Hukuman dan disiplin (analisis hukum Islam dan hukum positif terhadap pemikiran filsafat Michel Foucault)

Diyanto, Hendi (2009) Hukuman dan disiplin (analisis hukum Islam dan hukum positif terhadap pemikiran filsafat Michel Foucault). Undergraduate (S1) thesis, IAIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
2104039_lengkap.pdf - Accepted Version

Download (430kB) | Preview

Abstract

Dalam setiap masyarakat, tubuh senantiasa menjadi obyek kuasa. Tubuh dimanipulasi, dilatih, dikoreksi menjadi patuh, terampil dan meningkat kekuatannya. Tubuh senantiasa menjadi sasaran ‘kuasa’, baik dalam arti ‘anatomi metafisik’ yakni seperti yang dibuat oleh para dokter dan filsuf, maupun dalam arti ‘teknik politis’ yang mau mengatur, mengontrol dan mengoreksi segala aktivitas tubuh. Kuasa, dari masa yang satu ke masa yang lain, selalu menyentuh tubuh, hanya cara, ukuran dan sasaran kontrolnya saja yang berubah-ubah. Menurut Foucault, pelaksanaan hukuman sampai saat ini telah ditempatkan dalam teknologi politis terhadap tubuh. Artinya, dalam perubahan praktek kuasa untuk menghukum tampak bahwa tubuh menjadi elemen utama pelaksanaan hukuman, baik sebagai sasaran langsung ataupun sebagai media. Dalam bukunya Discipline and Punish, Foucault menelaah perubahan strategi kuasa dan teknologi politis terhadap tubuh, yang memperlihatkan kaitan erat kuasa-pengetahuan dan kelahiran individu modern. Foucault menyebut usahanya sebagai ‘studi perubahan model strategi menghukum’ dengan berpangkal pada penelusuran “teknologi politis terhadap tubuh” yang akhirnya sampai pada “perhatian” terhadap tubuh yang tadinya harus disiksa sampai pada tubuh yang harus dilatih agar disiplin. Setidaknya ada tiga signifikansi yang muncul dari telaah genealogis tersebut. Pertama, teknologi menghukum berubah dari bentuk yang amat kasar dan kejam, menjadi lunak dan semakin tidak menyentuh tubuh. Bahkan berkembang ke arah normalisasi dan korektif. Kedua, perubahan ini disertai dengan perkembangan pengetahuan atas individu. Ketiga, perkembangan pengetahuan ini memang tidak terpisah dari mekanisme ‘penaklukan’. Tetapi penaklukan itu menjadikan individu patuh dan berguna. Kuasa tidak lagi menyentuh tubuh secara keji dalam bentuk hukuman fisik, tetapi kuasa menyebar dalam ‘tubuh masyarakat’ melalui ‘mekanisme disiplin’. Melalui jaringan kuasa berupa penjara, sekolah, barak militer, rumah sakit, dsb. Melalui jaringan ini, kuasa melakukan pemantauan, pencatatan, perawatan, pendisiplinan, pelatihan dan penaklukan secara tersamar dan tidak kasat mata (invisible). Dari seluruh proses inilah, kita bisa mengenali karakter individu modern. Individu yang segala aktivitasnya terus diawasi, dipantau, dilatih, ditaklukkan, dijadikan patuh dan berguna, melalui rezim pendisiplinan. Foucault mempopulerkan istilah panopticon-nya Jeremy Bentham. Panopticon adalah sebuah bangunan berbentuk cincin. Di tengah bangunan ini terdapat sebuah menara yang dikelilingi jendela-jendela besar yang langsung terbuka ke arah sisi bangunan, ke dalam (arah menara) dan "ke luar". Panopticon merupakan struktur yang memungkinkan kuasa melakukan observasi secara menyeluruh mengenai kriminal; artinya panopticon memungkinkan penerapan sejenis pandangan tertentu. Dengan panopticon, kuasa bisa mengamati secara konstan dan mengenal dengan tepat. Fungsi kekuasaan dalam panopticon hampir otomatis. Di sini kekuasaan terlihat, bahkan juga tidak dapat diperiksa bahwa subyek tidak pernah tahu pada kesempatan apapun, bagaimanapun mereka diamati oleh kuasa.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Additional Information: Pembimbing: Drs. H. Abu Hapsin, MA, Ph. D.; DR. Imam Yahya, M. Ag.
Uncontrolled Keywords: Hukuman; Disiplin; Hukum Islam; Hukum Positif; Filsafat hukum
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.27 Islam and social sciences > 297.272 Islam and politics, fundamentalism
300 Social sciences > 340 Law
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Jinayah Siyasah
Depositing User: Agus Sopan Hadi
Date Deposited: 31 May 2016 09:03
Last Modified: 31 May 2016 09:03
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/5231

Actions (login required)

View Item View Item