertawassul itu sendiri. Maksudnya bertawassul dengan benda-benda dan pribadi (orang). Penulisan skripsi ini menggunakan jenis studi dengan mendasarkan diri pada penelitian pustaka (literal research) dengan metode kualitatif yang menggunakan data dari sumber-sumber primer maupun skunder. Kemudian dalam menganalisis data, penulis menggunakan analisis data kualitatif yang bertumpu pada titik tolak hermeneutika. Skripsi penulis yang berjudul ayat-ayat tawassul dalam perspektif Muhammad Bin Abdul Wahhab, bertujuan untuk mengetahui dan memahami bagaimana makna tawassul dalam al-Qur’an, dan Untuk mengetahui penafsiran Muhammad Bin Abdul Wahhab tentang tawassul. Dalam skripsi ini dijelaskan mengenai ayat-ayat tawassul, Pembahasan ini dikaji melalui pemikiran Muhammad Bin Abdul Wahhab mengenai tawassul. Dalam pandangannya tawassul yang disyari’atkan adalah tawassul yang langsung kepada Allah SWT. Sementara tawassul kepada Allah SWT dengan sesama makhluk, kendatipun seorang Nabi atau wali, adalah perbuatan bid’ah yang tidak diperbolehkan dan tidak ada dasarnya sama sekali. Sebab pada hakikatnya, kebaikan seseorang itu untuk dirinya sendiri.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Additional Information: Pembimbing: Drs. K.H. Abdul Karim Assalawy, M. Ag.; M. Masrur, M. Ag.
Uncontrolled Keywords: Tawassul
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.122 Al-Quran > 297.1229 Individual Suras and Groups of Suras
200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.3 Islamic Worship / Ibadah > 297.38 Rites, prayer
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Tafsir Hadis
Depositing User: Agus Sopan Hadi
Date Deposited: 04 Dec 2015 04:35
Last Modified: 04 Dec 2015 04:35
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/4833

Actions (login required)

View Item View Item