Bukti eksistensi Tuhan menurut Ibnu Rusyd dan Thomas Aquinas

Kholis, Nur (2015) Bukti eksistensi Tuhan menurut Ibnu Rusyd dan Thomas Aquinas. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
094111012.pdf - Accepted Version

Download (2MB) | Preview

Abstract

Berbagai pendapat atau faham-faham atheis ditampilkan, yang menganggap bahwa dunia telah ada dengan sendirinya. Sebagaimana dunia merupakan mesin yang bergerak terus-menerus tanpa lelah yang tidak mempunyai permulaan dan tidak mempunyai penghabisan. Hal tersebut itulah yang telah memberikan suatu anggapan bahwa alam semesta tidak memiliki pencipta ataupun pemelihara, sehingga istilah Tuhan tidak berlaku dalam pemikiran serta keyakinannya. Untuk menjawab tantangan tersebut serta membuktikan eksistensi Tuhan, peneliti menampilkan dua tokoh kenamaan yaitu Ibnu Rusyd dan Thomas Aquinas dengan pemahaman, penalaran serta wawasan luas yang mereka miliki untuk menolak faham-fahan yang tidak mengakui akan adanya Tuhan, yaitu dengan memberikan bukti-bukti atau argumen-argumen yang bersifat kosmologis yang bergenre memadukan penalaran akal (filsafat) dan kebenaran agama (wahyu). Berdasarkan latar belakang di atas, peneliti merumuskan masalah sebagai berikut : a. Bagaimana Ibnu Rusyd membuktikan adanya Tuhan? b. Bagaimana Thomas Aquinas membuktikan adanya Tuhan? c. Analisis perbandingan dalam pembuktian adanya Tuhan. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (Library Research) sehingga jenis penelitian kualitatif. Sumber data diperoleh dari sumber data primer Ibnu Rusyd, Al-Kasyf ‘an Manāhij al-Adillat fī ‘Aqa’id al-Millat, Tahāfut at-Tahāfut dan Fashl al-Maqāl, dan Thomas Aquinas, Summa Theologica, dan sumber data sekunder diperoleh dari buku-buku, makalah, artikel, dan lain-lain. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deduktif, komparatif, dan hermeneutik. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan. Ibnu Rusyd membuktikan adanya Tuhan dengan mengemukakan 3 dalil yaitu: Dalil al-Inayah (pemeliharaan Tuhan), Dalil al-Ikhtira’ (dalil penciptaan) dan Dalil al-Harakah (dalil gerak). Sedangkan Thomas Aquinas dalam membuktikan adanya Tuhan, ia memberikan 5 alasan atau bukti yaitu : a). Adanya gerak di dunia mengharuskan kita menerima bahwa ada penggerak Pertama, yaitu Allah, b). Didalam dunia yang diamati ini terdapat suatu tertib sebab-sebab yang membawa hasil atau yang berdayaguna. c). Di dalam alam semesta terdapat hal-hal yang mungkin sesuatu dapat ada dan dapat juga tidak ada, d). Diantara segala yang ada terdapat hal-hal yang lebih atau kurang baik, lebih atau kurang benar, dan lain sebagainya, e). Kita menyaksikan, bahwa segala sesuatu yang tidak berakal, seperti umpamanya; tubuh alamiah, berbuat menuju kepada akhirnya. Analisis yang didapat dalam pembuktian adanya Tuhan oleh kedua tokoh tersebut adalah mereka sama-sama mengakui akan adanya Tuhan. Akal dan wahyu mereka jadikan sumber pengetahuan dan alat untuk mencapai kebenaran khususnya dalam membuktikan adanya eksistensi Tuhan. Kemudian pola pemikiran filsafatnya secara tidak langsung sama-sama lebih banyak dipengaruhi oleh filsafat Aristoteles, mereka berdua berhasil mendamaikan dunia filsafat dengan dunia Theologi dan lewat argumen kosmologis mereka telah membuktikan adanya eksistensi Tuhan.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Tuhan; Filsafat Islam
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 210 Philosophy and theory of religion > 212 Existence, attributes of God
200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.01 Philosophy and Theory of Islam
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Aqidah Filsafat
Additional Information: Pembimbing: Prof. Dr. H. Yusuf Suyono, M. A.; Tsuwaibah, M. Ag.
Depositing User: Nur Rohmah
Date Deposited: 27 Apr 2016 02:35
Last Modified: 27 Apr 2016 02:35
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/5363

Actions (login required)

View Item View Item