Perayaan ‘Asyura dalam madzhab Syi‘ah di Pondok Pesantren Al-Hadi Pekalongan

Rohman, Kholilur (2015) Perayaan ‘Asyura dalam madzhab Syi‘ah di Pondok Pesantren Al-Hadi Pekalongan. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
114111007.pdf - Accepted Version

Download (3MB) | Preview

Abstract

Perayaan ‘Asyura dalam Syi’ah adalah perayaan untuk mengenang terbunuhnya salah satu Imam (pemimpin) mereka, yaitu Imam Husain, yang terbunuh di Karbala. Imam Husain dibunuh oleh tentara pemerintahan khalifah Yazid bin Muawiyah. Menurut madzhab Syi‘ah, Perayaan ‘Asyura dalam Syi‘ah sudah menjadi hal yang wajar dan disunahkan untuk dilakukan, karena Nabi Muhammad juga sudah melakukannya dahulu sebelum peristiwa tersebut terjadi. Banyak berita dan informasi yang terdapat di media elektronik seperti di internet maupun di media cetak seperti buku-buku atau majalah yang menyebutkan bahwa Perayaan ‘Asyura dalam Syi‘ah adalah sesuatu yang sesat dan keluar dari hukum Islam. Dalam berita dan informasi tersebut disebutkan bahwa Perayaan ‘Asyura dilakukan dengan cara menyakiti diri sendiri sampai berdarah menggunakan benda-benda tajam seperti pedang, rantai maupun pisau. Di beberapa daerah Syi‘ah seperti Afghanistan, Irak, Turki, Azerbeijan, Pakistan, Lebanon dan Bahrain, Perayaan ‘Asyura sudah menjadi hari libur Nasional. Namun dalam penelitian ini lebih memfokuskan pada penelitian praktek Perayaan ‘Asyura dalam madzhab Syi‘ah di Pondok Pesantren al-Hadi Pekalongan dan implikasinya bagi madzhab Syi‘ah di Pondok Pesantren al-Hadi Pekalongan. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian Grounded Theory, yaitu penelitian yang bertujuan untuk menemukan teori berdasarkan data obeservasi empirik yang ada di lapangan. Dalam analisis data, peneliti menggunakan analisis deskriptif, yaitu berusaha menggambarkan suatu kejadian atau fenomena dalam masyarakat dengan apa adanya sesuai dengan data di lapangan. Selain itu peneliti juga memadukan analisis epik dan emik. Emik berarti cara pandang subjek penelitian dan epik berarti sudut pandang peneliti tetapi tidak boleh memihak. Dari penelitian yang telah dilakukan, peneliti menemukan bahwa Perayaan ‘Asyura di Pondok Pesantren al-Hadi Pekalongan pada hakikatnya sama, yaitu untuk mengenang terbunhnya Imam Husain di Karbala. Namun yang menjadi perbedaanya disini adalah mereka menolak dan tidak setuju dengan cara-cara perayaan ‘Asyura dengan cara-cara yang ekstrim seperti menyakiti diri sendiri dengan benda-benda tajam. Di Pondok Pesantren al-Hadi Pekalongan Perayaan ‘Asyura dilakukan dengan cara yang wajar dan tidak bertentangan dengan hukum Islam, yaitu: membaca doa awal dan akhir tahun, ceramah-ceramah tentang Rosulullah dan Ahlu Bait, membaca maqtal yaitu kronologi terebunuhnya Imam Husain, membaca maqtam yaitu syair-syair/puisi kesedihan dan membaca doa ziarah untuk Imam Husain dan para syuhada’ yang berjuang bersamanya. Menurut pnadangan mereka dalam Perayaan ‘Asyura, para jamaah yang hadir akan mendapat banyak pahala dari Allah serta hikmah dan pelajaran bagi seseorang. Perayaan ‘Asyura didalamnya juga terkandung nilai-nilai sosial, sejarah umat Islam dan nilai ekonomi.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Perayaan 'Assyura; Syi'ah
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.8 Islamic sects > 297.82 Shiities
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Aqidah Filsafat
Additional Information: Pembimbing: Dr. Safii, M. Ag.; Drs. Achmad Bisri, M. Ag.
Depositing User: Nur Rohmah
Date Deposited: 28 Apr 2016 07:36
Last Modified: 28 Apr 2016 07:49
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/5375

Actions (login required)

View Item View Item