Tinjauan hukum Islam terhadap praktek pertukaran uang rupiah (al-sharf) (studi kasus di terminal Lebak Bulus Jakarta)

Fitria, Mulazamatul (2009) Tinjauan hukum Islam terhadap praktek pertukaran uang rupiah (al-sharf) (studi kasus di terminal Lebak Bulus Jakarta). Undergraduate (S1) thesis, IAIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
2103174_lengkap.pdf - Accepted Version

Download (293kB) | Preview

Abstract

Konsep Islam dalam bermasyarakat di hadapan hukum harus diimbangi oleh keadilan ekonomi, tanpa pengimbangan tersebut, maka keadilan sosial kehilangan makna, setiap individu akan mendapatkan haknya sesuai dengan kontribusi masing-masing, Islam dengan tegas melarang seorang muslim merugikan orang lain. Yang menjadi masalah adalah bagaimana praktek pertukaran uang rupiah di Terminal Lebak Bulus? Bagaimana status hukum terjadinya pertukaran uang rupiah di Terminal Lebak Bulus dalam perspektif hukum Islam? Dalam menyusun skripsi ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan mengkaji data-data lapangan (field research). Data Primer, yaitu sumber data orang (kondektur dan orang-orang yang melayani penukaran uang rupiah, misal pedagang asongan), sumber data berupa tempat (terminal Lebak Bulus). Sebagai data sekunder, yaitu berupa buku-buku atau kitab yang relevan dengan penelitian ini. Adapun teknik pengumpulan data dengan cara observasi dan interview. Metode analisis data, peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu metode yang dipakai untuk membantu dalam menggambarkan keadaan-keadaan yang mungkin terdapat dalam situasi tertentu serta mengetahui bagaimana mencapai tujuan yang diinginkan. Data yang diperoleh akan dianalisis dan digambarkan secara menyeluruh dari fenomena yang terjadi pada praktek pertukaran uang rupiah di Terminal Lebak Bulus. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa Dalam konteksnya dengan praktek pertukaran uang rupiah di Terminal Lebak Bulus Jakarta. Pertukaran uang di sini tidak ada unsur merugikan kedua belaj pihak, bahkan keduanya diuntungkan. Penjual uang recehan mendapat untung yang tidak besar yaitu jika Rp 100.000 hanya mendapat keuntungan Rp. 5000. Sebaliknya pihak yang membutuhkan uang recehan merasa diuntungkan karena mempermudah sewaktu mengembalikan uang yang nominalnya besar. Sehingga semuanya berjalan dalam kondisi yang diuntungkan. Belum ada keluhan dari berbagai pihak terhadap fenmena pertukaran uang di Lebak bulus. Berbagai pihak mendukung cara yang praktis dan mempermudah lalu lintas prekonomian mulai dari pertukaran uang dengan nominal di bawah Rp. 100.000. sampai di atas jumlah tersebut Pertukaran uang merupakan transaksi yang diperbolehkan di dalam Islam sesuai dengan hukum-hukum tertentu yang telah dijelaskan oleh syara'. Dimana pertukaran tersebut bisa terjadi dalam transaksi bisnis di dalam negeri, begitu pula bisa terjadi dalam transaksi bisnis di luar negeri. Seperti halnya pertukaran antara emas dengan perak, perak dengan emas yang menjadi uang suatu negara. Maka demikian halnya dengan pertukaran antara uang asing dengan uang dalam negeri, baik yang berlangsung di dalam negeri maupun di luar negeri, baik dalam bentuk transaksi finansial maupun transaksi antara uang dengan uang, atau transaksi bisnis, dimana pertukaran uang dengan uang tersebut bisa terjadi di dalamnya.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Additional Information: Pembimbing: Dra. Hj. Siti Mujibatun, M. Ag.
Uncontrolled Keywords: Hukum Islam; Pertukaran Uang; Al-Sharf
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.27 Islam and social sciences > 297.273 Islam and economics
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Muamalah
Depositing User: Agus Sopan Hadi
Date Deposited: 01 Jun 2016 07:13
Last Modified: 01 Jun 2016 07:13
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/5192

Actions (login required)

View Item View Item