Sulam alis dalam perspektif Hadits

Asep, Abdul (2015) Sulam alis dalam perspektif Hadits. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
084211001.pdf - Accepted Version

Download (2MB) | Preview

Abstract

Umat Islam telah sepakat bahwa al-Qur’an dan hadits sebagai sumber pokok ajaran Islam yang harus dita’ati. Al-Qur’an sebagai rujukan pertama dan hadits merupakan bayan apabila dalam al-Qur’an tidak dijelaskan penjelasannya secara rinci. Hadits yang bersifat universal akan selalu sesuai dengan aspek kehidupan tanpa mengenal batas. Untuk mewujudkan kedudukan dan fungsi hadits sebagaimana mestinya maka diperlukan penelitian dan pemahaman yang mendalam untuk dapat menangkap makna dan tujuan yang terkandung didalamnya agar mendapatkan pemahaman yang tepat serta dapat menghubungkannya dengan permasalahan-permasalahan yang terjadi di masa sekarang. Salah satu fenomena yang terjadi saat ini adalah sedang trand nya praktek sulam alis untuk memperindah bentuk alis dengan cara yang instan dan tahan lama. Sulam alis merupakan proses aplikasi tinta yang berfungsi untuk mengisi bagian-bagian alis yang kosong, menyisipkannya diantara rambut alis dan membuatnya terlihat lebih tebal sekaligus alami. Sebelum sulam alis dilakukan terlebih dahulu membuat desain yang ideal dengan menggunakan pensil alis. Setelah itu melakuakan pencabutan terhadap bulu-bulu alis yang ada diluar garis ideal untuk mempermudah pengerjaan dan mendapatkan hasil yang maksimal. Mencabut bulu di wajah (alis) telah banyak dijelaskan dalam hadits Nabi Saw. secara keseluruhan hadits-hadits tersebut melarangnya bahkan menggunakan term la’ana (laknat) bagi yang melakukannya. Hal ini memunculkan pertanyaan ada apa dibalik pernyataan Rasulullah Saw sebagaimana dalam hadits tersebut. Maka perlu adanya penelitian terhadap masalah tersebut. Penelitian ini menggunakan ilmu ma’ani al-h}adis|| dan mengkorelasikannya dengan konteks kekinian, dengan demikian diharapkan dapat memperoleh pemahaman yang salih li kulli zaman wa makan. Adapun penelitian ini dilakukan dengan melalui beberapa langkah, diantaranya penelitian sanad (kritik historis), untuk mengetahui kualitas hadits, selanjutnya penelitian makna hadits (kritik eiditis) yang meliputi kajian kebahasaan, kajian tematik-komprehensif dengan mengkonfirmasikan dengan al-Qur’an dan hadits-hadits lain yang mendukung. Serta kajian terhadap hal-hal yang melatarbelakangi munculnya hadits tersebut baik secara mikro maupun makro. Kemudian langkah berikutnya adalah menangkap makna universal dari hadits tersebut (generalisasi), dan yang terakhir relevansinya terhadap realitas kekinian. Setelah dilakukan penelitian maka menghasilkan kesimpulan bahwa sulam alis merupakan perilaku yang dilarang oleh Allah Swt dan Rasul-Nya, karena dianggap merubah ciptaan Allah Swt tanpa adanya udzur syar’i. Dengan catatan apabila sulam alis tersebut dalam prosesnya dilakukan pencabutan terhadap bulu-bulu alis hingga tipis dan atau tinta yang digunakan dapat menghalangi syarat sah nya wudhu serta membahyakan bagi kesehatan.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Additional Information: Pembimbing : Muhtarom, M. Ag.; Hj. Sri Purwaningsih, M. Ag.
Uncontrolled Keywords: Sulam alis; Hadits hukum
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.125 Hadits > 297.1251 Study of Text of Hadith
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Tafsir Hadis
Depositing User: Nur Rohmah
Date Deposited: 28 Mar 2016 05:20
Last Modified: 28 Mar 2016 05:20
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/5230

Actions (login required)

View Item View Item