Studi komparasi tafsir Al-Mishbah dan tafsir Al-Qur’an Al- ‘Aẓîm terhadap ayat jilbab

Mufasiroh, Mufasiroh (2015) Studi komparasi tafsir Al-Mishbah dan tafsir Al-Qur’an Al- ‘Aẓîm terhadap ayat jilbab. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
114211030.pdf - Accepted Version

Download (8MB) | Preview

Abstract

Islam sebagai agama yang bersifat universal, mempunyai aturan-aturan yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia. Salah satunya adalah hukum-hukum yang mengatur masalah pakaian baik itu laki-laki maupun perempuan, yang digunakan sebagai penutup aurat. Pakaian seorang wanita salah satunya adalah jilbab, jilbab merupakan simbol bagi setiap wanita shalehah. Belakangan ini wanita yang memakai jilbab tidak digunakan sebagai simbol wanita Muslimah, ataupun mematuhi perintah Allah, melainkan sebagai tren dikalangan masyarakat. Jilbab merupakan pakaian yang diwajibkan oleh Allah kepada wanita Muslimah. Dalam Al-Qur’an terdapat dalil-dalil yang berkaitan dengan jilbab. Namun dalam memahami Al-Qur’an, mufasir berbeda pendapat, apakah jilbab merupakan kewajiban ataukah anjuran, dan apakah wajah bagian yang wajib ditutup dengan jilbab ataukah tidak. Dalam hal ini penulis mengambil tokoh mufasir M. Quraish Shihab dan Ibnu Kaṡīr. Karena kedua tokoh tersebut yang penulis anggap mempunyai pemahaman yang berbeda dalam menafsirkan ayat tentang jilbab, tetapi mereka sepakat bahwa jilbab merupakan busana Muslimah yang digunakan untuk menutup aurat wanita Muslimah. Penulisan skripsi ini menggunakan studi komparasi, studi komparasi adalah metode penafsiran dengan membandingkan penafsiran-penafsiran mufasir. Kajian ini bertujuan untuk mencari persamaan dan perbedaan dari masing-masing mufasir baik itu metodologi ataupun substansi penafsiran. Adapun pendekatan yang digunakan penulis dalam penelitian skripsi ini adalah pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian library research, dan metode pengumpulan data yang digunakan penulis adalah dokumentasi, sehingga buku-buku yang diperoleh berasal dari kajian teks atau buku-buku yang relevan dengan pokok rumusan masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penafsiran yang dilakukan oleh M. Quraish Shihab menunjukkan bahwa jilbab merupakan suatu adat kebiasaan suatu daerah, dan tidak boleh dipaksakan pada daerah lain. Dan terkait dengan penafsiran yang biasa tampak menurut beliau adalah leher ke atas, lengan dan sebagian dari lututnya ke bawah. Tentu saja pakaian yang digunakan tidak boleh ketat sehingga menampakkan lekuk-lekuk tubuh, tidak juga dengan menggunakan bahan yang transparan. Sedangkan menurut Ibn Kaṣīr jilbab merupakan suatu kewajiban bagi semua umat Muslimah karena sebagai pembeda antara wanita budak dan wanita merdeka. Sedangkan menurut beliau semua anggota tubuh wanita merupakan aurat, meskipun wajah, karena wajah merupakan pusat dari kecantikan. Sedangkan yang biasa tampak bukanlah wajah, melainkan selendang dan baju. Meskipun mereka berbeda dalam menafsirkan ayat tentang jilbab, namun mereka sependapat bahwa jilbab merupakan salah satu penutup tubuh seorang wanita Muslimah agar terhindar dari seorang lelaki usil.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Jilbab; Tafsir Al-Qur'an
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.122 Al-Quran > 297.1229 Individual Suras and Groups of Suras
600 Technology (Applied sciences) > 640 Home economics and family living > 646 Sewing, clothing, personal living
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Tafsir Hadis
Additional Information: Pembimbing : Mundhir, M. Ag.; Dr. H. Muh. In’amuzzahidin, M. Ag.
Depositing User: Nur Rohmah
Date Deposited: 29 Mar 2016 08:16
Last Modified: 29 Mar 2016 08:16
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/5253

Actions (login required)

View Item View Item