Kepercayaan masyarakat terhadap upacara tradisi Satu Sura di Desa Traji Kecamatan Parakan Kabupaten Temanggung

Latifah, Ana (2015) Kepercayaan masyarakat terhadap upacara tradisi Satu Sura di Desa Traji Kecamatan Parakan Kabupaten Temanggung. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
084111008.pdf - Accepted Version

Download (7MB) | Preview

Abstract

Masyarakat Jawa pada umumnya identik dengan tradisi-tradisi yang mengakulturasikan budaya Islam dan Jawa. Demikian halnya masyarakat desa Traji kecamatan Parakan kabupaten Temanggung yang mayoritas bermata-pencaharian sebagai petani, memiliki tradisi yang disebut dengan tradisi Suran, merupakan salah satu upacara ritual untuk melestarikan tradisi peninggalan nenek moyang serta dalam rangka perayaan atau tasyakuran datangnya tahun baru dalam kalender Jawa, yang memiliki keunikan. Keunikan tradisi ini terletak pada pengambilan air di sumber mata air Sendhang Sidhukun dan kirab pengantin pembawa sesaji. Kajian yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana sejarah dan prosesi pelaksanaan upacara tradisi Satu Sura di desa Traji (2) Bagaimana implikasi kepercayaan masyarakat dalam upacara tradisi Satu Sura terhadap Aqidah Islamiyah masyarakat Desa Traji (3)Bagaimana makna tradisi Satu Sura di desa Traji bila dilihat dari ajaran tauhid. Adapun metode penelitian skripsi ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field Research) dengan metode pengumpulan data dari hasil wawancara, dokumentasi dan observasi, kemudian penulis menganalisis data tersebut dengan pendekatan kualitatif, fenomenologis, historis dan hermeneutik. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan upacara adat 1 Sura di Desa Traji merupakan warisan leluhur yang sudah menjadi adat istiadat yang tidak dapat ditinggalkan dan harus dilaksanakan oleh masyarakat Desa Traji. Pelaksanaan upacara adat 1 Sura prosesinya terlebih dahulu diadakan selamatan Kenduri di Balai Desa, kemudian dilanjutkan dengan Kirab Pengantin pembawa sesaji menuju ke Sendhang Sidhukun, Kalijaga, kemudian dilanjutkan dengan malam tirakatan ke Makam Simbah Kyai Adam Muhammad, dan Gumuk Guci. Puncak acara ritual pada tanggal 2 Sura diadakan pagelaran wayang kulit selama 2 malam 1 hari. Pertimbangan masyarakat Desa Traji selalu melaksanakan ritual upacara adat Satu Sura adalah sebagai wadah menggalang persatuan dan kesatuan bagi seluruh umat beragama, dan melestarikan adat kebudayaan tradisional masyarakat Desa Traji peninggalan nenek moyang. Selama tidak bertentengan dengan ajaran Islam, maka tradisi suran dapat dilaksanakan dan dikembangkan.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Kepercayaan masyarakat; Tradisi Satu Sura
Subjects: 100 Philosophy and psychology > 130 Paranormal phenomena > 133 Parapsychology and occultism
200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.3 Islamic Worship / Ibadah > 297.39 Other Practices (Incl. Halal Food, Syirik, Munafiq)
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Aqidah Filsafat
Additional Information: Pembimbing : Drs. H. Sudarto, M. Hum.; Tsuwaibah, M. Ag.
Depositing User: Nur Rohmah
Date Deposited: 24 Mar 2016 08:55
Last Modified: 24 Mar 2016 08:55
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/5228

Actions (login required)

View Item View Item