Empirisme Ibnu Taimiyyah dan Barat (studi komparatif)

Jamaluddin, Agus (2015) Empirisme Ibnu Taimiyyah dan Barat (studi komparatif). Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
094111001.pdf - Accepted Version

Download (2MB) | Preview

Abstract

Pengetahuan manusia dikelompokkan menjadi tiga macam, yaitu pengetahuan Sains, pengetahuan Filsafat dan pengetahuan Mistik. Pengetahuan itu diperoleh manusia melalui berbagai cara dan dengan menggunakan berbagai alat. Mengenai sumber ilmu pengetahuan, dalam Islam dikenal ada dua sumber yaitu, wahyu dan akal. Wahyu merupakan sumber pengetahuan otoritatif, belum memberikan penjelasan yang rinci bagi kebutuhan dan masalah-masalah yang terus menerus berkembang. Oleh karena itu akal yang merupakan sumber kedua, telah diakui sebagai landasan dalam menentukan pengetahuan. Sedangkan menurut paham empirisme, pengetahuan harus dihasilkan dari pengalaman-pengalaman inderawi. Berdasarkan perbedaan sumber pengetahuan di atas, maka maka rumusan masalah dalam pembahasan skripsi ini adalah; 1) bagaimana persamaan dan perbedaan pemikiran empirisme Ibnu Taimiyyah dan Barat? dan bagaimana relevansi pemikiran empirisme Ibnu Taimiyyah dan Barat dengan ilmu pengetahuan?. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kepustakaan (library research), karena sumber datanya berupa buku-buku atau bahan kepustakaan, yaitu kitab Al Radd ala al Mantiqiyin karya Ibnu Taimiyah. Adapun prosedur analisa datanya adalah dengan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibnu Taimiyah menetapkan tiga jalan utama mencapai kebenaran atau pengetahuan yaitu melalui jalan wahyu (al Qur’an), sumber ulama salafi, serta jalan ijtihad dengan mengikuti metodologi yang ia sebut( al- qiyas al- syar’i). Ketiganya dapat dicapai melalui penyucian diri dan penyucian kalbu. Prinsip dasar pemikiran Ibnu Taimiyah ialah 1) wahyu merupakan sumber pengetahuan agama. Penalaran dan intuisi hanyalah sumber terbatas, 2) kesepakatan umum para ilmuwan yang terpercaya selama tiga abad pertama Islam juga turut memberi pengertian tentang asas pokok Islam disamping Qur’an dan Sunnah, 3) hanya Qur’an dan Sunnah penuntun yang oetentik dalam segala persoalan. Sedangkan menurut empirisme Barat, pengetahuan itu bersumber dari pengalaman yang diterima oleh kesan inderawi. Hal demikian mendorong kita, bahwa untuk menemukan sebuah pengetahuan kita memerlukan pengalaman kita. Dengan demikian, bahwa untuk membuktikan sebuah kebenaran akan pengetahuan itu memerlukan penelitian dilapangan, observasi, percobaan yang mana dengan cara-cara seperti itulah merupakan titik ukur dari pengetahuan manusia. Empirisme Barat menyatakan bahwa semua pengetahuan dimulai dari pengalaman indera sebagai dasar. Melalui pemikiran empirisme Ibnu Taimiyah dan empirisme Barat, Di dalamnya terlihat dengan jelas keterpaduan yang harmonis terhadap pengetahuan melalui prinsip-prinsip wahyu, indera, dan agama, di mana semua pembuktian rasional atau filsafat terkait erat dengan al Qur’an dan hadis Nabi serta ajaran-ajaran para Imam yang dipadukan dengan pemikiran sebagai hasil yang diperoleh terhadap jiwa yang suci.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Empirisme; Filsafat Barat; Filsafat Timur
Subjects: 100 Philosophy and psychology > 140 Specific philosophical schools > 146 Naturalism and related systems
200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.26 Islam and secular disciplines > 297.261 Islam and philosophy
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Aqidah Filsafat
Additional Information: Pembimbing : Prof. Dr. H. Yusuf Suyono, M. A.; Dra. Hj. Yusriyah, M. Ag.
Depositing User: Nur Rohmah
Date Deposited: 28 Mar 2016 06:24
Last Modified: 28 Mar 2016 06:24
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/5235

Actions (login required)

View Item View Item