Tafsir tematik ayat-ayat kalam dalam Tafsir An-Nur

Azizah, Samrotul (2009) Tafsir tematik ayat-ayat kalam dalam Tafsir An-Nur. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
4105025.pdf - Accepted Version

Download (543kB) | Preview

Abstract

Skripsi ini diberi judul: “Tafsir Tematik Ayat-Ayat Kalam Dalam Tafsir An-Nur”, dengan menggunakan metode libraray research dan komparatif (perbandingan), Tafsir ini dikarang oleh Teungku Hasbie ash Shidiqie (1904-1975 M), sesuai dengan judulnya, maka didalamnya dikaji tentang Ayat-ayat kalam yang berhubungan dengan salah satu pemikir dari ahli kalam. Tafsir an-Nur mengambil metode tahlili dan mempunyai karakter adabi ijtima’i, sebagaimana tafsir al-Manar dan al-Maraghi. Sepanjang penulis ketahui belum ada studi khusus tentang corak pemikiran ini di Indonesia. Walaupun dalam karya Hasbie telah membahas tentang kalam atau tauhid, namun hal itu masih bersifat umum. Oleh karena itu, penelitian terhadap cprak pemikiran kalam tafsir an-Nur masih bersifat baru dan aktual. Baru karena belum ada yang menulis, aktual, karena banyak memuat hal-hal yang baru agar manusia lebih bersikap dinamis, aktif, dan kreatif dalam diri umat, bukan sikap pasif, pesimis, apatis, statis dan fatalis. Selain pemikiran kalam hasbie diatas, juga dibahas tentang tafsir an-nur yang meliputi metode, sistematika, karakteristik, dan lain-lain. Masalah pokok yang hendak dijawab melalui penilitian ini adalah metode dan karakteristik apakah yang dipakai Hasbie dalam tafsir an-nur. Dari beberapa masalah diatas diambil penyelesaian, bahwa tafsir an-nur mengambil metode tahlili dan berkarakteristik adab ijtima’I, sedang dalam pemikiran kalam yang diangkat dalam skripsi ini ternyata pemikiran kalam Tafsir an-Nur lebih banyak persamaanya dengan pemikiran kalam rasional yang terdapat dalam aliran Mu’tazilah dan Maturidiyah Samarkand. Sebaliknya, sedikit sekali persamaanya dengan pemikran kalam tradisional yang dianut oleh aliran pemikiran aliran Asy’ariyah dan Maturidiyah Bukhara, namun juga dalam pemikiran beliau yang tidak konsisten. Persamaan Hasbie dengan aliran Maturidiyah Bukhara terlihat dalam memberikan daya kepada akal dan memberikan fungsi terhadap wahyu, sedangkan dalam masalah perbutaatan-perbuatan manusia dan Antropomorfis, beliau tidak konsisten. Tapi, Hasbie cenderung menganut paham Qadariyah seperti dianut aliran Mu’tazilah yang memandang manusia mempunyai kebebasan dalam berkehendak dan berbuat Penafsiran Hasbie dalam konteks pemahaman al-Qur’an, menurut penulis tidak memperlihatkan corak yang khas walaupun beliau Guru Besar Ilmu Syari’ah, namun beliau telah memperkaya khazanah pemahaman al Qur’an yang berharga bagi umat untuk menghayati dan mengamalkan makna dan kandungan kitab suci yang mulia.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Tafsir Tematik; Ayat-Ayat Kalam; Aqaid dan ilmu kalam
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.122 Al-Quran > 297.1229 Individual Suras and Groups of Suras
200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Tafsir Hadis
Additional Information: Pembimbing: Prof. DR. Ghozali Munir, MA.; Masrur, M. Ag.
Depositing User: Agus Sopan Hadi
Date Deposited: 08 Dec 2015 08:05
Last Modified: 08 Dec 2015 08:05
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/4835

Actions (login required)

View Item View Item