Emotional Spiritual Quotient (ESQ) menurut Ary Ginanjar Agustian dan relevansinya dengan pengembangan kompetensi spiritual dan kompetensi sosial kurikulum 2013

Al Ahyadi, Amal (2015) Emotional Spiritual Quotient (ESQ) menurut Ary Ginanjar Agustian dan relevansinya dengan pengembangan kompetensi spiritual dan kompetensi sosial kurikulum 2013. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
113111099.pdf - Accepted Version

Download (5MB) | Preview

Abstract

Menurut Ary Ginanjar Agustian untuk membangun kecerdasan harus adanya sinergi antara kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosinal (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ). Sedangkan hal yang paling krusial dalam kurikulum 2013 adalah membangun sikap spiritual dan sikap sosial peserta didik. Untuk itu tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah memperoleh pemahaman makna konsep emotional spiritual quotient (ESQ) menurut Ary Ginanjar Agustian. Penelitian ini dimaksudkan untuk menjawab permasalahan; pertama, bagaimana konsep emotional spiritual quotient (ESQ) menurut Ary Ginanjar Agustian? Kedua, bagaimana relevansi konsep emotional spiritual quotient (ESQ) menurut Ary Ginanjar Agustian dengan pengembangan kompetensi spiritual dan kompetensi sosial kurikulum 2013? Permasalahan tersebut dibahas melalui penelitian kepustakaan menggunakan pendekatan historis faktual mengenai naskah atau buku yang datanya diperoleh dari dokumentasi buku Ary Ginanjar Agustian yang berhubungan dengan emotional spiritual quotient (ESQ) serta data pengembangan kompetensi spiritual dan kompetensi sosial dari Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang Kurikulum 2013. Semua data tersebut dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; Pertama, konsep ESQ Ary Ginanjar Agustian memadukan integrasi IQ, EQ, dan SQ melalui prinsip tauhid. Dengan kesadaran tauhid, maka emosi akan terkendali, sehingga akan timbul rasa tenang dan damai, sehingga bisikan-bisikan Ilahiah yang mengajak kepada sifat-sifat keadilan, kasih sayang, kejujuran, tanggung jawab, kepedulian, kreativitas, komitmen, kebersamaan, perdamaian dan bisikan hati mulia lainnya akan terdengar sehingga potensi kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional bekerja dengan optimal. Kedua, relevansi konsep ESQ Ary Gianjar Agustian dengan pengembangan kompetensi spiritual dan kompetensi sosial kurikulum 2013 yaitu sama-sama menggunakan dasar spiritual dalam pembangunan emosi atau sikap sosial, serta penjelasan semua isi dan strategi pengembangan kompetensi spiritual dan kompetensi sosial yang sama-sama bertujuan untuk membentuk pribadi manusia yang baik di mata manusia dan baik di hadapan sang Khalik (secara vertikal dan horizontal).

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Additional Information: Pembimbing : Dr. Ahwan Fanani, M. Ag.; Dr. Saifudin Zuhri, M. Ag.
Uncontrolled Keywords: Emotional Spiritual Quotient (ESQ); Kompetensi Spiritual; Kompetensi Sosial; Kurikulum 2013
Subjects: 100 Philosophy and psychology > 150 Psychology > 153 Mental processes and intelligence
200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.7 Propagation of Islam > 297.77 Islamic religious education
300 Social sciences > 370 Education > 375 Curriculums
Divisions: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Nur Rohmah
Date Deposited: 29 Feb 2016 02:28
Last Modified: 29 Feb 2016 02:28
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/5030

Actions (login required)

View Item View Item