Analisis semiotik dalam buku Pakem Kajen Syaikh Mutamakkin

Rosyid, Abdul (2015) Analisis semiotik dalam buku Pakem Kajen Syaikh Mutamakkin. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
114111008.pdf - Accepted Version

Download (7MB) | Preview

Abstract

Syaikh Mutamakkin merupakan ulama tasawuf Nusantara yang terkenal pada abad ke 17. Konsep tasawuf yang disajikan oleh Syaikh Mutamakkin berbeda dengan tokoh tasawuf pada umumnya. Perbedaan tersebut tidak terlepas dari kondisi lingkungsn sosial yang mampu mempengaruhi Syaikh Mutamakkin. Bentuk tasawuf yang disajikan Syaikh Mutamakkin sangat sederhana dan sangat filosofis. Kesederhanaanya terletak pada bentuk tarekatnya yang dianalogikan sebagai shalat fardlu dan shalat sunnah dan bentuk tarekat keseharian seperti akhlak keseharian. Penulis dalam penelitian skripsi ini yang berjudul ANALISIS SEMIOTIK DALAM BUKU PAKEM KAJEN SYAIKH MUTAMAKKIN bertujuan untuk mengetahui (1) Apa Makna Penempaan Besi terkait dengan Konsep Pengembaraan Spiritualitas menurut Syaikh Mutamakkin dalam buku Pakem kajen? (2) Bagaimana Hubungan antara Syari’at, Tarekat, dan Hakikat dalam Buku Pakem Kajen Syaikh Mutamakkin? Penulisan skripsi ini menggunakan jenis studi dengan berdasar pada penelitian pustaka (library research) dengan metode pendekatan kualitatif yang menggunakan data dari sumber-sumber primer maupun sekunder. Yang pertama tentunya Buku Pakem Kajen Syaikh Mutamakkin dan berbagai buku yang terkait dengannya. Dalam menganalisis Buku Pakem Kajen Syaikh Mutamakkin, penulis menggunakan analisis semiotik, sehingga diperoleh bentuk ciri khas tasawuf Syaikh Mutamakkin yang sederhana tetapi filosofis. Makna penempaan besi terkait dengan pengembaraan spiritualitas menurut Syaikh Mutamakkin merupakan salah satu usaha atau proses menuju hakikat. Panasnya api serta kerasnya besi menjadi tantang tersendiri oleh seorang pande, sudah barang tentu bila seorang pande harus sabar dan ulet untuk menempa besi tersebut. Artinya, proses penempaan besi tersebut merupakan salah satu usaha untuk menuju makrifatullah. Panasnya api, serta kerasnya besi merupakan cobaan yang harus dihadapi oleh seorang sufi, cobaan tersebut dibutuhkan kesabaran, dan ke uletan. Sehingga sampailah makrifat, yaitu titik tertinggi dari tasawuf, hal ini tidak bisa dideskripsikan bagaimana pertemuan antara hamba dengan Allah, karena pertemuan tidak berupa kasat mata, akan tetapi lebih kepada dzau’ atau rasa.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Semiotik; Tasawuf
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.4 Sufism
400 Language > 401 Philosophy and theory
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Aqidah Filsafat
Additional Information: Pembimbing : Dr. H. Mahrus, M. Ag.; Dr. Zainul Adfar, M. Ag.
Depositing User: Nur Rohmah
Date Deposited: 29 Mar 2016 08:13
Last Modified: 29 Mar 2016 08:13
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/5250

Actions (login required)

View Item View Item